Popular Posts

HEADLINE NEWS

Pelaku Curas di Rempek Kecamatan Gangga, Tega Aniaya Tiga orang wanita yang Tinggal di Satu Rumah

By On 22:20


Lombok Utara, NTB - Tidak lebih dari dua x 24 Jam, dua orang pelaku Curas dan Penganiayaan yang terjadi di Ds. Rempek Darusalam Ds. Gangga di gelandang tim puma Polres Lombok Utara, 15/01.


sebelumnya, pada kamis, 13 Januari 2022 Pukul 19.30, kedua pelaku yakni ZN dan IJF masuk ke rumah korban di Dusun Busur Timur Desa Rempek Darusalam Kecamatan Gangga KLU, dengan membawa sepotong kayu, masuk melalui pintu belakang rumah korban dan merampas HP kemudian meminta uang, namun karena dijawab tidak ada uang, tiga orang korban di pukul dibagian kepala menggunakan kayu hingga pingsan, kemudian pelaku mengacak-acak rumah korban untuk mencari uang dan pelaku melarikan diri membawa Hp Korban.


Atas kejadian tersebut, Tim Puma Polres Lombok Utara yang dipimpin oleh Aiptu Kadek Edy Wirawan, bergerak cepat dan berhasil mendapatkan informasi bahwa sdr IJF sempat berada di seputaran TKP, tim langsung mengamankan saudara IJF dan setelah di introgasi, sdr IJF mengakui perbuatannya bersama sdr. ZI (Otak Utama), kemudian sdr ZI ditangkap di Perkebunan miliknya di Dsn. Seloka Kec. Gangga.


Kapolres Lombok Utara Akbp I Wyn Sudarmanta, Sik MH melalui Kasat Reskrim Akp  I Made Sukadana,SH,M.H membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Ds. Rempek Darusalam Ds. Gangga.


Dia menerangkan, akibat dari pencurian dengan kekerasan tersebut, tiga orang korban yang tinggal di satu rumah, yakni JM, 54 thn, NW, 30 thn, AS, 24 thn beralamat di Dusun Busur Timur Desa Rempek Darusalam Kec.Gangga KLU mengalami luka berat dan pingsan akibat mendapatkan pukulan benda keras pada bagian kepala dan saat ini korban masih menjalani perawatan di RSU Tanjung.


Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas berupa Satu Unit HP Oppo A3S Warna Hitam, Satu Unit HP Oppo A16 Warna Hitam, Satu Potongan Kayu Coklat kering dan satu Buah Termos Penghangat Air Merek Ruby Warna Silver, kemudian pelaku berikut barang bukti sudah kami amankan di Rutan Polres Lombok Utara, guna pemeriksaan secara intensif untuk di proses sesuai aturan hukum yang berlaku, tegas kasat Reskrim.


Pasal yang disangkakan terhadap kedua pelaku adalah pasal 365 ayat (2) KUHP yaitu pencurian dengan kekerasan yang dilakukan pada malam hari, perbuatan tersebut dilakukan oleh dua orang atau lebih yang mengakibatkan orang lain mengalami luka berat, di ancam dengan hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun, tutup Akp Sukadana

Polsek Lingsar Launching Vaksinasi Ketiga Booster Lansia

By On 22:17


Lingsar - Polsek Lingsar Launching Vaksinasi Ketiga Booster Lanjut Usia di Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar Lombok Barat. Sabtu, 15/01/2022.


Kapolsek Lingsar Iptu Risk Meirika, S.Tr.K didampingi Bhabinkamtibmas Desa Gontoran Aipda I Gede Arya Suantara mengatakan "hari ini kami bersama Forkopimcam Lingsar melaksanakan Launching Vaksinasi Ketiga Booster Lansia (Pfizer) di Desa Gontoran  dimana  dihadiri oleh Sekdis pariwisata Khalid SKN.MPH, Kapus Lingsar Mujahid Fitriadi SKM MSI, Camat Lingsar Marzuoqi.S.AP., Danpos Lingsar Pelda Budi Sujarwo dan Kepala Desa Gontoran Salihin serta warga masyarakat yang lansia sekitar 50 orang", ujar Kapolsek


" Kegiatan yang dimobilisasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertujuan percepatan jelang Moto GP 2022 dan kebangkitan sektor pariwisata di Mandalika, NTB "


" Untuk itu sinergi bersama Forkopimcam Lingsar, ini adalah awal percepatan yang  dilakukan sehingga dapat terwujud sesuai target yang diharapkan kedepannya "


Iptu Meirika juga akan melaksanakan door to door Vaksinasi ketiga booster dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas dan Babinsa kepada warga lansia di Kecamatan Lingsar, tutup Kapolsek.

Stop Beli Handphone Curian, Tim Puma 1 Ciduk Para Terduga Penadah

By On 22:16


Kota Bima, NTB– Hati-hati dan perlu cermat membeli barang yang tidak jelas asal-usulnya atau tidak memiliki surat yang jelas, Jika tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib. Sebut saja dua terduga pembeli handphone hasil curian ini, terpaksa diamankan Tim Puma  1Polres Bima Kota.


Tim Puma 1 dibawah pimpinan Katim Aipda Abdul Hafid, Sabtu (15/1) malam  tadi, mengamankan 4 orang terduga penadah di tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.


Begitu kabar disampaikan Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra melalui Kasat Reskrim Iptu M Rayendra RAP, Minggu (16/1) siang ini.


4 orang terduga penadah handphone itu, jelas Kasat Reskrim, masing-masing AR (28) Warga Kecamatan Mpunda Kota Bima, RK (21) Kecamatan Mpunda, HN (30) warga Kecamatan Raba Kota Bima dan SH (22) warga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.


Para terduga penadah handphone ini, diamankan Tim Puma 1, berdasar laporan kehilangan dengan nomor aduan  ADUAN/K/38/I/2022/NTB/Res. Bima kota Tanggal 14 Januari 2022 atas nama korban Abdul Hafid Warga Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda Kota Bima


“Terduga Penadah berikut barang bukti telah diamankan di Mako Polres Bima Kota untuk ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku,”pungkasnya.

Gantung Diri Kembali Terjadi Di Cakranegara

By On 22:15


Cakranegara - Peristiwa bunuh diri kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Sandubaya. Minggu (16/01/2022) tepatnya di jalan Gareng 12A Karang Siluman Utara Kecamatan Cakranegara Kota Mataram.


Seorang laki-laki bernama IGS diketemukan tergantung di pohon jambu dengan mempergunakan selendang warna biru. Saksi IKAS yang merupakan adik korban diberitahu adiknya NS bahwa korban diketemukan jam 03.00 Wita sudah dalam keadaan tergantung di pohon jambu.


"Korban diketemukan pertama kali oleh saudaranya jam 03.00 Wita sudah dalam keadaan tergantung di pohon jambu mempergunakan selendang warna biru, " terang Kapolsek Sandubaya Kompol Nasrullah, S.I.K.


Korban diturunkan oleh saksi bersama pihak keluarga, selanjutnya pihak keluarga yang juga anggota Polri Ipda Ketut Kanten melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sandubaya yang selanjutnya menurunkan seluruh piket fungsi dan unit identifikasi melaksanakan olah TKP di lokasi.


Pihak keluarga mengikhlaskan peristiwa tersebut dan menganggap sebagai musibah yang mana korban  selama ini sakit dan sudah sering ke luar masuk Rumah Sakit Jiwa.


"Korban menderita sakit yang berdasarkan keterangan keluarga sudah ke luar masuk Rumah Sakit Jiwa, sehingga mengakibatkan korban mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya," tutup Nasrullah di TKP.

Satu Korban Curas Di Desa Rempek Darussalam Menghembuskan Nafas Terakhir Di RSUP NTB

By On 22:13


Lombok Utara, NTB - Satu Korban Pencurian dengan Kekerasan (Curas) di Dusun Busur Timur Desa Rempek Darussalam Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, merenggut nyawa, Korban Curas tersebut atas nama NW, jenis kelamin Perempuan, Umur 30 Tahun, alamat Dusun Busur Timur Desa Rempek Darussalam Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.


Kapolres Lombok Utara Akbp I Wayan Sudarmanta, S.I.K., SH melalui Kasat Reskrim Akp I Made Sukadana, SH. MH, menerangkan bahwa Korban meninggal di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, setelah di rawat beberapa saat di Puskesmas Gangga dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tanjung Kabupaten Lombok Utara kemudian ke Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.


"Korban Mengalamai pendarahan dikepala akibat pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada hari Kamis tanggal 13 Januari 2022, sekitar pukul 19.30 WITA, di rumah Korban sendiri dan sekitar pukul 07.00 Wita, Korban menghembuskan nafas terakhirnya" Tegas Kasat.


Dia menjelaskan bahwa Jenazah telah dibawa kerumahnya untuk dimakamkan usai solat juhur di Tpu Dusun Busur Timur Desa Rempek Darusalam dan kedua korban yaitu JM, 54 thn dan AS, 24 thn telah kembali pulang kerumahnya di Kec.Gangga KLU dalam kondisi sudah membaik.

 

Adapun pelaku pencurian dengan kekerasan tersebut berjumlah 2 orang dan sudah ditangkap oleh Tim Puma Satreskrim Polres Lombok Utara, dari hasil introgasi sementara didapatkan keterangan satu pelaku Utama atas nama ZN, umur 26 tahun, alamat Dusun Seloka Desa Rempek Darussalam Kecamatana Gangga Kabupaten Lombok Utara, adalah tetangga satu Desa dengan Korban, sementara IJF, rekan pelaku ZN merupakan tetangga satu Kampung dengan Korban, tegas Kasat Reskrim.


informasi sementara, ZN sering melakukan aksi pencurian di luar Wilayah Provinsi NTB dan Di Negara tetangga Jiran Malaysia, serta tercatat telah Dideportasi oleh Negara Ipin Upin tersebut, motif pelaku melakukan pencurian terhadap korban adalah karena menyangka korban sudah memanen dan menjual hasil kebun berupa vanilinya dan uang hasil panen disimpan dirumah korban, tuturnya.


Untuk saat ini kedua pelaku sudah di tahan di satreskrim Polres Lombok Utara, untuk di Proses sesuai aturan hukum yang berlaku, tutuk Akp Sukadan

Villa Bau Nyale Di Kute Terbakar, Anggota Polsek Kawasan Mandalika Lakukan Olah TKP

By On 22:10


LOMBOK TENGAH, NTB - Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, kali ini terjadi di Villa Bau Nyale  Dusun Baturiti Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, pada hari Minggu Tanggal 16 Januari 2022 Sekitar Pukul 14.00 WITA.


Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Kawasan Mandalika AKP I Made Dimas Widiantara, SIK, yang di hubungi membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan, sudah melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi dilapangan.


"Saksi atas nama Tanjung, umur 30 tahun, Alamat Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat" jelas Dimas.


Berdasarkan Keterangan Saksi dilapangan (Tanjung red), Saat Tanjung Dan Kawan Kawan  sedang melakukan Pengerjaan Perbaikan Dak beton, dengan menggunakan Membran bakar yang berada di Private Villa tersebut, tepatnya di Tembok Pembatas bagian dapur.


Pada saat pengerjaan perbaikan tersebut muncul percikan api dari mesin penyemprot dan mengenai atap dapur yang terbuat dari bahan alang alang, sehingga menyebabkan terjadinya Kebakaran.


Api berhasil di padamkan oleh karyawan Villa Bau Nyale dan dibantu masyarakat sekitar yang berada dilokasi tersbut, dengan cara melakukan penyemprotan atap yang terbakar menggunakan selang yang disambungkan ke Kolam.


"Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya kerugian material yang diantaranya

2 unit atap dapur dengan bahan berupa kayu dan alang dan kerugian ditaksir kurang lebih  Rp 20.000.000 " Ungkap Kapolsek.


Dapat disimpulkan bahwa terjadinya Kebakaran tersebut disebabkan oleh Percikan api, pada saat pengerjaan dak beton dengan menggunakan membran bakar, serta Private Villa yang berada di Villa Bau Nyale tersebut masih dalam tahap renovasi" tutup Kapolsek.


 

Dirresnarkoba Polda NTB: Subdit tak Lapaui Target Kerja, Minta Diganti

By On 19:52


Mataram – Menjadi peraih piagam penghargaan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi atau WBK dari Kemenpan RB, Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Helmi Kwarta PR, menekankan transparansi dan capaian kerja jajaran serta kemitraan.

 

Perwira Menengah (Pamen) Polri melati tiga itu, Kamis (13/1/2022), menegaskan bahwa dengan anggaran tahun 2022 yang cukup besar, pihaknya berkomitmen meningkatkan kinerja dalam pengungkapan kasus peredaran narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

“Teman-teman media bisa lihat, ini milyaran rupiah dana yang dialokasikan. Kalau tiga subdiv (sub divisi, red) tidak bisa mengungkap peredaran narkoba seperti sabu minimal satu kilo, teman-teman media minta supaya kasubdiv-nya diganti,” tegasnya.

 

“Kerja dan raihan predikat WBK yang kami dapatkan, tidak lepas dari bantuan teman-teman juga. Terima kasih teman-teman media,” lanjut Kombes Pol. Helmi.

 

Kepada awak media, Dirresnarkoba Polda NTB menunjukkan besaran nilai alokasi dana untuk tiga subdit. Dimana alokasi dana tahun 2022 yang dipajang dalam sebuah papan dinding, untuk penindakan dan penanganan tindak pidana narkoba mencapai angka Rp. 6.872.000.000.

 

“Ini sengaja kita pajang biar teman-teman dan masyarakat tahu, ini juga bentuk komitmen transparansi kami. Jadi teman-teman dan masyarakat juga bisa ikut mengontrol kinerja kami,” tandasnya.

 

Kombes Pol. Helmi juga menandaskan, Direktoran Reserse Narkotoka dan Obat-obatan (Ditresnarkoba) Polda NTB, akan terus meningkatkan kinerja dan kemitraan dengan seluruh elemen, baik lembaga rehabilitasi dan institusi terkait termasuk kemitraan dengan awak media, sehingga tekad menjadikan Ditresnarkoba Polda NTB dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WNBM) 2022 dapat terwujud.

 


Kapolres Bima Kota Bantu Anak Yatim Ditinggal Ibu Jadi Pekerja Imigran

By On 19:50


Kota Bima, NTB  – Jiwa menolong dan rasa empati tergambar betul pada Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra.


Hanya mendapat informasi ada seorang bocah yatim yang ditinggal ibunya menjadi pekerja imigran di negeri Jiran Malaysia, lalu berharap belas kasih orang sekitar dengan bekerja dan berharap imbalan ala kadarnya, tersentuh hatinya untuk membatu meringankan beban si bocah.


Siapa bocah yang membuat rasa dan terenyuh hati orang nomor satu di Mapolres Bima Kota itu ? Muhammad, nama yang indah dari bocah 9 tahun, tinggal bersama bibinya di Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, langsung di kunjungi Kapolres Bima Kota, bersama Bupati Bima Hj Indah Damayanti Puteri dan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal.


Kamis (13/1) siang, menjadi hari bahagia bagi Muhammad dan keluarga, betapa tidak, di hari itu, Kapolres Bima Kota datang berkunjung atas nama cinta dan rasa peduli, membawa seabrek buah tangan bagi bocah yang bercita-cita jadi Tentara itu.


AKBP Henry Novika Chandra, sepertinya tidak ingin anak sekecil itu, menanggung beban hidup di usia dini yang mestinya berbahagia layaknya anak sebayanya, bermain dengan lincahnya dan bersekolah tanpa terbebani masalah hidup demi menatap masa depan sebagaiman cita-citanya.


Seabrek kado istimewa diberikan ikhlas dan tulus oleh ‘Mataharinya’ Polres Bima Kota itu. Mulai dari uang untuk biaya sekolah dalam bentuk Tabanas atas nama bocah Muhammad.


Ada pula baju seragam sekolah dan baju kokoh untuk Muhammad agar selalu ngaji dan sholat. Bingkisan beragam dan kasur spring bed juga menjadi buah tangan untuk Muhammad.


Dihadapan keluarga dan jiran tetangga yang berkerumun saat itu, Kapolres Bima Kota dengan suara parau penuh haru, berucap, jangan biarkan anak bangsa sebagai generasi penerus negeri ini, merasakan beban hidup sejak dini.”Menjadi tanggung jawab bersama, untuk menolong dan membantu Muhammad. Kita tidak boleh membiarkan dia merasakan duka,”ucap Henry.


Negeri ini, kata Kapolres, sejak dulu dan telah membudaya jiwa gotong royong dan rasa kebersamaan. Sifat dan jiwa ini haruslah tetap di pupuk. “Jangan biarkan Muhammad merasakan beban itu sendiri. Bantu dan ringankan bebannya,”ajak Kapolres Bima Kota.

Hendak Mengebom Ikan Nelayan Ini Ditangkap Polairud Polda NTB

By On 19:48


MATARAM - Personel Kapal Polisi MURAI-4018 Korpolairud Baharkam Polri bersama-sama Personel Kapal Polisi 1002-XXI Dit Polairud Polda NTB berhasil menggagalkan nelayan yang hendak melakukan pengeboman ikan di perairan selat Sumbawa beberapa waktu lalu.


Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK M.Si bersama Direktur Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda NTB pada acara Konferensi Pers di Kantor Penghubung Direktorat Polairud Polda NTB, Kota Mataram, Kamis (13/1/2022).


"hari ini kita rilis hasil pengungkapan kasus tindak pidana perairan bersama Polairud Polda NTB," jelasnya.


Dalam pengungkapan kali ini Polairud Polda NTB berhasil amankan satu orang nelayan yang diduga melakukan pengeboman ikan di perairan selat Sumbawa berinisial SAD asal Lombok Timur, NTB.


Terduga pelaku SAD ditangkap saat Personel Kapal Polisi MURAI-4018 Korpolairud Baharkam Polri bersama-sama Personel Kapal Polisi 1002-XXI Dit Polairud Polda NTB melakukan patroli di sekitar Perairan Gili Lawang Pulau Sulat Kab. Lombok Timur pada koordinat 08°20'12”S dan 116°44'32"E beberapa waktu lalu.


"satu orang nelayan berhasil diamankan, masih ada dua rekannya belum ditangkap," jelas Kabid Humas Polda NTB.


Artanto menjelaskan, satu Bom Ikan yang dipakai nelayan tersebut, mempunyai kekuatan hingga 15 meter ke setiap sudutnya.


Dikatakan, tindakan tersebut tidak dibenarkan, karena bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.


Artanto mengimbau agar para nelayan untuk tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan bom karena dapat merusak kelestarian alam bawah laut seperti terumbu karang, dan juga hal itu tidak dibenarkan secara hukum sehingga merugikan banyak orang dan juga nelayan itu sendiri.


"kami harap hal seperti ini tidak terjadi lagi di NTB, karena hukumannya berat, yakni penjara dan denda," tandasnya.


Sementara Dir Polairud Polda NTB sendiri berkomitmen untuk terus melakukan pencegahan terhadap peristiwa serupa.


Pihaknya juga akan terus melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tidak menangkap ikan dengan cara ilegal atau melanggar hukum.


"kita akan terus melakukan pencegahan secara preventif dan preventif agar warga sadar bahwa hal seperti ini melanggar hukum," kata Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Kobul.


Dia dan jajarannya akan terus melakukan sosialisasi dan himbauan serta melakukan patroli untuk mencegah hal serupa terjadi.


Barang Bukti yang didapatkan berupa 3 (tiga) buah bom ikan rakitan dimana masing-masing rakitan terdiri dari 1 (satu) botol kecap dan 1(satu) botol air mineral 1,5 liter, kemudian 1 (satu) unit perahu motor tanpa nama, 2 (dua) Mesin Ketinting C ukuran 6 PK.


Terduga pelaku yang diamankan Polairud Polda NTB terancam dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 dan/atau Pasal 84 ayat (1) Jo. Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 45 Tahun 2009. hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.


Antisipasi Penyelundupan Lobster Jelang MotoGP Polairud Polda NTB Amankan SM

By On 19:46


MATARAM - Antisipasi penyelundupan benih Lobster sebelum MotoGP Mandalika digelar Maret mendatang, Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda NTB lakukan langkah pencegahan dengan mengidentifikasi segala jenis kemungkinan, salah satunya dengan melakukan penyelidikan ke setiap sudut yang dicurigai sebagai tempat penimbunan benih.


Alhasil Tim Intel air Subdit Gakkum Baharkam Polri bersama Danpal KP.XXI-1002 Dit Polairud Polda NTB amankan salah seorang laki-laki berinisial SM warga Jero Waru Lombok Timur, pada Sabtu (7/10/2021) lalu.


Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK M.Si mengatakan, pihaknya akan terus melakukan segala bentuk antisipasi sebelum MotoGP Maret mendatang digelar, salah satunya antispasi penyelundupan benih Lobster ini.


"pada saat MotoGP nanti akan banyak warga luar dari seluruh dunia akan datang ke NTB, jangan sampai momen itu dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari relasi guna melakukan tindakan yang tidak sesuai hukum, seperti penyelundupan Benih Lobster," ungkapnya usai Acara Konferensi Pers di Kantor Penghubung Polairud Polda NTB, Kamis (13/1/2022).


Terkait penangkapan terduga pelaku SM, Artanto menjelaskan bahwa, dia diamankan karena diketahui petugas melakukan jual beli Benih Lobster tanpa ijin usaha yang disahkan pemerintah.


"setiap orang yang akan menjalankan usaha jual beli Benih Lobster harus mempunyai surat izin yang disahkan pemerintah, sesuai undang-undang yang berlaku," tandanya.


Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga Menjelaskan, penangkapan SM, berawal dari informasi yang diterima Tim Intel air Subdit Gakkum Baharkam Polri, bahwa ada rumah yang dicurigai melakukan pengumpulan benih lobster di Kecamatan Jero Waru.


Selanjutnya Tim berkoordinaasi dengan Danpal KP.XXI-1002 Dit Polairud Polda NTB. Berdasarkan Laporan Informasi Nomor: R/LI-55/IX/2021/Intelair, Pada tanggal 7 September 2021 pukul 09.00 Wita, Anggota KP.XXI-1002 Dit Polairud Polda NTB melaksanakan pemetaan di wilayah Kecamatan Jero Waru, Lombok Timur.


"Setelah dilakukan pemetaan, tim langsung menuju ke rumah penampungan Benih Lobster tersebut dan dilakukan pemeriksaan, ditemukanlah benih lobster sebanyak kurang lebih 2.600 benih," ungkapnya.


Setelah dilakukan pemeriksaan SM tidak dapat menunjukkan surat ijin usaha jual beli Benih Lobster tersebut, itu sebabnya dia diamankan oleh Polisi.


"orang ini sudah dua tahun menggeluti bisnis tersebut, dan selama itu dia tidak mempunyai izin usaha jual beli Benih Lobster, maka kami amankan untuk dilakukan proses lebih lanjut," terangnya.


Dijelaskan,bahwa dalam kasus ini SM diduga melanggar Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1) UU RI No. 31 tahun 2004 Tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 45 tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.


Yang bunyinya, Setiap orang dengan sengaja di wilayah pengelolaan, perikanan, Negara Republik Indonesia melakukan usaha perikanan yang tidak memenuhi perijinan Berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).”


Selain itu SM juga diduga melanggar Pasal 26 ayat 1 UU RI No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang bunyinya “Setiap orang yang melalukan usaha perikanan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia wajib memenuhi perijinan berusaha dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kreteria yang di tetapkan oleh Pemerintah Pusat."


Kapolda NTB Dampingi Kunker Presiden Jokowi ke Sirkuit Mandalika

By On 19:44


LOMBOK TENGAH - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Irjen Pol Djoko Poerwanto, dampingi Presiden RI Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Sirkuit Mandalika, Kamis (13/1/2022), untuk mengecek kesiapan pelaksanaan MotoGP Mandalika Maret mendatang.


Selain Kapolda NTB, Kedatangan Presiden Ri juga disambut langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr Zulkieflimansyah, Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti (WB) Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST. M.Si., bersama sejumlah Stakeholder terkait NTB lainnya.


"Alhamdulillah kami bangga dapat mendampingi pak Presiden berkunjung ke Sirkuit Mandalika untuk mengecek persiapan pelaksanaan MotoGP Maret nanti," ujar Kapolda NTB Irjen Pol Djoko disela kesibukannya mendampingi Presiden di Sirkuit Mandalika, Kamis (13/1)


Dijelaskan bahwa, Presiden Joko Widodo puas melihat persiapan yang yang dilakukan semua stakeholder di Nusa Tenggara Barat menghadapai MotoGP Maret mendatang.


"Alhamdulillah tadi pak Presiden sempat bilang puas melihat perubahan Sirkuit, dia juga yakin MotoGP nanti sukses terlaksana," tuturnya.


Menyikapi hal itu, Jenderal Bintang dua itu berkomitmen akan melakukan yang terbaik saat event MotoGP berlangsung, terutama dari segi pengamanan.


"kami akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat event MotoGP nanti berjalan lancar, dengan memetik pengalaman saat WSBK kemarin, Insya Allah kalau kita bersama-sama pasti bisa," ujarnya.


Seperti diketahui bahwa, Polda NTB sudah mulai ambil ancang-ancang untuk melakukan pengamanan MotoGP nanti, salah satunya,  terlihat Heli Kopeter mulai distandbykan di Mako Polda NTB.


Selain itu, pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan rapat persiapan dan Anev guna memperjelas segala sesuatu yang akan dilakukan nanti.


"dalam waktu dekat kita akan melakukan simulasi pengamanan, guna memantapkan pengamanan nanti , personel juga sudah ada gambaran dan akan ditambah lagi dari luar NTB," pungkasnya.



Kapolresta Mataram Cek TKP Pencurian Kabel Galian di Mataram

By On 19:42


Mataram NTB - Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi SIK, MM didampingi Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST, SIK dan Kasi Humas Polresta Mataram Iptu Erny Anggraeni, SH menghadiri kegiatan olah TKP atas tindak pidana Pencurian Kabel galian bawah tanah di duga milik PT. Telkom, bertempat di Jalan Panca Usaha, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Jum'at (14/01/2022).


Peristiwa Pencurian ini sendiri terjadi Jum'at (14/01/2022) sekitar pukul 01.00 Wita, dan penangkapan terhadap pelaku dilakukan oleh Tim Puma Reskrim Polresta Mataram pada saat pelaku sedang melakukan Pencurian kabel galian tersebut.


"Dugaan sementara Kabel ini milik PT, Telkom, kami masih melakukan penyidikan terkait kabel ini milik siapa, namun kami telah mengamankan 3 orang pelaku saat itu juga,"ungkap Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi ,SIK di TKP jalan Panca Usaha Mataram.


Menurut Heri, Polisi belum bisa menyimpulkan secara jelas kronologis kejadian Karena saat ini masih dalam proses penyidikan.  Menurut keterangan, pelaku terdiri dari 5 orang, namun baru 3 pelaku yang berhasil ditangkap, sementara 2 diantaranya berhasil kabur dan masih dalam proses pengejaran.


"Sementara diketahui 3 pelaku tersebut bernama A, M dan H yang semuanya berasal dari Lingkungan Pusaka Monjok, Kecamatan Mataram termasuk 2 orang yang berhasil kabur,"jelasnya.


Heri menjelaskan berdasarkan keterangan Bapak SK Kepala Lingkungan Pusaka Monjok, membenarkan bahwa kelima pelakunya merupakan warga nya yang memang saat ini tidak punya pekerjaan.


"Sebelumnya beberapa dari mereka telah diberikan pekerjaan sebagai tukang parkir dan penjaga sekolah, namun karena hasil nya tidak sesuai dengan harapan, akhirnya berhenti bekerja dan kembali menganggur,"ucap Heri mengutip keterangan Kepala Lingkungan SK.


Lanjut Kapolresta, Untuk saat ini kami hanya mengecek TKP, sementara Tim Reskrim masih bekerja melakukan penyidikan termasuk mengumpulkan keterangan saksi seperti rekaman CCTV yang terpasang di salah satu Toko Elektronik yang terletak tepat berhadapan dengan TKP.


"Dari rekaman CCTV tersebut kami akan pelajari dan selidiki siapa-siapa yang terlibat tindak Pidana Pencurian kabel ini. Tunggu saja kami sedang proses dulu,"jawab Heri singkat  di hadapan awak media.


Sementara itu ditempat yang sama salah seorang warga yang tinggal disekitar TKP bernama HR membenarkan bahwa beberapa malam dia mendengar orang menggali sekitar pukul 02.00 WITA , karena penasaran HR menghampiri dan menanyakan kepada mereka sedang gali apa, dan dijawab oleh pelaku memperbaiki saluran air.


"Dijawab lagi perbaiki saluran katanya saat saya tanya, dan saya melihat sekitar 4 atau 5 orang saat itu, namun saya tidak melihat dia mengambil sesuatu atau kabel dari dalam galian tersebut, karena selesai saya tanya saya langsung balik pulang,"ungkap HR.

Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur, Oknum Kades Oi Tui Wera Dilapor ke Unit PPA Polres Bima Kota

By On 19:41


Kota Bima , NTB – Muncul lagi kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur di Bima. Kali ini gadis belia usia (15) sekolah, diduga  digagahi SDM alias One (45) yang tidak lain pejabat Kepala Desa Oi Tui Kecamatan Wera Kabupaten Bima.


Terkuaknya dugaan persetubuhan anak dibawah umur ini,  melalui hasil chatingan pada massanger antara korban dengan oknum Kades tersebut. Chatingan keduanya tersebut berisikan perbincangan yang dinilai tak wajar. Celakanya, hasil chatingan keduanya itu beredar luas pada WhatsApp Group (WAG) yang diduga dilakukan oleh seseorang yang hingga detik ini masih ditelusuri oleh Polisi.


Korban diduga disetubuhi oleh oknum Kades tersebut sejak Oktober 2021, sebanyak dua kali diperlakukan secara tak senonoh oleh oknum Kades tersebut pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sama.


Kedua orang tua orang telah melaporkan secara resmi kasus ini kepada pihak Sat Reskrim Polres Bima Kota melalui Unit PPA pada Rabu (12/1). “Kami sudah melaporkan kasus ini secara resmi. Tak ada kata damai, kecuali kasus ini harus dituntaskan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,”pastinya.


Secara terpisah Kapolres Bima Kota, AKBP henry Novika Chandra melalui Kasat Reskrim setempat, Iptu Muhamad Rayendra pada wartawan, membenarkan bahwa kasus iuni telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban kepada pihaknya pada Rabu (13/1) pekan ini.


“Ya, kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua Bunga. Pelapor melaporkan oknum Kades Oi Tui Kecamatan Wera Kabupaten Bima berinisial SDM alias One terkait dugaan persetubuhan terhadap Bunga,”jelas Rayendra Kamis (13/1) kemarin.


Penyidik Unit PPA jelasnya, tengah memeroses dugaan persetubuhan ini, baik memeriksa saksi-saksi, meminta keterangan korban dan olah TKP serta lainnya.


“Kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur merupakan kejahatan luar biasa (ekstra ordinary crime). Oleh karenanya, penanganan kasus tersebut telah menjadi atensi, dan mutlak untuk ditangani secara serius,” pungkasnya.



Kapolri Minta Forkopimda Maluku Terus Lakukan Akselerasi Vaksinasi Kejar Target 70 Persen

By On 19:39


Maluku - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau secara langsung kegiatan akselerasi vaksinasi massal di Provinsi Maluku dengan hadir secara langsung di Lapangan Merdeka Kota Ambon, Jumat (14/1/2022).


Dalam kesempatan itu, Sigit meminta agar Forkopimda Maluku untuk terus melakukan strategi akselerasi vaksinasi guna mengejar target Pemerintah sebesar 70 persen. Mengingat, saat meninjau ke Maluku, Sigit mendapatkan laporan bahwa saat ini masih berada di angka 63 persen.


"Karena target pencapaian Pemerintah sudah diangka 84 persen. Dan tentunya wilayah Maluku harus segera mengejar untuk mencapai target 70 persen," kata Sigit dalam tinjauannya. 


Mantan Kadivpropam Polri itu mengungkapkan, dari hasil dialog interaksinya secara langsung dengan beberapa wilayah di Maluku, masih mengalami beberapa kendala terkait dengan vaksinasi. Diantaranya soal kondisi geografis dan masih ada masyarakat yang perlu diberikan penjelasan lebih mendalam akan pentingnya vaksinasi. 


Namun, Sigit menekankan, dari wilayah di Maluku tersebut, telah menyatakan kesiapannya untuk sanggup melakukan akselerasi vaksinasi sebesar 70 persen. 


"Kita tadi dapatkan informasi kondisi gejala geografis dan sebagian kecil masyarakat masih perlu ada penjelasan atau sosialisasi karena masih ragu atupun takut vaksinasi. Namun dari hasil komunikasi dan laporan rata-rata sanggup untuk mencapai 70 persen," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.


Saat kunjungan kerjanya ke Maluku, Sigit juga menyempatkan untuk mengecek pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP 6 Ambon untuk memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan disiplin, sehingga anak-anak dan tenaga pendidik aman dari paparan Covid-19. 


Sigit menyatakan, untuk di Kota Ambon sendiri pencapaian vaksinasinya sudah mencapai 94 persen. Sebab itu, ia berharap, hal ini dapat menjadi motivasi untuk wilayah lain di Maluku, dalam mengejar target dari Pemerintah Indonesia. 


"Karena ini berdampak pada kegiatan lanjutan yaitu aturan mengenai pembelajaran tatap muka. Karena memang ada aturan bahwa untuk bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka pencapaian vaksinasinya juga harus di sesuaikan. Asesmen level juga ikut menentukan," ucap Sigit. 


Disisi lain, Sigit menekankan untuk Forkopimda Maluku mempertahankan tren positif soal positivity rate yang saat ini berada di angka 0 persen. Hal itu, kata Sigit sangat baik, namun memang perlu ada upaya lebih keras untuk mendorong akselerasi vaksinasi. Pasalnya, dengan begitu varian baru Covid-19 Omicron dapat diantisipasi serta dicegah.


"Karena kita juga tetap waspada varian Omicron sudah masuk rata-rata datang dari pelaku perjalanan luar negeri dan saat ini sudah terjadi transmisi lokal yang tentunya kita harus sama-sama jaga dan waspada serta strategi yang harus kita lakukan adalah bagaimana kemudian membekali masyarakat dengan vaksinasi," tutur Sigit.


Oleh karenanya, Sigit mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus melakukan protokol kesehatan secara disiplin dan tidak ragu ataupun takut melakukan vaksinasi. Mengingat, vaksinasi dapat meningkatkan imunitas terhadap Covid-19.


"Karena memang kalau ini tidak kita jaga, ada potensi setelah kegiatan PTM adik-adik kita bertemu keluarga yang tentunya disitu ada yang berusia lansia dan juga rentan terhadap risiko terjadinya penularan covid. Sehingga mau tidak mau semua ini harus kita jaga, kita waspada, kita tingkatkan. Sehingga, Provinsi Maluku segera mencapai target. Namun saya yakin optimis dari laporan yang ada pencapaian atau target itu bisa tercapai. Positivity rate yang saat ini berada di angka 0 persen terus dipertahankan, prokesnya tetap dikuatkan. Sehingga pada saat kita kejar pencapaian tidak terjadi lonjakan terkait varian baru Omicron," tutup Sigit.

Gelar Anev, Kapolri Instruksikan Jajaran Jangan Enggan Temui Warga dan Jaga Kepercayaan Publik

By On 20:16


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar Video Conference (Vicon) analisa dan evaluasi kepada seluruh jajaran di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Dalam kegiatan itu, Ia juga memberikan arahan untuk menjadi institusi Korps Bhayangkara kedepannya semakin dicintai dan diharapkan oleh masyarakat. 


Sigit berharap, dengan analisa dan evaluasi ini, seluruh personel kepolisian dapat menyiapkan program serta melakukan perbaikan yang lebih baik di tahun 2022. 


"Terima kasih rekan-rekan yang telah mengikuti rangkaian Anev ini dari pukul 10.00 sampai pukul 18.00 WIB mungkin ini Anev terlama. Semoga ini bermanfaat bagi rekan-rekan untuk mengisi program kegiatan kita di tahun 2022 ini, menjadi lebih baik dari tahun 2021," kata Sigit kepada seluruh jajarannya, Rabu (12/1/2022).


Dalam pengarahannya, mantan Kapolda Banten tersebut, menekankan kepada seluruh jajarannya untuk menatap dan menghadapi tahun 2022 dengan terus melakukan perbaikan pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Korps Bhayangkara. 


Menurut Sigit, semangat perubahan itu sebagaimana dengan transformasi Polri yang Presisi. Dewasa ini, kata Sigit, kepolisian mau tidak mau harus melakukan perubahan untuk mewujudkan polisi yang diharapkan dan dicintai oleh masyarakat.


"Kemudian dihadapkan dengan bagaimana menuju transformasi Polri yang Presisi. Terkait dengan posisi Polri di mata masyarakat, tingkat kepercayaan dan kepuasan, tadi sudah kita ukur. Dinamika yang ada, kapan kepuasan, kepercayaan publik meningkat dan kapan kepercayaan publik itu turun," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.


Guna menjaga kepercayaan publik, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau pelanggaran. Kedepannya, Sigit menginginkan, personel kepolisian menjadi sosok yang memberikan rasa aman kepada masyarakat. 


Lalu, kata Sigit, polisi juga harus mampu menyelesaikan masalah di lapangan, menjadi problem solver, menegakan hukum dengan tegas dan humanis, serta menjadi representasi kehadiran negara di kala masyarakat  membutuhkan kehadiran Polri. 


"Dimana Polri harus hadir dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan adanya nilai keadilan harus terus ditingkatkan. Khususnya responsif terhadap apa yang menjadi kemauan masyarakat," ucap Sigit.


Dalam evaluasi ini, Sigit menekankan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja lebih keras lagi meningkatkan kepercayaan publik yang belakangan ini menurun. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan turun secara langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. 


Ia menekankan untuk seluruh personel kepolisian terutama di level pimpinan untuk tidak enggan dan sungkan menemui masyarakat secara langsung dengan siapapun dia tanpa memandang status sosial ataupun jabatannya. 


Karena, lanjut Sigit, kegiatan temu warga merupakan upaya jemput bola sekaligus langkah proaktif Polri untuk menghilangkan sumbatan komunikasi dan bisa memperkuat hubungan antara polisi dan warga. Tak hanya itu, hal tersebut juga menjadi jembatan komunikasi bagi masyarakat yang hopeless, frustasi dan berpersepsi negatif ke kepolisian. 


"Terkait dengan pembinaan dan perbaikan terus kita lakukan untuk meningkatkan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Karena Polri betul-betul bisa hadir melaksanakan tugas pokok secara profesional, kita tidak anti kritik dan perbaiki koreksi-koreksi yang diberikan masyarakat dan betul-betul bisa diperbaiki," tutur Sigit.


Pada kesempatan ini, Sigit juga mengingatkan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal menjaga dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman dan damai. 


Tak hanya itu, Sigit menyatakan, Polri juga harus melakukan kesiapan dan antisipasi sejak dini terkait dengan agenda event nasional maupun internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia saat Pandemi Covid-19. Dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan, Sigit menyatakan, hal itu juga akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian. 


"Proses perjalanan event tersebut, ini pertaruhan Indonesia di mata dunia dan kewajiban Polri dari sisi menjaga kamtibmas dapat berjalan dengan baik. Semua sudah mendengar dari rekan-rekan yang bertugas di bidang pencegahan, penegakan hukum, pemeliharaan harkamtibmas dan kita saat ini dalam posisi menyamakan gerakan," papar Sigit. 


Sigit mengatakan, aspirasi dan harapan masyarakat yang berkembang kepada institusi Polri, itu merupakan masukan dan harapan dari masyarakat untuk menjadikan Korps Bhayangkara sebagai lembaga yang dicintai masyarakat. Karena itu, Sigit meminta, kepolisian jangan lelah untuk terus melakukan evaluasi atas segala masukan yang ada.


"Potret dan warna yang disampaikan masyarakat bagaimana menyukai polisi dan tidak menyukai polisi, harapan dan hal-hal yang bisa diwujudkan Polri, hal-hal yang buat Polri dipercaya dan tidak, itu semua kita harus pahami, tinggal bagaimana menguatkan dan membesarkan hal yang meningkatkan kepercayaan. Dan kurangi hal-hal yang mengurangi kepercayaan Polri. Kita harus jaga 400 ribu lebih anggota dan institusi. Ada harapan yang baik jika bertemu dengan polisi," tutup Sigit.

Contact Form

Name

Email *

Message *