Popular Posts

HEADLINE NEWS

Haris Sukamto : Semoga Pengalaman Magang Ini, Dapat Menjadi Bekal Mahasiswa Untuk Berkarir

By On 17:23


Mataram
, - Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, Haris Sukamto, menerima lima orang mahasiswi dari fakultas Hukum Universitas Mataram yang akan melakukan magang selama satu bulan di Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, Selasa (03/08/2021). 


Menyambut lima mahasiswi yang datang didampingi oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Mataram, Hirsanuddin serta Ketua BEM FH Unram, Bagus Danu Atmaja dan Menteri Eksternal BEM FH Unram, Albert Aruan, 


Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB Haris Sukamto menjelaskan, tugas dan fungsi dari masing-masing divisi yang ada di Kemenkumham NTB.


"Selama proses magang ini, mahasiswa dapat mengetahui tugas dan fungsi dari kantor wilayah serta dapat langsung mempraktikannya".


"Semoga pengalaman magang ini dapat menjadi bekal mahasiswa untuk berkarir ke depannya," tutur Haris didampingi oleh Kepala Divisi Administrasi dan Kepala Divisi Pemasyarakatan.


Haris juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa magang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar senantiasa terhindar dari penyebaran virus covid-19 dan kelancaran proses magang di kantor wilayah Kemenkumham NTB, pungkasnya.

Dua Jempol !, HBK bantu Pemugaran 50 RTLH Warga Lombok

By On 15:37


MATARAM-Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) , tanggal 1 Agustus 2021 kemarin memulai program pemugaran 50 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Pulau Seribu Masjid. Program ini merupakan wujud nyata kehadiran HBK di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan akibat pandemi Covid-19.

 

"Saya berharap program pemugaran RTLH di P. Lombok ini akan memberi kontribusi terhadap pengurangan rumah tidak layak huni,” kata HBK, Selasa (03/08/2021).

 

Dia mengatakan, banyak masyarakat di P. Lombok yang saat ini masih tinggal di rumah-rumah yang kondisinya tidak layak huni. Terutama akibat bencana gempa besar beruntun yang melanda P. Lombok pada tahun 2018 lalu. Dalam banyak interaksi dengan masyarakat di seluruh P. Lombok, HBK mendapat aspirasi langsung dari masayrakat soal kondisi tempat tinggal mereka yang memprihatinkan tersebut.

 

“Inilah kenyataannya di lapangan. Masih banyak saudara-saudara dan keluarga besar kita yang menjadi korban gempa, namun masih belum tersentuh dengan bantuan,” kata pria yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo Subianto ini.

 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengatakan, dirinya kemudian berinisiatif mencari program bantuan bedah runah di Komisi V DPR RI. Dia mengetahui kalau pemerintah sebetulnya memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang sebelumnya dikenal dengan program bedah rumah. Program ini ada di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam realisasinya, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Komisi V DPR RI untuk menyalurkan BSPS ini kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga mereka mendapatkan rumah tinggal yang layak huni. Namun begitu, ketika HBK berjuang mendapatkan program ini rupanya program PSBS ini hampir terdistribusi dan terealisasi seluruhnya di TA 2020/2021.

 

Sebelumnya HBK telah mendatangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang Kepala BNPB nya pada waktu itu, Letjen TNI Doni Monardo adalah teman sekelasnya saat menempuh pendidikan di Akmil Magelang. Namun, rupanya, bantuan RTLH di BNPB juga telah terdistribusi dan terealisasi seluruhnya di P. Lombok dan telah pula diserah-terimakan kepada masyarakat.

 

Resah dengan kondisi masyarakat P. Lombok yang masih tinggal di rumah-rumah yang tidak layak huni, HBK tidak menyerah. 

Dia kemudian menggalang bantuan koleganya di Komisi V DPR RI agar ada bantuan bedah rumah yang bisa direalisasikan di tahun ini.

 

“Alhamdulillah, berkat do'a saudara-saudara dan keluarga besar kita di P. Lombok, akhirnya kami mendapatkan 50 paket program bedah rumah tersebut dari teman-teman di Komisi V DPR RI,” tuturnya.

 

Untuk TA 2020/2021 ini, HBK mengatakan, total ada 50 paket program bedah rumah yang akan disalurkan pihaknya di lima Kabupaten/Kota yang ada di P. Lombok. Diakui HBK, bahwa jumlah tersebut memang masih sangat jauh dari kebutuhan yang diperlukan oleh mssyarakat. Namun, dia memastikan, untuk TA 2021/2022, sudah disiapkan sedikitnya 300 paket bantuan bedah rumah untuk masyarakat P. Lombok.

 

Saat ini, Tim HBK Peduli, tengah menginventarisir, mendata dan memastikan rumah-rumah yang tidak layak huni di wilayahnya masing-masing agar program bedah rumah ini benar-benar efektif dan tepat sasaran.

 

“Kita akan berikan progran BSPS ini kepada saudara-saudara kita yang sangat-sangat membutuhkan,” imbuhnya.

 

Dia meyakini sepenuhnya, meskipun bantuan yang diberikan ini tidaklah seberapa, jauh dari kondisi ideal sebagaimana yang dibutuhkan masyarakat, tapi paling tidak program ini disebutnya telah mampu mendorong masyarakat berempati satu dengan yang lain. Program ini ditegaskan HBK, akan menumbuhkan sikap kegotong-royongan yang merupakan warisan luhur dari nenek moyang kita yang hidup di bumi Indonesia.

 

“Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, banyak tetangga atau kerabat yang dengan sukarela ikut melibatkan diri dalam membantu pembangunan rumah-rumah yang tidak layak huni bagi mereka yang menjadi sasaran dari program ini. Dan ini sangat mengharukan," kata politisi Partai Gerindra ini.

 

HBK pun mendorong Pemerintah Daerah juga masyarakat yang lain untuk mengambil peran serupa. Bersama-sama membantu mereka yang kurang beruntung, yang sampai saat ini belum mampu memiliki rumah yang layak huni.

 

*Rasa Syukur Warga Penerima Bantuan*

 

Sementara itu, Inaq Satirah, warga Karang Lebah, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, tak henti-hentinya mengucap rasa syukur manakala mendapati dirinya bakal mendapat bantuan program bedah rumah ini.

 

Dia menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada HBK. Perempuan 50 tahun ini mengatakan bahwa bantuan bedah rumah tersebut sangat berarti untuknya. Jika musim hujan tiba, rumah Inaq Satirah memang banyak kebocoran di mana-mana.

 

Boro-boro menyiapkan biaya untuk memperbaiki rumahnya yang bocor dimana-mana, perempuan yang bekerja sehari-harinya sebagai tukang pijit ini, hanya punya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari. Itu pun jika dirinya beruntung, sebab terkadang pendapatannya malah tak cukup hanya untuk memenuhi kebutuhannya, meski hanya sehari.

Polsek Batukliang Identifikasi Mayat Perempuan Tua Meninggal di Sawahnya

By On 22:05



Lombok Tengah, NTB - Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan usia 60 tahun ditemukan meninggal dunia di sawahnya di Dusun Bare Untung Desa Bujak Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Minggu (01/08/2021) sekitar pukul 19.30 Wita. 


Mayat perempuan yang diketahui bernama Inaq Warni itu ditemukan tergeletak tak bernyawa di areal persawahan oleh anak kandungnya Martawan (36). 


Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK melalui Kapolsek Batukliang Iptu Gede Gisiyasa, SH beserta Bhabinkamtibmas Desa Bujak dan Fungsi Polsek Batukliang segera menuju lokasi kejadian setelah mendapat laporan masyarakat terkait hal tersebut untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 


Menurut Kapolsek, penyebab meninggalnya korban Inaq warni masih dalam proses penyelidikan. 


"Muka korban dipenuhi darah saat anaknya Martawan berusaha mengangkat kepala mayat ibunya. Martawan seketika kaget melihat ada darah di muka ibunya," jelas Kapolsek. 


Menurut keterangan saksi Martawan, kata Kapolsek, ibunya memang kerap pergi ke sawah untuk melihat tanaman padi dan kacang tanah yang ditanaminya. Namun karena hingga Magrib belum pulang, Martawan mencari ibunya ke beberapa rumah keluarga tetapi tidak ada. 


"Saksi berinisiatif untuk mencari korban ke sawah miliknya yang tidak jauh dari rumahnya,  disana Martawan menemukan ibunya terlentang dengan posisi miring di pematang sawah," kata Kapolsek. 


"Setelah mengangkat kepala ibunya, Martawan melihat ada darah di muka ibunya dan melepasnya lagi kemudian berteriak minta tolong kepada warga sekitar," imbuh Kapolsek. 


Setelah dilakukan olah TKP oleh Unit Idenfikasi Polres Lombok Tengah dan Polsek Batukliang , jenazah Inaq Warni kemudian dibawa ke Puksesmas Mantang untuk dilakukan idenfikasi awal. 


"Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk dilakukan otopsi," jelas Gede Gisiyasa.

Kapolresta Beri Bingkisan Untuk Anggota Yang Isoman

By On 22:02


Mataram – Sebanyak 9 orang Personel Polresta Mataram  yang tengah menjalani Isolasi mandiri (Isoman) karena terpapar Covid-19 gejala ringan mendapat bingkisan paket sembako dari Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi SIK, MM, Senin (2/8/2021).


Bantuan sembako dan Vitamin ini disalurkan langsung oleh Kasat Binmas Polresta Mataram Kompol Tauhid mewakili Kapolresta Mataram dan diikuti oleh personel Sat Binmas dan Bintara Remaja (Baja) dengan cara  bingkisan paket sembako ditaruh di depan kediaman masing-masing personel yang tengah menjalani isolasi mandiri.


Disampaikan Tauhid, kegiatan yang dilaksanakan tersebut adalah bentuk kepedulian dan perhatian pimpinan terhadap anggotanya yang terkonfirmasi positif Covid-19.


“Harapan kami bantuan yang kami berikan kepada personel ini bisa meringankan beban mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri. Selain itu, kami juga memberikan motivasi, dorongan semangat kepada personel untuk tidak mudah putus asa dan segera pulih kembali,” pungkasnya.


Selain menyalurkan bantuan sembako, Tauhid juga meminta agar personel menjalankan pola hidup sehat dan  mengkonsumsi Vitamin serta mentaati anjuran yang diberikan pemerintah. Seperti selalu mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun serta mengurangi mobilitas. " Anjuran dan larangan dari pemerintah harus dilaksanakan. Supaya kita tetap aman ," terangnya. Secara keseluruhan, giat penyaluran sembako berlangsung aman dan lancar.

Gadai Sepeda Motor Hasil Curian Di Dompu, Wanita 20 Tahun Diringkus Tim Puma Polres Sumbawa

By On 21:58


Sumbawa Besar -DPS Wanita 20 Tahun asal Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara diringkus Tim Puma Polres Sumbawa (1/8/2021) di Kecamatan Manggalewa Kabupaten Dompu setelah mencuri sepeda motor, pencurian sepeda motor tersebut tercatat dalam laporan polisi nomor : LP/364/VII/2021/SPKT, tanggal 10 Juli 2021. Pihak keopolisian berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor CBR warna hitam yang merupakan hasil curian.


Kasat Reserse Kriminal Umum Polres Sumbawa AKP Akmal Novian Reza, S.IK. yang di konfirmasi melalui Kasi Humas Polres Sumbawa AKP Sumardi, S.Sos membenarkan penangkapan tersebut. "Diringkus kemarin sore sekitar pukul 16.30 wita tanpa perlawanan. DPS menggadaikan sepeda motor hasil curian nya tersebut, agar dipercaya DPS mengaku anak tentara." singkatnya.


"Pencurian berawal dari pelaku meminta korban untuk menemani mencari kos-kosan, kemudian korban meninggalkan pelaku bersama dengan kendaraan nyan tersebut saat hendak ke kamar mandi, saat keluar dari kamar mandi  kendaraan nya sudah tidak ada. Untuk TKP pencurian nya tepatnya di Kos-kosan belakang hotel Jayani Desa Labuan Sumbawa." tambahnya.


Kasi Humas juga menerangkan bahwa saat ini DPS sedang dalam proses penyidikan "Saat ini sedang dalam proses penyidikan yang ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Sumbawa, Kami sedang mendalami apakah ini baru pertamakali, atau sebelumnya sudah pernah melakukan pencurian." tutupnya. 

Traffic Light Simpang Empat Bengkel Labuapi Sudah Aktif Kembali, Satlantas Polres Antisipasi Trial Error

By On 21:54


Lombok Barat, NTB - Satuan Lalulintas Polres Lombok Barat, tindaklanjuti Kepadatan arus lalulintas yang terjadi di area simpang empat Bengkel Labuapi Lombok Barat.


Kasat lantas Polres Lombok Barat Iptu Agus Rachman, S.H. mengatakan, kepadatan lalulintas kerap terjadi terutama pada hari tertentu, dan jam-jam sibuk di Lokasi ini.


“Dari hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan Lombok Barat, selama pengaktifan Traffic Light, bakal dievaluasi, estimasinya sekitar dua minggu dalam masa trail error,” ungkapnya, Senin (2/8/2021).


Menurutnya, aktifnya kembali traffic light merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan akibat kepadatan arus lalulintas di Simpang Empat Bengkel, namun perlu dilakukan pengaturan Timer System Alat Pemberi isyarat Lalu Lintas (APILL).


“Dalam massa Trail error, akan dievaluasi kembali sesuai dgn masukan dan aduan Masyarakat, sehinga diharapkan diperoleh metode terbaik dalam mengatasi ini,” ujarnya.


Dimana, kepadatan arus lalulintas diprediksi terjadi setiap jumat, sabtu dan minggu, sedangkan jam padat setiap harinya, dari arah Utara sekitar pukul 08.00- 12.00 diman banyak terjadi aktifitas pelaku ekonomi.


“Sebaliknya jam padat dari arah selatan terjadi sekitar pukul 15.00- 18.00. Wita , setelah usai jam kerja,” katanya.


Sedangkan pelebaran bahu jalan sudah dilakukan sepanjang tujuh meter disekitar lokasi, sehingga dengan diaktifkannya kembali traffic light di lokasi ini, diharapkan arus lalulintas semakin lancar.


“Selama massa pengaktifan ini, akan diterjunkan Personil Gabungan dari Dishub dan Sat Lantas Polres Lombok Barat, hingga traffic light benar-benar telah aktif,” katanya


Adapun kegiatan yang dilakukan selama masa tersebut yaitu melalui kegiatan Patroli dan  Mobiling, untuk memastikan tidak ada penumpukan kendaraan pada jalur atau titik yang mengarah ke Simpang Empat Bengkel.


“Secara Stasioner, menempatkan personil Satuan Lalulintas kolaborasi dengan personil Polsek Labuapi saat jam-jam kepadatan arus lalulintas,” tandasnya.

Satlantas Polres Lobar Amankan Tiga SPBU, Tangani Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM

By On 21:51


Lombok Barat, NTB - Pemandangan Antrean kendaraan di salah satu SPBU di  Mesanggok Gerung dan dua lokasi lainnya, kerap terjadi, terutama pada pagi hari, dimana antrean hingga hingga di Jalan Raya.


Dengan situasi tersebut, membuat Satuan Lalulintas Polres Lombok Barat turun tangan melakukan pengamanan melalui pengaturan di Lokasi ini, Senin (2/8/2021).


Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Agus Rachman, S.H. mengatakan, dari hasil pemantauan pada tiga titik SPBU di Lombok Barat, kerap terjadi antrean Panjang dalam pengisian BBM.


“Berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan Lalulintas, mengingat antrean kendaraan ini Sebagian besar akan mengisi BBM solar, sehingga didominasi mobil truk,” ungkapnya.


Selain berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan Lalulintas, ditengah penerapan PPKM Level 3 di Lombok Barat, tentunya ini juga berpotensi menimbulkan kerumunan.


“Menghimbau kepada pengemudi kendaraan tetap mematuhi Prokes, ditengah upaya-upaya pencegahan Covid-19, untuk tidak berkerumun saat mengntre,” ujarnya.


Dari hasil koordinasi dengan pengelola SPBU, antrean kendaraan dalam mengisi BBM ini terjadi, karena limit pasokan dari Depo Pertamina.


“BBM dijatah secara bergiliran, sehingga saat stok BBM kosong, kendaraan mengantre hingga suplai BBM dari Depo datang,” ucapnya.


Desangan situasi seperti ini, kepada pengemudi dihimbau dalam mengantre, memarkir kendaraan tidak pada ruang jalan, melainkan  bahu jalan guna memperlancar arus lalulintas.


“Agar tidak sampai menghalangi kendaraan lain, bila ini terjadi yang pasti dapat menimbulkan kemacetan, bahkan kecelakaan ditabrak oleh kendaraan lain yang sedang melintas,” imbaunya.


Sehingga, jajarannya secara intens melakukan koordinasi dengan pihak pengelola SPBU, untuk memastikan Kamseltibcar lantas tetap terjaga, saat terjadinya antrean akibat BBM limitnya ketersediaan BBM.


“Pengamanan melalui pengaturan lalulintas dilakukan hingga benar-benar tidak terjadi antrean, selain kerawan yang telah disebutkan tadi, saat pengisian tentunya sangat perpotensi terjadi kericuhan,” pungkasnya.

Dua Kali Putaran Kunci Letter T, Sang Residivis Berhasil Mencuri Motor

By On 21:49


Mataram - Tim Puma Polresta Mataram berkerjasama dengan Tim Puma Polres Lombok Tengah menangkap seorang tersangka pencurian sepeda motor berinisial ABD alias Dollah (35).


"ABD ini, merupakan seorang Residivis yang sudah tiga kali keluar masuk penjara dengan perkara yang sama yaitu curanmor," ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Kadek Adi Budi Astawa, S.T., S.I.K., didampingi Kasi Humas, Iptu Erny Anggraeni S.H., saat dikonfirmasi.


Kadek Adi mengatakan bahwa tersangka ABD diajak oleh rekannya berinisial AG yang saat ini berstatus DPO untuk melakukan aksi pencurian tersebut.


"Ia berhasil mencuri sebuah kendaraan bermotor jenis Beat menggunakan kunci T. Dan modus yang dijalankan pelaku adalah dengan mencari lokasi yang dianggap aman dan sepi untuk dijadikan target," bebernya.


Setelah diperiksa lebih lanjut, pelaku mengaku melakukan pencurian sepeda motor di Jalan Bambu Runcing, Lingkungan Pejeruk Abian, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Dari keterangan itu juga, Polisi akhirnya menemukan fakta bahwa pelaku ABD mencuri bersama AG.


"Di sana kedua pelaku menjalankan aksinya, di mana ABD berperan sebagai eksekutor dan AG berperan sebagai joki alias yang mengantarkan ABD mencari target sepeda motor," ujar Kadek Adi.


Dalam menjalankan aksinya, ABD mencuri motor dengan menggunakan kunci T dengan memasukkannya ke dalam lubang kuncian dan memutarnya ke arah kanan dengan 2 kali putaran. Putaran pertama adalah untuk merusak kunci stang sementara putaran kedua untuk menghidupkan sepeda motor.


Setelah mencuri keduanya membawa kabur sepeda motor tersebut ke rumah AS di Lombok Tengah untuk dijual. Ia menjualnya dengan harga Rp 1.8 juta rupiah.


"Akibat perbuatan kedua pelaku, korban mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta," katanya.


Selain menangkap pelaku ABD, polisi juga menyita 1 unit sepeda motor hasil curian, merk Honda Beat warna hitam bernomer polisi DR 3557 CN bersama 1 buah kunci letter T dan anak kunci letter T.


"Dari hasil penggeledahanpun, petugas menemukan berbagai plat nomer ataupun kunci letter T dan BPKB,"  jelas Kadek Adi


Pelaku ABD dijerat pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. Sementara AS yang berperan sebagai penadah akan diperiksa di Polres Lombok Tengah guna penyelidikan lebih lanjut.

Olah Raga Secara Rutin Salah Satu Cara Meningkatkan Imun Tubuh

By On 21:48


Mataram - Dalam rangka menjaga kesehatan fisik serta imunitas terhadap Bintara remaja tahun 2021, Polresta Mataram rutin melakukan olah raga demi menjaga kebugaran serta meningkatkan imun tubuh ditengah maraknya wabah pandemi Covid-19.


Kegiatan senam pagi di Polresta Mataram dilaksanakan kali ini dengan diikuti oleh seluruh Bintara Remaja Angkatan Tahun 2021 yang sedang bertugas di Polresta Mataram.


Olahraga bagi Bintara Remaja tahun 2021 di Polresta Mataram dilaksanakan Senin, 02/08/2021 di Mapolresta Mataram yang dipimpin langsung oleh Kasi Humas Polresta Mataram Iptu Erny Anggraeni, SH dan Wakasat Sabhara Polresta Mataram Iptu M. Zaini.


"Kegiatan ini rutin dilaksanakan di Polresta untuk menjaga ketahanan fisik apalagi di suasana Covid-19 imun kita harus tetap terjaga, " Jelas Iptu Erny.


Disamping itu, olahraga semacam ini adalah kegiatan rutinitas Polresta Mataram terutama kepada anggota yang baru seperti Bintara Remaja angkatan 2021 ini. Sebanyak 60 anggota Bintara Remaja tahun 2021 mengikuti olahraga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan sehingga diharapkan dalam melaksanakan tugasnya lebih bersemangat."Ungkap Zaini".


"Memelihara dan menjaga kesehatan untuk meningkatkan imun tubuh saat ini sangat diperlukan agar kita tidak mudah diserang Virus penyakit seperti halnya virus covid-19, " tutup Zaini.

H Ahmad Rusni Kembali Datangi Polresta Mataram Terkait Pengerusakan Pagar Pembatas

By On 16:16


MATARAM  - Untuk kesekian kalinya Haji Ahmad Rusni selaku owner PT Dasar Ilham Sakinah yang akrab disapa H Rusni itu mendatangi Polresta Mataram, kedatangannya kali ini untuk menanyakan hadis laporannya terkait pengerusakan pagar pembatas perumahan yang ada di jalan Lingkar Selatan Kota Mataram.


H Rusni menjelaskan tembok pembatas tersebut pernah dilaporkannya dua tahun silam namun belum ada penyelesaian dari pihak kepolisian.


"beberapa minggu yang lalu saya sudah datang ke Polda NTB dan bertemu dengan Kabid Humas Polda NTB pak Artanto dan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Hari Brata, untuk mengadukan masalah ini," jelas H Rusni kepada media, di rumahnya, Senin, (2/8/2021)


Dikatakan tembok pembatas yang dirusak tersebut adalah tembok yang dibuatnya untuk batas perumahan yang dibangunnya, sesuai site plan yang disetujui pemerintah.


"Oknum yang merusak tombok itu adalah kepala lingkungan, dia mengatasnamakan masyarakat, dia juga seorang anggota brimob," tutur H Rusni. 


Dia berharap laporannya kali ini direspon dengan cepat oleh pihk kepolisian, agar maslahnya segera tuntas berkeadilan.


"selasa tanggal 28 Juli 2021 kemarin saya kembali datang ke Polresta Mataram untuk menanyakan hasil laporan saya yang beberapa minggu lalu saya layangkan," jelasnya.


Dia akan terus mendatangi pihak kepolisian hingga tuntutannya dikabulkan dan oknum kepala lingkungan itu dipanggil dan diadili, sembari berharap dirinya tidak tercekal lagi utnuk mengembangkan perumhan ditempat itu. 


"saya tidak diberikan masuk oleh oknum itu untuk membangun perumahan disana, dan dia juga memasang pelang yang membuat saya tidak bisa melakukan pengembangan perumahan disana, padahal site paln saya sudah disetujui pemerintah, namun karena plang itu saya tidak bisa mengembangkan perumahan lagi kewilayah geguntur," bebernya. 


Dijelaskan, hal itu yang menjadi salahsatu alasannya untuk bersikeras melaporkan oknum kepala lingkungan tersebut, kepada pihak kepolisian.


"jangan dia mentang-mentang jadi kepala lingkungan atau anggota brimob jadi semena-mena," pungkasnya.(*)

Penyewaan Ekskavator Fiktif di Bima, di duga melibatkan tiga oknum, Jaksa diminta usut pelaku hingga di tahan

By On 15:15


Mataram- Penyewaan ekskavator yang dilakukan Pemerintah Pemkab Bima tahun 2018-2020 diduga fiktif. Beberapa bulan lalu Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan (P-2). Juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.


Koordinator ARUS NTB, Muhamad Arif, SH meminta Kejati NTB agar tuntas mengusut kasus penyewaan alat berat (ekskavator) yang di duga fiktif tersebut.  Bahwa ekskavator itu disewa dari CV Surabaya yang beralamat di Jalan Sultan Kaharudin Kelurahan Rasanae, Kota Bima. 


"Penyewaannya diketahui untuk pekerjaaan pembukaan jalan dan normalisasi sungai di Kabupaten Bima,"ucap Muhamad Arif, Minggu (1/8) kepada media ini.


Dugaan penyewaan ekskavator itu tidak ada wujud pengerjaan real. Sementara sisi lain pelaksanaan pembukaan jalan dan normalisasi sungai di Kabupaten Bima itu menggunakan anggaran sendiri di Dinas PU. Penyewaan alat berat tersebut merupakan proyek multiyears, yang mana kontrak pelaksanaan pekerjaannya mengikat dana anggaran untuk masa lebih dari 1 (satu) tahun dengan nominal anggaran 1,5 miliar.


"Sewa ekskavator dianggarkan Rp 500 juta setiap tahun. Sehingga total anggaran di peruntukkan selama 3 tahun yakni 1,5 miliar,"ungkap Arif.


Sebagai informasi, penyewaan pengadaan alat berat fiktif di Kabupaten Bima itu, di duga melibatkan oknum dinas PU, Biro APP dan Kontraktor.

Situasi rumit PPKM, Polisi Pantau Kelompok Nelayan dan Ibu-ibu Penjual Ikan di Lobar

By On 09:20


Mataram- Sebagai garda terdepan dalam penganan Covid-19 polisi lakukan pengecekan keberadaan kelompok nelayan dan Ibu-ibu penjual ikan atau Pemindang di Dusun Kongok, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kamis (29/7).


Dalam giatnya Polda NTB, selain menjaga kamtibmas,  memastikan masyarakat yang beraktifitas tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).


Dikatakatanya, Kanit I Subdit II Intelkam Polda NTB, AKP Syafrudin, SH kepolisian tentu saja berperan penting dalam penanganan virus Covid-19. Seperti mengedukasi warga masyarakat  agar tetap disiplin menjalankan prokes. 


"Dengan mendatangi nelayan juga ibu-ibu penjual ikan di Batu Layar kita memberikan himbauan agar masyarakat tetap mentaatinya selama pemberlakuan PPKM ini,"cetus Syafrudin.


Sisi kata Syafrudin keluhan masyarakat Dusun Kongok Desa meninting saat pemberlakuan PPKM ini, di akui memang sangat merugikan warga. Terutama para nelayan  dan kelompok pemindang. Terlihat indikator penghasilan warga menurun dari hasil sebelumnya akibat dari pembatasan aktifitas penjualan yang begitu ketat.


"Harapan Covid-19 segera berlalu. Juga harapan mayarakat terhadap pemberlakuan PPKM ini cepat dicabut pemerintah sehingga para ibu ibu bisa beraktifitas seperti biasa,"ungkapnya.

Ormas di NTB Siap Berkontribusi Wujudkan Tempat Isolasi Terpadu

By On 07:18


MATARAM-ESPE Syndicate kembali menggelar diskusi mingguan virtual. Kali ini mengangkat tema “Menggagas Pondok Isolasi Mandiri dan Gerakan Vaksinasi. Peran Organisasi Keagamaan Melawan Covid-19”.


Diskusi digelar pada Kamis (29/7/2021) sore dan berlangsung hingga petang.  Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menjadi pembicara utama. Hadir pula para tokoh lintas agama, akademisi, tenaga medis, dan para pemangku kepentingan dari beragam profesi.


Memberikan sambutan sebagai pembuka diskusi, Founder ESPE Syndicate Sirra Prayuna mengatakan, pihaknya memang menggagas diskusi ini sebagai bagian dari upaya memastikan sigeritas pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan yang ada di tengah situasi Covid-19 NTB yang terus naik.


“Pemerintah menyiapkan skema PPKM yang sebetulnya masih cukup baik. Namun, bagi sebagian masyarakat ini belum memiliki dampak,” kata Sirra.


Saat ini kata dia, perhatian ada pada sektor kesehatan dan ekonomi. Namun, tidak semua warga NTB saat ini merupakan kelas menengan sehingga manakala mereka terpapar Covid-19, banyak di antara mereka yang tidak bisa menjalankan isolasi mandiri secara memadai. Karena mereka yang terinfeksi Covid-19 butuh alat, butuh obat. Butuh asupan yang baik. Termasuk multivitamin.


“Karena itu, kita melihat di sini pentingnya peran organsiasi kemasyarakatan. Sehingga diskusi ini ingin sama-sama mencba memnggagas “Jihad Kemanusiaan” untuk membantu masyarakat terutama dalam hal menyiapkan fasilitas isolasi,” katanya.


Ahmad, Direktur Publik Institut yang memandu diskusi kemudian mempersilakan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan pemaparan. Orang nomor dua di NTB ini menegaskan, Covid-19 di NTB dalam keadaan terkendali.


“Kondisi NTB masih aman. Tapi dalam arti, kini kita berada pada titik waspada,” katanya.


Wagub menjelaskan, keterisian tempat tidur ruang perawatan intensif pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di Kota Mataram kini sudah mencapai 81 persen. Sementara kondisi lebih buruk lagi ada di Lombok Barat. Seluruh rumah sakit di Lobar ruang ICU pasien Covid-19 kini sudah terisi 90 persen.


Sementara untuk angka kematian, delapan daerah berada pada zona merah. Kondisi paling buruk ada di Lombok Tengah. Dengan angka kematian 5,3 persen dari seluruh penderita Covid-19 di daerah tersebut. 


Wagub menjelaskan, di tengah kondisi seperti ini, NTB sedang tidak punya pilihan. NTB harus memutuskan untuk hidup aman tapi tetap produktif. Karena itu, mutlak bagi seluruh masyarakat di NTB untuk hidup dengan mengedepankan protokol kesehtan.


“Tidak ada pilihan lain. Kalau kita tidak menjalankan prokes, kita kolaps. Kita tidak bisa memilih,” tandas Wagub.


Memang kata dia, kondisi Covid-19 di saat NTB terkendali. Namun harus diakui, akhir-akhir ini jumlah kasus memang terus melonjak. Kemarin, kasus harian di NTB kembali di atas 200 orang. 


Di sisi lain kata Wagub, angka kesembuhan di NTB juga terus menurun. Jika sebelumya angka kesembuhan di NTB berada di atas 90 persen. Maka kini kondisi angka kesembuhan berada pada posisi 85,6 persen.

 Lonjakan Kasus

Wagub menjelaskan, lonjakan kasus di NTB mengalami kenaikan yang sangat tinggi setelah perayaan Hari Raya Idul Adha. Padahal saat bersamaan, Kota Mataram sedang menjalani PPKM Darurat. Sementara kabupaten/kota yang lain di NTB menjalani PPKM Mikro.


Belakangan kata Wagub, kondisi kian menkhawatirkan. Sebab, kebutuhan oksigen yang terus naik. Sementara pasokan juga memerlukan waktu untuk memenuhi seluruh permintaan. Kabar gembiranya, kemarin, NTB sudah mendapat bantuan 19 ton oksigen.


Ditegaskannya, penanganan Covid-19 ini akan terlalu berat jika diserahkan sepenuhnya pada pemerintah sendiri. Karena itu, Wagub menegaskan, seluruh komponen di NTB butuh kerja sama. 


“Kita harus gotong royong. Gotong royong tegakkan prokes di seluruh lini kehidupan. Sepele. Tapi banyak orang yang anggap enteng,” tandasnya.


Mengandalkan penanganan pandemi Covid-19 hanya dari sisi kuratif belaka, sudah pasti kata Wagub tak akan mampu mengatasi persoalan. Sebab, seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah pasti ada batasnya. Dia mencontohkan. Untuk menyiapkan satu orang tenaga kesehatan saja butuh puluhan tahun.

 

Karena itu, pilihan terbaik yang dimiliki NTB saat ini adalah mengedepankan tindakan preventif. NTB punya peluang besar dalam hal tindakan preventif ini. Kuncinya kata Wagub, asal kita semua mau menjalankannya.


Itu sebabnya, dia menegaskan pentingnya peran masyarakat yang sangat besar. Dan inilah yang kini menjadi PR besar. Bagaimana meyakinkan masyarakat agar bersatu sehingga dalam seluruh aktivitas yang dijalani, bisa semuanya mematuhi protkol kesehatan.


Diakuinya, selama ini, masih ada fokus yang terbelah pada hal-hal yang tidak esensial. Karena itu, saatnya kini fokus dikembalikan pada upaya-upaya untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Mereka yang abai harus sadar sepenuhnya, bahwa mereka bisa menjadi pembunuh bagi orang lain.


Ditekankannya, upaya pemerintah sebetulnya nggak kurang-kurang. Yang kurang saat ini di NTB hanyalah kegotong royongan untuk menegakkan protokol kesehatan. Namun begitu, Wagub mengingatkan agar jangan lagi ada saling menyalahkan. 


“Dari pada saling menyalahkan, mengapa kita tidak disiplin bersama-sama menegakkan protokol kesehatan,” katanya.


Sementara itu, terkait capaian vaksinasi, untuk NTB sebetulnya sudah sangat baik. Di seluruh NTB total sudah 593.323 orang telah menerima suntikan dosis pertama. Sementara 226.025 orang sudah menerima suntikan kedua. Angka ini memang masih jauh dari jumlah warga NTB yang harus divaksinasi yang jumlahnya mencapai 3,6 juta orang.


Karena itu, kata Wagub, NTB butuh peran tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mendorong mayarakat agar mau divaksin. Wagub bersyukur, saat ini, animo masyarakat untuk divaksin sebetulnya sudah baik.


“Kita di NTB, berapa vaksin yang datang, segitu vaksin yang habis,” ungkapnya.


Masalahnya, ketersediaan vaksin memang terbatas. Pemprov NTB sendiri bukannya berpangku tangan. Permintaan agar kuota vaksin untuk NTB ditambah terus dilayangkan ke pemerintah pusat.


Sejauh ini, pemerintah pusat menyampaikan bahwa penambahan itu akan tergantung pada keseriusan kasus Covid-19 di suatu daerah terlebih dahulu. Sehingga saat ini, daerah dengan kondisi kasus yang lebih serius masih didahulukan.


“Karena itu, di tengah keterbatasan vaksin, kuncinya saat ini adalah pentingnya protokol kesehatan,” katanya.


Inilah cara penanganan pandemi yang mudah dan murah. Tapi, memang, hal yang murah dan mudah tersebut rupanya tidak mudah pula kita lakukan. “Sekali lagi, ini PR besar kita di NTB,” tandasnya.


*Ormas Siap Bersinergi*


Terkait isolasi terpadu ini, Ketua PW NWDI NTB TGH Mahally Fikri menegaskan, NWDI memiliki komitmen tinggi bersama-sama pemerintah untuk bisa mengendalikan Covid-19 ini. Ketua Umum Dewan Tanfidz PB NWDI TGB HM Zainul Majdi telah mengeluarkan perintah untuk hal tersebut.


“Covid-19 ini sangat luar biasa bahayanya. Harus serius untuk ditangani. Karena kalau tidak, ini tidak akan menguntungkan kita semua,” kata Anggota DPRD NTB ini.


Karena itu, saat ini butuh persepsi yang sama dari kita semua. Agar semua pihak bisa ambil bagian. Dan PW NWDI siap untuk ambil bagian tersebut.


Karena itu, manakala NWDI diminta ambil peran untuk menyiapkan ruang isolasi terpadu, TGH Mahally menyebut ide tersebut sangat bagus. Pondok Pesantren bisa menjadi lokasi isolasi secara terpusat.


Diakui Mahalli, memang di waktu awal, masyarakat sangat percaya dengan Covid-19 ini. Sehingga tahun lalu misalnya masyarakat patuh untuk tidak tarawih berjamaah. Tidak menjalankan Salat Jumat berjamaah dalam kurun waktu yang panjang. Namun, belakangan, hal tersebut menjadi sulit untuk kita jalankan kembali.


“Entah karena apa. Apakah karena ada sesuatu yang salah atau bagaimana. Jadi kesannya seperti saat ini masyarakat nggak percaya lagi,” katanya.


Disebutnya, beredarnya hoax yang sangat banyak bisa jadi menjadi salah satu andil. Informasi tersebut menyesatkan dan tidak bertanggung jawab. Karena itu, pihaknya sangat setuju kalau tokoh agama dan tokoh masyarakat harus berada di garis depan untuk kembali meyakinkan masyarakat. Betapa Covid-19 ini bahaya sekali.


Terkait vaksinasi, NWDI sudah turun sosialisasi ke masyarakat. Cuma memang pihaknya memahami, vaksin kini memang lagi kurang di NTB. Dia memberi contoh di Pondok Pesantren miliknya, Al Kamal, vaksinasi belum bisa dilakukan. Sebanyak 70 persen guru belum divaksin hingga saat ini.


Sementara itu, akademisi UIN Mataram DR Jamaluddin mengatakan, saat ini masih banyak hal yang belum sampai secara menyeluruh pada masyarakat. Misalnya terkait bagaimana masyarakat belum percaya betul tentang penanganan jenazah pasien Covid-19. Yang sampai ke masyarakat justru jenazah tidak dimandikan dengan baik. Sehingga manakala ada jenazah yang sudah ditangani dengan prosedur Covid-19 oleh petugas kesehatan, masyarakat ada yang ramai-ramai ingin membuka peti jenasah.


“Ini butuh penjelasan sampai ke masyarakat bawah,” katanya.


Sementara itu, Ida Made Santi Adnya, Ketua PHDI NTB menegaskan, pihaknya siap dukung program pemerintah untuk tangani Covid-19. “Kita memang saat ini harus memulai kolaborasi semua pihak,” katanya.


Terkait dengan fasiltias isolasi secara terpusat, dia meyampaikan gagasan untuk memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki pure-pure besar di NTB. Lahan-lahan itu berada pada posisi yang strategis. Memiliki akses dan bisa dijangkau. Ada jaringan listrik pula. Hanya saja, di atasnya butuh dibangun tempat semi permanen. Yang tentu bisa dibangun oleh pemerintah untuk menjadi pusat isolasi.


Lahan ini juga berada di daerah yang sangat alami. Memiliki udara yang sangat bersih. Sehingga sangat bagus untuk meningkatkan imun. Tapi untuk mewujudkan ini. Kata dia, tentu butuh komunikasi antara pemerintah dengan Parisade dan juga Kramapure.

Salurkan Ribuan Telur Segar Tiap Hari, HBK PEDULI Berdayakan Peternak Lokal

By On 07:15


MATARAM
-Yayasan HBK PEDULI kembali menggelar aksi sosial kemanusiaan di P. Lombok. Setelah satu bulan lebih menyalurkan bantuan sembako kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu, Yayasan milik anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) ini bakal menyalurkan bantuan telur ayam segar kepada ibu-ibu dan anak-anak di Pulau Seribu Masjid.


“Penyaluran akan kami mulai pada bulan Agustus ini,” kata Ketua Yayasan HBK PEDULI Hj. Dian HBK di Mataram,  Jumat  (30/7/2021).


Dia mengatakan, program penyaluran bantuan telur ayam segar ini adalah pengganti program bantuan Makanan Siap Saji (MSS) yang pernah digelar Yayasan HBK PEDULI beberapa waktu sebelumnya.


“Penyaluran telur ayam segar ini merupakan ikhtiar kami untuk membantu kaum perempuan dan anak-anak di P. Lombok untuk menaikkan imun tubuh serta meningkatkan pasokan gizi dan nutrisi,” katanya.


Bantuan telur ayam segar dipilih oleh pihaknya karena telur ayam bukan hanya bahan makanan sumber protein. Namun, telur ayam juga mengandung aneka zat gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini dimana masyarakat sangat memerlukan imunitas tubuh agar tak terpapar pandemi Covid-19.


Telur ayam segar setidaknya mengandung sebelas vitamin dan nutrisi berbeda. Seperti Vitamin B2 yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan metabolisme energi, perkembangan sel darah merah untuk daya tahan tubuh dan juga membantu memperbaiki penglihatan. Telur ayam juga mengandung vitamin D yang memiliki peran penting bagi tubuh dalam penyerapan kalsium dan fosfor. Ada juga kandungan vitamin E, vitamin B12, dan vitamin A. Dan umumnya vitamin-vitamin tersebut tidak dapat disimpan oleh tubuh karena itu butuh asupan dari luar.


Rencananya kata Hj. Dian HBK, secara bergantian atau bergiliran, ribuan telur ayam segar akan disalurkan setiap harinya melalui Tim-tim HBK PEDULI yang tersebar di delapan titik di P. Lombok.

Berdayakan Usaha Kecil

Terkait pengadaan ribuan telur ayam segar ini, HBK PEDULI membelinya langsung dari para peternak ayam petelur yang berada di wilayah Lombok Timur. HBK telah menunjuk Muallani, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur untuk menjadi penanggung jawab pembelian dan penyiapan ribuan telur ayam segar di setiap harinya.


“Pak HBK meminta saya untuk mencari dan menyiapkan sekitar 1.500 telur ayam segar disetiap harinya. Tentu saja, saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar HBK PEDULI, dan akan mendukung sepenuhnya dari program yang sangat merakyat ini," kata Muallani.


Gagasan menyalurkan telur ayam segar untuk masyarakat P. Lombok ini kata dia, diungkapkan langsung oleh pak HBK saat zoom meeting persiapan penyaluran hewan kurban pada perayaan Idul Adha yang lalu. Dan 

sedari awal kata Muallani menjelaskan, HBK memang menginginkan agar telur-telur segar yang akan disalurkan menjadi paket-paket bantuan kepada ibu-ibu dan anak-anak di Pulau Lombok ini harus dibeli langsung dari para peternak lokal. Tujuannya agar menggairahkan UMKM ditengah-tengah kelesuan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19.


Sementara itu, Rino Sugiarto, salah seorang peternak yang produksi telurnya dibeli Yayasan HBK PEDULI menyebut bahwa program aksi kemanusiaan yang digagas HBK dengan membeli telur dari para peternak lokal sebagai hal yang sangat luar biasa.


“Program beliau yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil dibawah telah berdampak langsung kepada kami para peternak kecil yang menggeluti usaha ternak ayam,” katanya.


Rino mengungkapkan bahwa program sosial kemanusiaan anggota DPR RI yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo Subianto ini telah membuat para peternak ayam petelur di Lombok Timur kini menjadi sangat bersemangat. 


“Kami sekarang tidak perlu pusing-pusing lagi mau jual telur produksi kami kemana," tuturnya.

Dirut RSUD NTB : RSUD Provinsi NTB Siap Berikan Dukungan Polda NTB Guna Memutus Penyebaran Covid-19

By On 23:00



Mataram - Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, S.I.K., M.M., kembali mendampingi Kapolda NTB melaksanakan giat baksos di Hari Kedua dalam rangka HUT 30 Akademi Kepolisian (AKPOL) 91'. Dalam giat ini, Kapolda NTB menyasar sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) yang mengabdi di RSU Provinsi NTB.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTB secara simbolis, memberikan Bansos kepada perwakilan nakes dari RSUP NTB, RSUD Kota Mataram, RSAD dan RS Bhayangkara Polda NTB.


"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir khususnya jajaran Polda NTB dan segenap alumni Bhara daksa 1991 yang telah meluangkan waktu, secara ikhlas untuk memberikan sumbangsih, kepada Tenaga kesehatan di RSUP NTB. Khususnya dan tenaga kesehatan di wilayah NTB umumnya," ungkap Direktur RSUP NTB, Lalu Herman Mahaputra, M. Kes., MH, menyambut kedatangan Kapolda NTB beserta jajarannya, Rabu (28/7).


Dia mengaku, RSUP NTB siap memberikan dukungan terhadap Polda NTB dalam upaya memutus mata rantai dan penyebaran Covid-19. Sementara itu, Kapolda NTB, IRJEN POL Mohammad Iqbal SIK. MH., mengatakan, giat baksos yang terlaksana kali ini dilatarbelakangi kepedulian.


Karena sejauh ini, nakes merupakan garda terdepan dalam menghadapi persoalan Korona yang kian mengalami peningkatan jumlah penderita. Bahkan, banyak nakes yang gugur, demi menyelamatkan para pasien yang terpapar Virus tersebut. "Semoga ini semua tercatat sebagai bentuk amal ibadah," harapnya.


Gubernur NTB melalui Kepala Biro Kesra Setda NTB, H Ahmad Masyhuri SH, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kegiatan bansos, khususnya dari Alumni Bhara Dhaksa 1991. "Karena para alumni dengan ikhlas memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya tenaga kesehatan yang berada di wilayah Provinsi NTB," pungkasnya.

Contact Form

Name

Email *

Message *