Popular Posts

HEADLINE NEWS

MUI Kabupaten Sumbawa Laporkan Akun FB Atas Dugaan Penistaan Agama

By On 17:47



Sumbawa Besar- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, melaporkan akun facebook berinisial SMA, kepada Polres Sumbawa, atas dugaan penistaan agama. MUI menilai, ugahan akun facebook tersebut meresahkan masyarakat terutama umat Islam.

"Kenapa kami melaporkan itu, karena memang karena phostingannya yang tersebat di media sosial sangat meresahkan masyarakat. Selain itu juga, ada penyataannya yang dinilai menyesatkan. Sehingga memang kami perlu melaporkannya ke pihak terkait," ungkap Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., Rabu (08/07/2020) di Sumbawa.

Dikatakan, akun tersebut sering mengungah ayat Al Qur'an dengan terjemahan semaunya. Unggahan tersebut membuat masyarakat resah. Atas hal itu, MUI Kabupaten Sumbawa, melalui Komisi Fatwahnya, melakukan kajian dan memutuskan untuk melaporkan akun tersebut kepada Polres Sumbawa, akhir Juni lalu.

"Kajian kita di MUI Komisi Fatwah, banyak menemukan pernyataan yang menyesatkan. Kan ini berhabahaya, bagi masyarakat, terutama umat islam. Dia juga diduga cendrung ingkar sunnah. Pegangannya hanya Al Qur'an saja, tidak menerima hadis nabi. Itu berbahaya, maka dari itu kami mengambil langkah, hukum," jelasnya.

Diungkapkan, yang bersangkutan sebelumnya juga pernah diproses secara hukum oleh Polda NTB, atas kasus dugaan penistaan agama. Namun, kata Syukri, belakangan ini, yang bersangkutan kembali mengulang perbuatannya.

"Kita berharap kepolisian mengambil satu tindakan hukum sesuai dengan apa yang diatur oleh Undang-undang," tukasnya.

Terpisah, Kapolres Sumbawa dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Iptu Akmal Novian Reza S.IK., membanarkan adanya laporan tersebut. Diterangkan, saat ini, kasus dugaan penistaan agama tersebut, sudah ditahap penyidikan.

Lanjut Kasat, indentitas pemilik akun tersebut telah dikantongi. Pihaknya juga telah melakukan penggilan terhadap terlapor. "Untuk perkembangan kasus dugaan penistaan agama, kami penyidik reskrim Polres Sumbawa, saat ini sudah ditingkatkan ke Sidik. Tentu masih kita dalami. Intinya sudah berkoordinasi sama ahli. Perkembangan selanjutnya nanti kami sampaikan kembali," tandasnya. 

POLRES LOBAR RINGKUS TIGA TERSANGKA NARKOBA DI KEDIRI

By On 17:44




Rabu (8/7) mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Dusun Sedayu Utara, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri Lobar ada transaksi narkoba dan dari informasi tersebut Satresnarkoba Polres Lobar berhasil mengamnkan 3 Orang tersangka berikut barang bukti shabu dan pil ekstasi.

Sebelumnya, Kasatresnarkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi, SH. Memerintahkan tim Opsnal melakukan peyelidikan akan kebenaran informasi tersebut dan benar di sebuah rumah yang dimaksud oleh masyarakat ada kegiatan yang mencurigakan.

Dari hasil penyelidikan tersebut selanjutnya Iptu Faisal memimpin langsung penggrebekan dirumah tersangka inisial WMS, 28 tahun, perempuan, tidak bekerja, alamat Dusun Sedayu Utara, Desa Kediri Selatan dan juga berhasil mengamankan tersangka inisial MHR, 20 tahun, laki-laki, wiraswasta, alamat Dusun Gawah Berore, Desa Kediri Utara dan satu lahi inisial MAS, 21 tahun, Mahasiswa, alamat Dusun Sedayu Tengah, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri Lobar.

Ketiganya diamankan saat sedang menkomsumsi narkoba, tersangka WMS diamankan di kamarnya saat sedang menghisap shabu sedangkan MHR dan MAS ditangkap di dapur milik WMS.

Dari penangkapan tersangka turut diamankan barang bukti:
- 1 poket butiran kristal seberat 0,34 gram.
- 1 poket butiran kristal seberat 0.36 gram.
- uang tunai 6.685.000
- 2 alat isap bong.
- 2 skop pipet plastik.
- 4 buah HP.
- 5.300 butir pil merek Trihexyphenidy.

Guna kepentingan penyelidikan dan proses hukum selanjutnya ketiga tersangka berikut barang buktinya diamankan ke Satresnarkoba Polres Lombok Barat.

Gubernur Zul : Setiap Krisis, Sejatinya ada Peluang dan Gagasan Baru

By On 16:09



Mataram - Tak selamanya pandemi Covid-19 membawa musibah. Tetapi juga ada hikmah dan peluang yang bisa petik. Salah satunya menyadarkan kita pentingnya peran IKM/UKM lokal kita untuk bisa berproduksi menyediakan barang-barang kebutuhan masyarakat.

"Justru karena pandemi ini, kita bisa mengambil langkah berani untuk memberdayakan  IKM/UKM kita, agar kelak mereka bisa mandiri dan bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H Zulkieflimansyah dalam diskusi daring bertajuk "Transformasi Digital UMKM" di Ruang Kerjanya, Kamis (9/7).

Menurut Dr. Zul, jika selama ini kita selalu tergantung pada import dalam pemenuhan pokok, maka dengan adanya pandemi ini,
Pemerintah Provinsi NTB mampu menyusun kebijakan untuk mengantisipasi dampak  ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya.

"Jangan sampai kita mengatakan stay at home kepada masyarakat atau karantina mandiri dan sebagainya, tapi masyarakat tidak diberi kesibukan. Ini tentu tidak baik," tegasnya.

Karena itu, akhirnya ditengah krisis ini mampu melahirkan ide untuk kita punya keberanian meretas jalan baru. Yakni mengadakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, tidak berupa uang, namun berupa barang atau berupa komoditas yang diproduksi oleh IKM/UKM dan kelompok usaha masyarakat setempat, jelas Dr. Zul.

Jadi setiap krisis, sejatinya akan membuka peluang dan gagasan-gagasan baru, yang meskipun dalam tahap awal pelaksanaannya, pasti menghadapi banyak tantangan.

"Misal, barang yang sama harga di pasar 15ribu, tapi produk UMKM kita 30 ribu, kenapa harganya lebih tinggi? Kenapa kualitasnya tidak sama. Itu karena disana ada cost of learning" jelas Dr. Zul. 

Dijelaskan Gubernur Zul, dalam pembelajaran selalu ada biayanya, tidak gratis, tidak otomatis, dan butuh kerja keras. 
Sebagaimana negara berkembang lainnya pun  mengawali proses tersebut dengan kendala dan tantangan. Namun ketika masalah itu ada, feedback yang konstruktif juga akan hadir. Seperti yang terjadi pada JPS Gemilang tahap II, dimana mulai hadir produk UMKM berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

"Dan yang paling penting masyarakat kami percaya kita mampu. Mahal sekali biaya bagaimana menyadarkan masyarakat yang sudah terbiasa menjadi konsumen" ujar Gubernur Zul. 

JPS Gemilang yang kini memasuki tahap III melibatkan 4.673 UMKM di seluruh NTB. Dengan komoditi antara lain, beras, garam, kopi, ikan kering, serbat jahe, masker, sabun, gula aren, susu kedelai, hingga abon. Selain JPS Gemilang, IKM di NTB juga telah mampu menciptakan mobil listrik, motor listrik dan cold storage bertenaga surya. 

"Kami yakin betul, untuk mengatasi pengangguran, kita bebas dari kemiskinan, harus berani meretas jalan baru dengan langkah yang tidak biasa" tegas orang nomor satu di NTB tersebut. 

Pemerintah Provinsi NTB kini juga tengah sibuk menyusun berbagai kebijakan untuk melindungi para IKM /UKM. Diantaranya penyusunan Peraturan Gubernur untuk bela dan beli produk lokal, kerjasama permodalan dengan Bank Daerah tanpa bunga, serta paket stimulus ekonomi untuk industrialisasi. 

"Mudah-mudahan UKM /IKM kita segera naik kelas, bukan hanya skalanya tapi juga kapasitasnya" tambah Gubernur

Harapan Gubernur, kedepannya UMKM di NTB tidak lagi menggunakan teknologi rendah namun juga akan mulai meningkat kelasnya menjadi UMKM dengan teknologi lebih canggih dan mampu merebut pasar yang lebih luas di masa yang akan datang. 

"Kami dalam proses, banyak ide besar, memaknai semua feedback yang disampaikan, tugas kami adalah menyediakan dan mendampingi UMKM dengan maksimal" tutup Gubernur Zul. 

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang juga hadir sebagai narasumber mengingatkan UMKM agar segera menjawab tantangan digitalisasi khususnya jika ingin naik kelas. 
"Persaingan marketplace makin ketat, terlebih brand-brand besar juga sudah bergabung. Sehingga kita perlu persiapkan UMKM yang betul-betul siap naik dari kapasitas produksi" jelasnya

Teten berjanji akan segera melakukan kunjungan kerja ke NTB. Menteri Teten akan membawa anak-anak muda kreatif dari Bandung, yang merupakan para pemuda jaringan kreatifpreuner dengan berbagai keahlian untuk berdiskusi dan transfer ilmu kepada para pemuda NTB. "Nanti kita buat event di NTB, mereka ini lah yang nanti akan membangun komunitas kreatif di NTB" tutup Teten

Pada webinar yang diinisiasi oleh CEO DANA, Vince Iswara tersebut, Gubernur Zul turut didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Kepada dinas Koperasi dan UMKM, dan Sekretaris Dinas Perdagangan.

Danrem 162/WB : Semua Petugas Terpadu Agar Lebih Aktif  Edukasi Tata Pasar Sesuai Standar Protokol Covid-19

By On 16:04



Mataram - Dalam upaya membantu pemerintah menekan penyebaran covid-19 di wilayah NTB lebih khusus Kota Mataram, Danrem 162/WB meninjau dan memantau penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 di beberapa pasar di wilayah Kota Mataram. 

Setelah kemarin meninjau pasar Pagutan, kali ini Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, didamping Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, S.sos. M.T, meninjau dan memantau penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 di pasar ACC dan pasar Kebon Roek kecamatan Ampenan serta pasar Sayang-sayang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, Kamis (9/7/2020).

Di ketiga pasar tersebut, Danrem 162/WB dan Dandim 1606/ Lobar memberikan sosialisasi dan imbauan serta pembagian masker dan sarung tangan kepada pengunjung dan pedagang sebagai upaya pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan covid-19. 

Dari pantauannya di beberapa pasar tersebut, Danrem melihat penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 menurutnya belum dilaksanakan dengan maksimal terlihat dari penataan pasar yang belum sesuai dengan standar protokol covid-19, lapak pedagang belum dikelompokkan berdasarkan jenis dagangan yang dijual sehingga mengakibatkan pengunjung kesulitan dan masih bolak balik mencari kebutuhan yang akan dibeli, namun secara umum masyarakat sudah cukup bagus dan disiplin menggunakan masker. 

Terkait hal itu, Danrem mengimbau kepada semua pihak terkait dari TNI, Polri, Satpol PP, Disperindag dan Kepala Pasar agar bersama-sama turut serta secara aktif mengingatkan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan, lapak para pedagang ditata kembali baik jaraknya agar tidak berdempetan maupun jenis barang dagangannya agar dikelompokkan menjadi satu blok, sehingga dapat mempermudah pengunjung berbelanja sesuai kebutuhannya dan meminimalisir penyebab penyebaran covid-19. 

“Kota Mataram sampai saat ini masih dalam zona merah dan pemerintah belum memberlakukan New Normal, oleh karena itu mari kita sama-sama dukung pemerintah untuk mencegah penyebaran Virus ini,” ajak Danrem.

“Masyarakat sudah bagus menggunakan masker, tinggal pasar agar ditata yang baik, blok ikan semuanya ikan, sayur semuanya sayur, daging semuanya daging sehingga orang yang berbelanja jadi mudah,” tegasnya.

Selain itu, Danrem juga menekankan agar di atur kembali  penempatan personel TNI, Polri dan Satpol PP di sektor-sektor strategis untuk menjaga dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan selama berlangsungnya aktivitas masyarakat di pasar.

“Danrem berharap  Danramil,  Kapolsek dan Kasat pol PP berkoordinasi pembagian sektor, semuanya terlibat ada unsur  tentara, ada polisi, ada Satpol PP sehingga tugas kita menjadi ringan dan menjadi pahala buat kita kelak” ujarnya.

Di akhir pegarahannya, Brigjen Rizal Ramdhani mengingatkan kembali agar kita semua harus benar-benar fokus dan serius menangani covid-19 di Mataram, sehingga kita dapat mencegah penyebarannya dengan mengingatkan masyarakat sedini mungkin guna menekan atau meminimalisir kasus positif dan Mataram yang saat ini zona merah nantinya bisa menjadi kuning selanjutnya hijau dan kedepan kota Mataram siap memasuki New Normal.

Turut hadir mengikuti kegiatan tersebut Dandim  1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, S,Sos, MT. Pasi Opsdim 1606/Lobar Mayor Inf Abdul Haris, SH, Pasilog Korem 162/WB Kapten Czi Nurbani, Danramil Ampenan Kapten Inf Jamuhur, S.Sos, Danramil 1606-01/Cakranegara Kapten Inf Asep Okinawa, Camat Cakranegara M. Erwan, SSTP, Lurah Sayang-sayang H. Mahfudin, Kepala Pasar Kebon Roek Sdr. Malwi, Kepala Pasar Sayang-sayang Bpk. Suandi serta anggota TNI-Polri dan Linmas.

Panglima TNI dan Kapolri Luncurkan Kampung Tangguh Nusantara di Desa Kembang Kuning

By On 15:28


Lombok Timur – Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu desa wisata andalan Provinsi NTB. Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini memiliki sejuta keindahan yang memesona. Tak hanya indah, keramahan masyarakat, kekompakan pemuda serta aktivitas masyarakat yang masih tradisional melengkapi keindahan desa tersebut.

Tak heran kemudian di tahun 2019 lalu, desa dengan jumlah penduduk 2.122 jiwa (610 KK) ini berhasil menjadi juara pertama lomba desa wisata tingkat nasional kategori desa berkembang. 

Di tengah pandemi Covid-19 ini pun, desa wisata Kembang Kuning semakin berbenah. Tempat cuci tangan sangat mudah ditemukan. Bahkan, desa ini menjadi kawasan wajib masker. Prestasi yang membangggakan itulah yang membuat desa wisata Kembang Kuning menjadi lokasi launching atau peluncuran Kampung Tangguh Nusantara pada Kamis, 9 Juli 2020. 

Kampung Tangguh Nusantara sendiri merupakan program khusus Kapolri dan Panglima TNI dalam rangka penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, keamanan dan sosial ekonomi. 

Peluncuran Kampung Tangguh di desa berhawa sejuk ini dihadiri secara virtual oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si serta Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P.  Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,SH.,M.Han, Bupati Lombok Timur H.Sukiman Azmi, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB.

Di NTB sendiri, kampung tangguh tersebut bernama Kampung Sehat (Steril,Ekonomi Produktif, Harmonis, Asri, Tangguh). Sebanyak 7.024 Kampung Tangguh Nusantara diaunching hari ini oleh Kapolri dan Panglima TNI. 

Mengawali peluncuran, Kapolri berdialog terkait progres serta dampak adanya Kampung Tangguh Nusantara yang dibentuk di provinsi masing-masing. Kapolri berharap, kampung tangguh yang dilaunching hari ini banyak melibatkan masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19.

“Harapan kita, seluruh masyarakat hingga ke tingkat RT/RW ikut berpartisipasi dalam mencegah penularan Covid-19. Kita optimis, jika di tingkat RT sudah tangguh. Maka, Indonesia tangguh,” ujarnya. 

Sementara itu Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. Dalam sambutannya mengatakan, panen raya yang digelar hari ini menjadi bukti kesungguhan TNI/Polri untuk mendukung pemerintah dalam rangka ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19. 

“Kita semua merasakan dampaknya. Untuk itu kita semua dituntut untuk terus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Panglima.

Sesuai Instruksi Presiden, lanjut Panglima, pihaknya diminta turut membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan. Pasalnya, stabilitas pangan berkaitan erat dengan kondisi sosial Indonesia. 

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, TNI/Polri serta masyarakat luas atas dukungannya terhadap Kampung Tangguh Nusantara yang di launching hari ini,” tutupnya. 

Sementara itu Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH mengatakan, di era pandemi Covid-19 ini ketahanan pangan  menjadi faktor penentu. Masyarakat harus tetap bisa makan, perekonomian masyarakat pun kita harap terus menggeliat. Tapi, di sisi lain protokol kesehatan harus tetap dijalankan oleh seluruh masyarakat. 

“Kita bangga di tempat ini kita sudah siap panen ikan lele, ikan nila dan padi, jumlahnya pun cukup besar. Ini semua kita persembahkan untuk mendukung ketahanan ekonomi yang ada di Lombok Timur, khususnya di desa wisata Kembang Kuning. Kita bersyukur, di tengah pandemi Covid-19 ini , perekonomian di NTB tetap survive,” tutup Kapolda. 

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bersyukur Provinsi NTB diberikan Kapolda dan Danrem seperti Pol. M. Iqbal dan Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang sangat aktif dan kompak di masa pandemi ini. 

“Kita syukuri, di tengah masa sulit ini, kebersamaan antara pemerintah dan jajaran TNI/Polri tetap terjaga. Alhamdulillah, ini anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Mari kita jaga kebersamaan ini hingga masa mendatang,” ujar Wagub.

Menurutnya, berkat kekompakan semua pihak, perekonomian NTB di masa pandemi ini semakin membaik. Namun demikian, “pekerjaan rumah” berupa edukasi terus menerus kepada masyarakat terkait dengan penerapan protokol Covid-19 harus terus dilakukan. 

“Faktor paling sulit adalah mengedukasi masyarakat. Dalam edukasi pun perlu cara-cara dan lompatan-lompatan baru, kampung sehat ini salah satu cara terbaik mengedukasi masyarakat dalam mencegah penularan covid-19,” ujar wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Umi Rohmi mengatakan, dengan adanya peluncuran Kampung Tangguh Nusantara dengan mengambil lokasi di NTB menjadi penyemangat baru di tengah pandemi Covid-19. Sektor pertanian dan peternakan akan terus digeliatkan untuk mendukung daya tahan ekonomi.

“Alhamdulillah pertanian kita di NTB masih bagus, peternakan terus berjalan, aspek-aspek perekonomian pun terus meningkat di masa sulit seperti saat ini. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memudahkan seluruh ikhtiar kita semua,” tutup Umi Rohmi. 

Di bagian akhir kegiatan, Wakil Gubernur didampingi Kapolda NTB, Danrem, Bupati Lombok Timur memakai topi, sepatu hingga sarung tangan untuk melakukan panen raya padi, panen ikan  dan melihat Industri kreatif UMKM desa wisata Kembang Kuning.

Terdampar di "Keputran" Jogja

By On 15:26



Obituari : Drs H. Lalu Dirjaharta MSi.
Oleh : Lalu Gita Ariadi

Selasa ( 07.07.2020)  Pukul 13.54 wita saya menerima WA dari Lalu Dirjaharta (LD) yg laporkan dirinya sedang di IGD akibat gangguan asam lambung. WA direspon  seperti biasanya sembari memberi semangat untuk menerima penyakit dengan ikhlas dan sabar.

Sesaat kemudian, pukul 16.15 wita ditengah meeting di jakarta, tiba-tiba deringan telpon dan tanda WA masuk bersusulan memberi khabar kepergian LD. Semua berproses begitu cepat. Berita itu sungguh mengejutkan, bak petir di siang bolong. Sungguh, ajal itu haq, otoritas dan rahasia Allah SWT. Tak bisa ditunda sesaat tak jua bisa diajukan sesaat. Bila telah tiba waktunya, tak ada yang kuasa menolaknya. Innalillahi wainnailaihirojiun.

Antara kaget dan setengah tidak percaya, kok begitu cepat? Apa penyakitnya ? Hanya asam lambung atau ada komplikasi lain ? Rasa penasaran ini tak lepas dari keadaan 
setahun terakhir LD cukup sering keluar masuk rumah sakit. Kadang opname beberapa hari. Tahun 2016, LD pernah operasi empedu. Tahun 2019, sepulang umroh LD mulai keluhkan asam lambungnya. LD seakan sembunyikan sakitnya, tidak memberi tahu temannya bila ada gangguan kesehatan yang serius. 

Ini tak lepas dari bawaan nya yang sedikit bicara,  murah senyum, suka bercanda seakan penyakit itu bisa dikompromikan dan dia bisa atasi sendiri.  Tak perlu susahkan orang lain. Cukup ia sendiri yg rasakan dan yakin akan selesai dengan sendirinya.

 Seminggu yang lalu di pondok saya di puyung, ada reuni H. Lalu Serinata dengan seluruh staf-staff terdekatnya kala menjadi Gubernur NTB periode 2003-2008. LD juga hadir dan nampak ceria seperti biasa. LD  semangat cerita kenangan lucu dan moment penting kala LD  menjadi Kasubag TU Pimpinan mendampingi Gubernur H. Lalu Serinata. Tidak ada tanda-tanda dan firasat khusus.

Setelah berita duka tersebar, memory menyeruak mengenang sosok ASN yang akrab dengan berbagai kalangan itu. LD lahir di Mantang tahun 1961. sebagian besar hidupnya diabdikan  berkarier sebagai abdi negara. Tahun 1984 masuk APDN, setahun kemudian ( 1985 ) sudah tercatat sebagai PNS dengan pangkat II/b. Hingga akhir hayatnya, LD  sudah 35 tahun mengabdi  dengan pangkat terakhir IV/c. Tahun 2021, LD mestinya akan paripurnakan tugasnya sebagai ASN. 

 Sebagai sesama ASN, saya mengenal LD cukup dekat  sejak 27 tahun lalu ketika kami sama-sama ikut Diklat SEPADA ( Sekolah Pimpinan Administrasi Tingkat Dasar ) Angkatan XV tahun 1993 di Diklat prop NTB. Pada sesi dinamika kelompok perkenalan diri peserta diklat, LD menyebut diri alumni APDN dan UGM. Tapi dengan canda kemudian ia sebutkan akronim UGM sebagai Universitas Gomong Mataram.

Bisa jadi candaan kala itu adalah doa dan motivasi. Buktinya, pada tahun 2000-2001 saya dan LD dan beberapa teman lainnya lulus seleksi pendidikan pasca sarjana Magister Administrasi Publik ( MAP )  UGM Jogjakarta angkatan XIX. Banyak suka duka kami alami bersama.

 Sebelum berangkat kuliah ke jogja, ditanya dimana akan kost ? Spontan LD menjawab di keputren jogja. Begitu tiba di jogja kami mencari kost yang harus dekat dengan kampus. Dapatnya justru di sebuah kost putri di SKIP kompleks perumahan dosen UGM. Setengah bercanda saya  katakan keinginan tinggal di keputren terkabul dengan kost di kostan putri. Rupanya,  Induk semang sudah kewalahan mengurus kost putri dan ingin ganti dengan kost putra. 

Betul saja, begitu kami masuk satu persatu mahasiswi penghuni lama keluar dan tempat itu berganti jadi kost pria. 6 bulan pertama kami sekamar berdua sambil menunggu putri-putri kost keluar. 

Suatu malam, LD  terima telpon dari Sri Ayuni sang istri yang kurang lebih menginfokan bahwa Ditha, Ria, Icha akan dapat tambahan adik. LD saya goda, besok kalo lahir bayi laki-laki agar di beri nama JOKO ( JOgja - KOpang ). LD pun balik bercanda untuk beri nama  PUJO ( PUyung - JOgja ) bila saya ada nasib dapat putra lagi. 

*LD Sosok Panutan*

Banyak pihak kini kehilangan sosok yg murah senyum, senang bercanda, terbuka tapi punya prinsip yang kuat. Staff yang pernah menjadi bawahannya memberi kesaksian, almarhum orang baik. Saking baiknya LD jarang marahi anggotanya waktu jadi Kasat Pol PP. Dengan jiwa kebapakannya, LD mengayomi anggotanya dengan baik. Kalaupun harus marah maka sekretaris satpol PP yang diminta untuk lebih keras membina anggota sehingga sekretaris nampak lebih cerewet.

Diberbagai penugasan baik di biro ekonomi, Badan Diklat prop,  dinas PU, Dispenda, Inspektorat, Kepala TU Pimpinan, Kepala Biro Kerjasama, Kepala Biro Pemerintahan, Kasatpol PP dan terakhir sbg kaban Kesbangpoldagri NTB,  kinerja almarhum sangat baik. Tidak banyak merepotkan pimpinan dan selalu mencari solusi masalah yg dihadapi.

Almarhum LD adalah sosok yg low profile. Sedikit bicara tapi semua tugas tertunaikan dengan baik. Ketika jadi Kasatpol PP dan dalam penanganan pandemi civid 19, Pak Dirje hadir di lapangan bersama anggotanya. Saya sangat terbantu dengan kinerja Pak Dirje kata Gubernur NTB - Dr. H. Zulkieflimansyah  ketika memberi sambutan di acara pemakaman ( 08/07/2020 ).

Pada saat sebagai kasat pol PP, LD sejak 2019 juga mengemban amanah  sebagai Ketua AP3I ( Asosiasi Polisi Pamong Praja Indonesia )  hasil musyawarah Nasional AP3I di Pekanbaru Riau tahun 2019. Pada 1 - 5 maret   2020 lalu, LD  sukses menyelenggarakan pertemuan / rapat kerja Nasional pol PP yg di hadiri Mendagri dan ribuan pejabat serta anggota Satpol PP se Indonesia. Terakhir LD juga  menjabat sebagai plt DPP Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan ( IKAPTK ) NTB dan  sedang mempersiapkan musda IKAPTK NTB. 

Disenja usia pengabdian sebagai ASN, LD menyiapkan berbagai rencana kegiatan untuk tetap bisa mengabdi pada rakyat. Beberapa sketsa masa depan yang dirancang kini seakan tersisa sebagai wacana abadi dan akankah sirna bersama sirnanya raga ?

Secara pribadi saya sangat kehilangan seorang sahabat yg sangat baik dan  sangat setia. Banyak kolega, sahabat yg pasti merasa kehilangan dengan kepulangan almarhum yang kami nilai sangat menghargai makna sebuah persahabatan.

Pemprop NTB jelas kehilangan sosok ASN yang penuh dedikasi, sederhana dan menjaga integritasnya dengan baik.

Penggalan pengalaman lucu yang sulit saya lupakan adalah kenangan  di keputren jogja.   Memasuki semester 3 ( terakhir ) rasa jenuh mulai menghinggapi. Obatnya,  kami jadi lebih sering pulang dibanding sebelumnya. 

Bila hari kamis tiba, malam jumat kami duduk berdua menunggu tokek berbunyi.  Kami spekulasi dengan bunyi tokek, pulang atau tidak, pulang atau tidak. Bila bunyi tokek berakhir di hitungan pulang, maka kami segera ke malioboro cari tiket dan oleh-oleh ala kadarnya. Keesokan harinya, kami  Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA). 

Kini saya tidak punya teman lagi untuk tebak tebakan  menghitung suara tokek. Pulang atau tidak, pulang atau tidak. Karena sejatinya  jawaban pasti dari hitungan suara tokek hanya satu pilihan, ajakan untuk pulang, pulang, pulang dan pulang. Kini LD sudah berpulang, kamipun akan menyusulmu berpulang.
Selamat jalan sanak. Selamat jalan penghuni *keputren SKIP*. Insyaallah husnul khotimah.  Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wa'fuanhu.  alfatehah. Aamiin.

LANAL MATARAM GANDENG TVRI   KENALKAN LAUT DAN PESISIR NTB

By On 15:24


Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., Komandan Lanal Mataram kunjungi Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indinesia (LPP TVRI) NTB dijalan Majapahit No.15. Dalam rangka meningkatkan sinergitas yang menjadi satu program kerja dari Danlanal. Bersama Pasintel Mayor Laut (S) Thomas Dolfinus F, S.E., Kaur Binpuan Spotmar Kapten Laut (P) Musliman, S.H. dan Paur Kesla Letda Laut (K/W) dr. Ardita Fransiska pagi ini berada di TVRI NTB. Kamis (9/7)

Disambut oleh Kepala LPP TVRI NTB Ir. I Gede Mustito, M. Si., yang didampingi Kepala Seksi program dan PU TVRI Mukas Suarsana dan Kepala seksi berita I nyoman Arya Setiawan, menyampaikan “sangat berterima kasih atas kunjungan Danlanal disela waktu sibuknya”. Petemuan yang digelar diruang kerjanya memaparkan visi dan misi TVRI saat ini dengan diselingi pemutaran beberapa program dan liputan yang menarik.

Komandan Lanal Mataram meyampaikan, sangat mendukung dan sejalan dengan, Visi LPP TVRI  yaitu “menjadi lembaga penyiaran kelas dunia yang memotivasi dan memberdayakan, melalui program informasi, pendidikan dan hiburan yang menguatkan persatuan dan keberagaman guna meningkatkan martabat bangsa”.

“Harapannya kedepan dapat meningkatkan sinergitas antara Lanal Mataram dengan LPP TVRI NTB didalam segala bidang, kuhusnya dalam penyiaran dan pendidikan”. Ungkap Danlanal

Disampaikan Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., “Lanal Mataram selain mengemban tugas, tanggung jawab sebagai penjaga kedaulatan dan keamanan di laut juga pembinaan potensi Maritim di wilayah pesisir Nusa tenggara barat”, sangat tepat kiranya jika TVRI menjadi mitra kerja yang solid. 

Beberapa point yang menjadi pokok pembicaraan dalam pertemuan tersebut di antaranya TSS, Covid 19 serta rekrutmen prajurit TNI AL.

“Saat ini Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok resmi diberlakukan mulai 1 Juli lalu Oleh Kementrian perhubungan laut, guna menjaga keamanan dan keselamatan navigasi kapal-kapal, terutama yang melintas di Selat Lombok, tugas kita TNI AL dalam hal ini Lanal Mataram adalah membantu dalam pengawasan dalam pelaksanaanya, melalui tahapan sosialisali kepada pengguna laut diarea tersebut terutama masyarakat pesisir di sepanjang Selat Lombok sangat tepat LPP TVRI NTB menjadi sarana medianya.” Pungkas Komandan pangkalan TNI AL Mataram.

Disampaikan juga oleh Danlanal , TSS merupakan suatu skema pemisahan jalur lalu lintas pelayaran kapal-kapal dalam suatu alur pelayaran yang ramai dan sempit serta banyaknya hambatan bernavigasi, misalnya alur pelayaran saat memasuki pelabuhan atau selat.

Selain itu LPP TVRI juga dapat menyampaikan kebutuhan masyarakat terutama pengetahuan terhadap tatanan hidup bariu dimasa covid 19 seperti saat ini, kami memiliki Tim kesehatan yang mumpuni dalam penyampaian, mensosialisasikan kepada Pemirsa TVRI di wilayah NTB. 

“Sejak beberapa periode lalu banyak para pemuda yang berasal dari berbagai daerah Nusa tenggara barat, kenginannya mengabdikan diri sebagai anggota TNI Angkatan Laut, hal inilah yang menjadi salah satu tujuan kami datang dan menggandeng TVRI menjadi salah satu media sarana peghubung menyampaikan siaran rekrutmen Prajurit dengan alasan bahwa LPP TVRI NTB memiliki daya jangkau siaran hingga ke pelosok NTB”. Ungkap Danlanal Mataram mengakhiri pertemuan tersebut

Perkuat Ketahanan Pangan, Polda NTB Resmikan Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru di Lombok Timur

By On 15:23




Lombok Timur – Kapolda NTB Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H., Kamis (9/7), meluncurkan dan meresmikan Desa Kembang Kuning sebagai Kampung Sehat Nunut Tatanan Baru (NTB). Gelaran peluncuran di Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur tersebut, dilakukan seiring berlangsungnya acara Panen Raya, Tebar Benih, Baksos dan Kampung Tangguh Nusantara (KTN), di Desa Ketapang Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Provinsi Banten oleh Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis.

Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal didampingi Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., dalam sambutannya saat peluncuran mengungkapkan, ketika kita memilih PSBB dengan pengetatan yang sangat luar biasa, dimana tidak boleh satupun masyarakat keluar rumah karena di seberang jalan telah menunggu social security, tentunya perputaran ekonomi akan terancam.

"Alhamdulillah, di Provinsi NTB ini ekonomi cukup stabil dan ini menjadi blessing in disguise juga di tengah-tengah pandemic, yang tentunya seperti roller coaster, kadang naik kadang turun, kita mensyukuri bahwa kekayaan alam dan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa yang dikelola oleh seluruh elemen masyarakat," ungkap M. Iqbal.

Dikatakan, sejalan dengan kegiatan panen raya oleh Kapolri dan Panglima TNI di Kampung Tangguh Ketapang, Kapolda NTB mengejawantahkan program Kampung Tangguh Nusantara sesuai kondisi wilayah NTB.

“Untuk di NTB sendiri, Program Kampung Tangguh Nusantara kita implementasikan hari ini, dengan meluncurkan Desa Kembang Kuning sebagai Kampung Sehat Nunut Tatanan Baru, yang juga berbasis lomba. Ini dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat, dan Alhamdulillah, saya yang diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk meluncurkannya,” ungkap M. Iqbal.

Dikatakan, Polri telah melaksanakan pengutan ketahanan pangan di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sejak empat bulan yang lalu bersama TNI melalui penebaran benih ikan, padi, pemberdayaan perkebunan serta peternakan, di 34 Polda se-Indonesia.

“Saat ini dilaksanakan panen raya serta penanaman dan penebaran benih, yang diikuti secara virtual atau zoom di 34 polda se-Indonesia. Nah, untuk menjaga keberlangsungan program ini, Polri pun meluncurkan Program Kampung Tangguh Nusantara baru, yang mengusung tema Masyarakat Produktif Wujudkan Ketahanan Pangan,” katanya.

Pada acara itu, lanjut Kapolda NTB, Kapolri bersama Panglima TNI memimpin acara dari Kampung Tangguh Nusantara Desa Ketapang Kecamatan Mauk, diikuti panen padi pada lahan seluas delapan hektar, penebaran benih ikan dengan total satu ton, oleh Kapolda Jawa Barat di Majalengka.

"Sementara Polda NTB sendiri mengikuti acara secara virtual dari tempat ini, dan khusus untuk daerah Seribu Masjid ini kita beri label Kampung Sehat (Steril, Ekonomi produktif, Harmonis, Asri, dan Tangguh, red) Nurut Tatanan Baru," tandasnya.

Kapolda NTB juga menjelaskan, terpilihnya Desa Kembang Kuning sebagai lokasi mengikuti secara virtual acara Kapolri dan Panglima TNI, bukan hanya sekedar memilihan tanpa pertimbangan. Namun karena Kembang Kuning merupakan salah satu desa yang memiliki potensi unggulan.

“Selain pada 2017 Desa Kembang Kuning pernah dikukuhkan menjadi Desa Wisata Terbaik oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Beberapa usaha desa di bawah binaan Polres Lombok Timur dan Kodim 1615/Lombok Timur, yang dikelola oleh masyarakat saat ini sudah siap dipanen dan dinikmati,” jelasnya.

Jenderal dengan dua bintang di pundak itu berharap, selain Desa Kembang Kuning ke depan akan bermunculan desa-desa lain di NTB, yang memacu diri dengan segala potensi yang ada dalam penguatan ketahanan pangan.

“Kami berharap ke depan NTB menjadi provinsi percontohan pengutan ketahanan pangan melalui Kampung Sehat NTB, lebih-lebih dulu NTB pernah swasembada pangan sehingga memunculkan istilah Bumi Gora (Gogo Rancah, red). Kita berdoa dan terus berikhtiar agar apa yang menjadi cita-cita dan keinginan kita bisa terwujud. Âmîn,” tutup M. Iqbal.

Sementara Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi sinergitas dan soliditas TNI-Polri, dalam penanganan pandemi Covid-19 di NTB.

"Harus kita syukuri memiliki Kapolda juga Danrem yang begitu peduli, karena memang sekarang kan kita mengalami masa yang sangat sulit. Masa sulit itu hanya bisa kita lalui dengan kebersamaan," ungkap Wagub.

"Alhamdulillah, itu anugerah dari Allah subhanahu wa ta'ala, mudah-mudahan Pak Kapolda dan Pak Danrem diberi kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Saya merasakan betul beliau berdua dan seluruh jajarannya, benar-benar berada di belakang kita selama kita mengatasi masa sulit penanganan Covid-19 ini," lanjutnya.

Pun Danrem 162/Wira Bhakti ditemui usai panen raya menyatakan dukungan penuh, terhadap program Kampung Sehat.

"Kami terus mendorong seluruh masyarakat dan bersinergi dengan TNI-Polri untuk meningkatkan hal tersebut, sehingga situasi perekonomian tetap terjamin dan keamanan tetap kondusif kalau perut kenyang dan terjamin," tegasnya.

"Nah, kalau stok beras nggak ada pasti akan ribut. Jadi, intinya harus di penuhi dulu stok masyarakat baik beras, minyak goreng, telur, kemudian terigu, dan sebagainya, sembako lah harus terjamin," imbuhnya.

Tampak hadir dalam acara peluncuran dan peresmian Kampung Sehat Nunut Tatanan Baru Kembang Kuning, Pejabat Utama Polda NTB, Kepala Dinas Pariwisata NTB, jajaran Forkopimda Kabupaten Lombok Timur serta tokoh agama dan masyarakat (togama) Lombok Timur. 

Kapolsek Woja Lakukan Pengecekan Kesiapan Lomba Kampung Sehat

By On 10:41


Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris bersama Muspida Kecamatan Woja melaksanakan kunjungan pengecekan dalam rangka kesiapan desa dalam rangka mengikuti Lomba Kampung Sehat. Rabu (08/07) pukul 10.00 wita.

Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris bersama Camat Woja dan Kepala Puskesmas Dompu Barat  meninjau sejauh mana persiapan masyarakat Desa Bara dalam mengikuti lomba Kampung Sehat.

Dalam kegiatan kunjungan tersebut Kapolsek Woja bersama Muspida Kecamatan Woja melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan seperti mengecek spanduk penyambutan perlombaan kampung sehat di desa, mengecek rumah isolasi covid yg berada di pustu, mengecek pos kesehatan yg berada di poskesdes sekaligus mengecek buku daftar masyarakat yg ODP,PDP,OTG, mengecek pos covid, mengecek daput covid, mengecek tulisan selamat datang di kampumg sehat.

“Selain mengecek beberapa bagian seperti pengecekan spanduk pengecekan rumah isolasi dan dan pengecekan buku daftar masyarakat ODP, PDP dan OTG tidak lupa juga kami melakukan pengecekan ditempat-tempat pencuciam tangan di gang-gang, mengecek poskling serta melakukan pengecekan ketahanan pangan berupa tanaman toga, kolam ikan dan produksi kerupuk dan roti”,ujar kapolsek Wojas Ipda Abdul Haris.

Kapolsek menambahkan, terbentuknya  Lomba Kampung Sehat ini dimaksud untuk mengajak dan melatih warga setempat agar benar-benar mampu secara mandiri mencegah penyebaran Covid-19.

“Masyarakat yang berada dikampung sehat dilatih untuk mandiri dalam rangka mencegah atau menanggulangi wabah Covid-19. Sehingga kita bersama-sama dalam rangka membentuk lomba kampung Sehat ini dapat mencegah penyebaran wabah Covid-19”,pungkasnya.

Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Sumbawa Bekuk Seorang Pelaku Narkoba Di Desa Pernek

By On 10:38


Sumbawa besar- Tim opsnal Satuan reserse narkoba polres sumbawa melakukan penangkapan terhadap seorang terduga  pelaku tindak pidana narkotika
berinisial DW alias Ocas, warga RT 003 RW 004 Desa Pernek kecamatan Moyo Hulu Sumbawa, pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 18.30 WITA.

penangkapan terhadap pelaku DW alias Ocas berawal dari  informasi dari masyarakat setempat. Adapun Barang Bukti yang berhasil diamankan diantaranya: 5 (lima) poket sedang narkotika jenis Shabu dengan  berat bruto 5,34 gram.
1 (Satu) bendel klip transparan. 2 (dua) buah skop. 1 (satu) buah sumbu. 1 (satu) buah timbangan digital. 1 (satu) buah bong. 1 (satu) buah korek gas.

Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra S.IK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reserse Narkoba, Iptu Masdidin SH, Kamis malam (8/7/2020) mengungkapkan, Tim opsnal Sat Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat setempat, bahwa ada orang yang sering melakukan transaksi narkotika jenis Shabu Di rumah milik DW alias Ocas, sehingga dirinya memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan sekaligus  penggeledahan, terang Masdidin.

dikatakan Kasat Reserse Narkoba, pada saat pengeledahan di dalam rumahnya, Tim Opsnal mendapatkan narkotika jenis Shabu yang disimpan di belakang salon. barang haram narkotika jenis shabu itu diakui miliknya di hadapan saksi dan anggota opsnal. 

"pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Sumbawa untuk dimintai ketarangan guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut", tandasnya. 

Kampung Sehat, Jadikan Masyarakat semakin Produktif ditengah Pandemi Covid-19.

By On 07:46


Praya, -Sejak diLounchingnya Lomba Kampung Sehat oleh Bapak Kapolda NTB bulan Juni kemarin, seluruh Desa di Kabupaten Lombok Tengah mulai berlomba dan berbenah, hal tersebut menjadikan masyarakat semakin produktif. 

Seperti yang disampaikan oleh Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi bahwa Kegiatan lomba kampung sehat ini menjadikan masyarakat semakin produktif, salah satunya masyarakat Desa Taman Indah Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.

Upaya Warga Desa Taman Indah dalam mengikuti Lomba Kampung Sehat, merupakan bukti keseriusan dalam menghadapi Tatanan Kehidupan Baru atau New Life, walaupun sedang dilanda pandemi Covid-19 itu tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam berkreasi. 

"Dalam mengikuti Lomba Kampung Sehat, Warga sudah membentuk kelompok tani Budidaya Jamur Tiram dan membuat kerajinan dari anyaman bambu," ujar Suherdi. 

Omset perbulan warga dari budidaya Jamur Tiram dan membuat kurungan ayam dari anyaman bambu sudah tidak diragukan lagi, walapun warga hanya baru bisa memasarkan produknya di pasar traditional. 

Tidak hanya itu warga Desa Pandan Indah juga membudidayakan tanaman hidroponik itu merupakan bukti bahwa masyarakat sudah semakin produktif, 

"Budidaya jamur, produksi anyaman bambu dan budidaya hidroponik merupakan program unggulan dari Desa Taman Indah," tambah Kapolsek. 

Seluruh desa di Kecamatan Pringgarata sangat antusias dalam mengikuti lomba kampung sehat ini, dari pemerintah kecamatan sangat berharap nantinya ada salah satu Desaperwakilan yang maju ditingkat kabupaten maupun provinsi.

 Hj. Niken Beri Bantuan Sembako untuk Pengrajin Terdampak Covid-19

By On 07:45



Lombok Timur - Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga Ketua Dekranasda Provinsi NTB didampingi Pengurus Dekranasda Provinsi dan Pengurus Dekranasda Kabupaten Lombok Timur memberikan bantuan sembako kepada pengrajin yang terdampak Covid-19 di Kantor Sekretariat Dekranasda Kabupaten Lombok Timur, Rabu, 8 Juli 2020.

Hj. Niken dalam kesempatan itu memberikan semangat kepada pengrajin dan pelaku UMKM agar tetap memberikan dedikasi yang terbaik. Hj. Niken juga menyerukan agar mereka memanfaatkan waktu selama pandemi Covid yang berlangsung kurang selama hampir empat bulan ini, untuk berkarya di rumah dan meningkatkan kualitas produk kerajinan.

“InsyaAllah setelah selesai Covid-19 pasti akan ada kebutuhan untuk kain yang lebih bagus apalagi yang biasa menggunakan tenun seperti ASN dan kita harus memberikan barang yang kualitasnya bagus," jelasnya.

Melanjutkan arahannya, Hj. Niken kemudian mengajak pengrajin dan pengurus Dekranasda untuk tetap menjadikan kualitasnya menjadi lebih baik, lewat pelatihan kepada pengrajin untuk membuat kemasan yang menarik.

"Barang-barang yang dijual keliatan lebih baik, bisa menjadi peluang untuk Dekranasda Kabupaten Lombok Timur untuk berkerja sama dengan pengrajin kemasan agar sama-sama saling membantu,” tutur Hj. Niken.

Terakhir, Hj. Niken berharap kepada pengrajin yang telah melebarkan sayapnya ke kancah nasional dapat mempertahankan pelanggannya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Lombok Timur, Hj. Nurhidayati, S.ST, M.PH, mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Provinsi NTB yang telah memberikan kepada pengrajin Kabupaten Lombok Timur. Ia juga memberi semangat kepada pengrajin untuk tetap berkarya dan berinovasi di tengah masa pandemi dimana sangat mempengaruhi perekonomian.

"Terima kasih kepada Dekranasda Provinsi NTB yang telah memberikan semangat kepada para pengrajin dan memberikan motivasi dalam bentuk paket sembako tersebut," jelasnya. 

TMMD 108 Kodim 1628/SB Bangun Masjid Warga  Batu Melik Merasa Bersyukur

By On 07:41



Sumbawa Barat - Pada hari ke delapan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 Kodim 1628 Sumbawa Barat yang dilaksanakan di Desa Seminar Salit terus menunjukan progres yang signifikan, bahkan menuai pujian masyarakat setempat.

Salah satu sasaran fisik yang terus dikejar adalah pembangunan masjid di Dusun Batu Melik yang berukuran 15 X 12 meter yang telah mencapai 52 persen pada hari ke delapan. 

Kepala Desa Seminar Salit, Khairuddin saat ditemui di lokasi TMMD, Rabu, menyampaikan rasa terimakasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan bantuan TNI dalam TMMD ke 108 dalam membangun desanya. 

"Abis gelap terbangunlah Masjid di tengah masyarakat" ungkap Kades mengutip sebuah pribahasa yang artinya usai kecemasan karena covid-19 beberapa bulan terakhir, kini warga bahagia dengan dibangunnya  masjid.

Ya, ungkapan itu dikatakannya karena Kecamatan Brang Rea sebelumnya adalah kecamatan zona merah dan memiliki kasus Covid-19 paling banyak yakni sembilan kasus, dan kini tinggal satu kasus saja.

Menurutnya, sasaran fisik yang dikerjakan oleh TNI dalam TMMD ini sangat sulit dibangun melalui dana desa karena kendala anggaran.

"Saya berterimakasih dengan adanya TMMD ini, semua yang sulit dibangun oleh kami akhirnya dapat direalisasikan," ungkapnya, Rabu. 

Ia juga mengatakan, pembangunan masjid ini sudah direncanakan dari 2017 lalu tetapi tidak dapat dilaksanakan, demikan juga dengan pembangunan jalan strategis jalan usaha tani yang juga dapat direalisasikan dalam TMMD.

"Setelah melihat bangunan ini yang semakin hari semakin meningkat, saya terharu karena warga disini bisa mempunyai masjid," ungkapnya sambil matanya berkaca-kaca. 

Hal yang sama diungkap oleh Ketua RT setempat, ia juga merasa bahagia dengan adanya pembangunan masjid ini. 

"Perasaan saya gembira bercampur sedih, karena berkat TMMD kami disini punya masjid sendiri yang sudah lama kami impikan," katanya. 

Hingga hari ke delapan ini progres pembangunan sasaran fisik lainnya semakin meningkat, seperti pembukaan jalan strategis sepanjang 970 meter dan lebar empat meter telah mencapai 45 persen. 

Sementara itu, pembangunan plat deker juga cukup signifikan, yakni telah mencapai 55 persen. Pembangunan Talud panjang 200 meter mencapai 40 persen. 

Selain itu pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) 38 persen dan rehab satu unit RTLH mencapai 30 persen. 

Sasaran non fisik juga telah dilakukan di antaranya penyuluhan tentang penanggulangan penyebaran covid-19 dan sosialisasi pemasangan tempat cuci tangan di rumah warga.

Wagub : Kekompakan, Modal Mengatasi Masalah

By On 18:10



Mataram  - Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan strategi deteksi dan respon dalam penanganan penyebaran Covid-19 di kota Mataram dan Lombok Barat dalam sepekan ini harus masif. Kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB adalah modal menangani lonjakan angka kasus di kedua daerah tersebut.

“Ini warning (peringatan) bagi warga kota. Begitupula masyarakat Lombok Barat. Interaksi yang intens antar kedua wilayah ini menyebabkannya menjadi epicentrum penyebaran di NTB”, ujar Wagub dalam pertemuan Forkopimda NTB di Gedung BPKP, Selasa, (07/07).

Secara umum, lanjut Umi Rohmi, Provinsi NTB tetap menunjukkan perkembangan penanganan di sektor Kesehatan dan ekonomi. Namun demikian, beban utama di kedua wilayah tersebut adalah tingginya angka kasus tanpa Riwayat. Artinya jumlah OTG (Orang Tanpa Gejala) belum terdeteksi dengan baik khususnya di kota Mataram. Hal ini membutuhkan langkah yang kian masif dalam strategi deteksi dan respon. Seluruh kelurahan di kota Mataram memiliki jumlah kasus kematian akibat virus Covid 19 dan terjadi setiap hari. Terlebih, dalam dua hari terakhir, kondisi fasilitas Kesehatan seperti rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat maupun ruang isolasi di lokasi yang telah ditentukan telah penuh.

Dalam sepekan kedepan, isolasi mandiri menjadi solusi jika angka penularan di kedua wilayah tersebut tidak menunjukkan penurunan. Wagub juga menyinggung banyaknya pondok pesantren yang sudah mulai buka. Ada 98 ponpes yang dipantau belum semuanya memiliki fasilitas kesehatan memadai, adanya Satgas Covid-19 dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan sesuai aturan dari Kementerian Agama yang harus segera direspon karena seluruhnya berada di zona bukan hijau.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan BPKP NTB Dessy Adin juga memaparkan langkah akuntabilitas realokasi anggaran Covid 19. Pendampingan dalam pengelolaan dana Bansos dilakukan dalam rangka pencegahan dan pemberian advis.
“Kebanyakan pejabat ragu dalam menggunakan anggaran untuk keperluan penanganan Covid-19. BPKP juga membuka layanan pengaduan dalam hal pengelolaan dan penyaluran dana bantuan tidak hanya dari pemerintah pusat tapi juga JPS Gemilang”, ujar Dessi.

Dijelaskannya, beberapa hal yang dilakukan audit adalah progress klaim biaya perawatan pasien Covid 19, distribusi almatkes dan pemanfaatan bantuan PCR Kit. Di bidang sosial, sudah ada 11 kabupaten/ kota yang diaudit untuk sinkronisasi data penerima bantuan. Cleansing Data ini untuk menganalisa kualitas data dari yang salah, tidak lengkap, tidak akurat atau memiliki format salah dalam basis data. Di program pemulihan ekonomi, BPKP mengaudit akuntabilitas dalam penggunaan anggaran penyertaan modal negara.

Di bagian lain Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengingatkan, pariwisata NTB bisa terus mengalami penurunan jika tak menemukan langkah kongkrit dalam pemulihan pariwisata. Ia berharap beberapa pasar utama seperti Asia, Eropa Timur dan beberapa negara lain yang sudah membuka “border” untuk pariwisata, peluangnya harus ditangkap oleh pemerintah daerah. Faozal mengusulkan, dengan tetap mengusung tema wisata sehat dan aman sebagai produk, ia mengapresiasi Langkah Polda NTB yang menggelar lomba Kampung Sehat yang dapat dipadukan dengan pembukaan desa desa wisata di NTB.
“Sudah 70 persen desa wisata wisata didukung kesiapannya menerima wisatawan dengan lomba Kampung Sehat Polda. Ada 35 destinasi wisata utama juga yang akan dilakukan penguatan CHS setelah tiga gili dan TNGR”, urai Faozal. Saat ini, sudah 7840 karyawan yang di PHK di sektor pariwisata. Masalah lain seperti kredit macet dan gangguan Kamtibmas menjadi persoalan bersama tak hanya Dinas Pariwisata. 

Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162 WB, Kepala Dinas Kesehatan dan perwakilan MUI NTB serta beberapa kepala dinas dan lembaga.

Wagub Lanjutkan Inspeksi ke Pusat Keramaian di Mataram

By On 18:07

Mataram – Penanganan kasus Covid-19 di Kota Mataram masih perlu terus ditingkatkan. Terlebih, setiap hari selalu ada warga Mataram yang positif Covid-19. Hal itu menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi NTB. Segala upaya digalakkan, termasuk menyambangi langsung tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan di Kota Mataram.

Hari ini, Rabu, 8 Juli 2020, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyambangi pasar tradisional yakni Pasar Cakra dan Pertokan sekitarnya. Ini merupakan kelanjutan aksi Wagub dalam mendorong peningkatan disiplin dalam menerapkan protokol Covid-19 di Kota Mataram.

Sehari sebelumnya, Wagub melakukan kunjungan langsung ke beberapa pasar tradisional di Kota Mataram seperti Pasar Kebon Roek, Pasar Dasan Agung dan Pasar Cemara dalam rangka sosialisasi penanganan Covid-19.

Wagub mengemukakan, daerah-daerah di Kota Mataram ini tidak dapat disama-ratakan. Menurutnya, kondisi ini sangat tergantung dari bagaimana aparat yang bertugas. “Jadi tadi keliatan disini saat kita keliling itu bisa dibilang 95% memakai masker,” ujarnya.

Meski demikian, Wagub sangat mendorong agar kontrol terus dilakukan, sehingga disiplin dapat terus berjalan. “Ini sudah disiplin, tapi tetap disambangi supaya tetap seperti ini, mudah mudahan, kalau semua kita seperti ini, insyaAllah kita bisa sama sama melewati wabah ini,” ungkap Wagub.

Wagub yang terlihat sangat bersemangat meninjau pasar Cakra dan pertokoan sekitarnya menegaskan bahwa kunci dari wabah ini ialah kedisiplinan, sabar dan konsisten. Apabila ketiga kunci itu dapat dijalankan, perekonomian di NTB bisa segera pulih. 

Lebih jauh, Wagub meminta kepala pasar terus melakukan inspeksi setiap hari, secara persuasif. “Disampaikan kepada masyarakat bahwa ini bukan untuk siapa siapa, tapi ini untuk mereka, keluarganya dan lingkungannya,” pinta Wagub.

Wagub membagikan masker sembari meminta kepada para pedagang dan para pengunjung pasar yang tidak memakai masker agar tetap memakai masker. Sedangkan kepada pengunjung atau pedagang yang menggunakan masker, Wagub mengucapkan terimakasi dan mengingatkan agar terus menjaga kesehatannya sembari mengacungkan jempol. 

Camat Cakranegara, Muhammad Erwan, mengemukakan bahwa Kelurahan Cakra Timur satu satunya kelurahan yang di Kecamatan Cakranegara telah menjadi zona hijau. “Memang awal-awal ada kasus 1, tapi secara KTP dia merupakan warga Praya, sehingga untuk yang warga kami yang berada di Kelurahan Cakra Timur sementara tidak ada kasus,” ungkapnya.

Sejak awal, sambungnya, pihaknya sudah memberlakukan warga pendatang wajib lapor dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat, sehingga lansia dan balita diimbau untuk diam di rumah. Untuk pengamanan pasar, pihaknya trus melakukan koordinasi dengan kepala pasar.

“Saya bersama pak Kapolsek, Danramil sejak awal sudah memberikan imbauan kepada pasar bahwa masuk pasar wajib pakai masker, jika ditemukan maka tidak boleh masuk," ungkapnya.

Pihaknya juga sejak awal telah membuat imbauan untuk mengatur pusat perkantoran, pusat pertokoan, mengajak juru parkir dan pedagang kaki lima untuk bekerja sama dalam penerapan protokol Covid-19.

“Dari proses pencegahan, itu rutin kami lakukan bersama Linmas kami, bersama pak Lurah, bersama kepala lingkungan,” tambahnya.

Kesadaran masyarakat diakuinya tidak dapat diwujudkan 100 persen. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pengawasan bersama Polri dan TNI. “Harapan kami, dari Lingkungan yang kami tekan, melalui program PCBL dan dikombinasi dengan program kampung sehat kita upayakan dari lingkungan sendiri lingkungan itu sadar,” terangnya.

Senada dengan itu, Kepala Pasar Cakra, I Nengah Sukardi mengaku bahwa pemantauan dan penertiban pemakaian masker dan penyemprotan disinfektan. “Kita tetap berkoordinasi dengan Camat dan Lurah dan penyemprotan atas himbauan Camat dan Lurah, walaupun tidak ada dari BPBD, tetap ada penyemprotan dipakai tenaga kita, diberikan bantuan disinfektan,” terangnya.

Kemudian, bila ada yang melanggar protokol Covid-19, seperti tidak memakai masker, pihaknya akan langsung menegur dan tidak akan diizinkan memasuki pasar. “Kalau pedagang kita sudah tertip memakai masker, tinggal pengunjung saja yang harus terus kita imbau untuk menggunakan masker,” tutupnya. 

Contact Form

Name

Email *

Message *