Popular Posts

HEADLINE NEWS

Rachmat Hidayat bagi 9 Kursi Roda warna Merah untuk Penderita Disabilitas di lingkungan Gomong Mataram

By On 16:10


Mataram - Dalam rangka menyambut hari disabilitas nasional tanggal 3 desember 2022, Anggota DPR RI dapil Lombok dari Fraksi PDI Perjuangan , H Rachmat Hidayat kembali membagikan 9 Kursi Roda yang didominasi warna merah untuk penderita disabilitas di Lingkungan Gomong Lama Mataram . 


Serah terima bantuan kursi roda merah dari Rachmat Hidayat di langsungkan di Halaman SDN Gomong Lama yang disaksikan oleh Kepala Lingkungan H Zulhayadi dan beberapa RT di lingkungan Gomong Lama. 


Tanpa protokoler , Rachmat Hidayat langsung menyerahkan 9 Kursi Roda Merah kepada 9 penderita disabilitas atau yang mewakilinya. Adapun 9 orang penerima Kursi Roda Rachmat Hidayat adalah , Kamarudin , Martijah, Siti Rohan, Baihah, Basah, Maimanah, Milati, Rinasih, Budi Hasnani. 


"Hari ini, Minggu 4 Desember 2022 sudah saya tunaikan kontan permintaan warga gomong untuk penderita cacat di lingkungan gomong tidak pakai lama dan tanpa prosedur yang ribet," kata Rachmat Hidayat yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTB didampingi Yogantara , Anggota DPRD Kota Mataram dari PDIP, minggu 4 desember 2022. 



Menurut Rachmat Hidayat  Kursi Roda yang ia donasikan untuk 9 penyandang disabilitas di lingkungan Gomong lama sebagai bentuk saling memanusiakan dan saling tolong menolong tanpa motif politik apapun. 


"Terhadap semua  bantuan-bantuan yang telah saya sumbangkan ini tidak ada motif politik apapun. Saya ihklas saja untuk setiap jalan kebaikkan karena semua itu doa. Itu yang terpenting," ujar Rachmat Hidayat. 



Selanjutnya Rachmat menambahkan usai penyerahan 9 Kursi Roda ini ,  hari selasa mendatang dirinya akan kembali membagikan puluhan Kursi Roda Adaptif yang canggih untuk penderita cacat khusus, seperti Lumpuh Layu di beberapa Desa di Lombok Tengah dan  Lombok Timur. 



"Hari selasa dan seterusnya , Inshaa Allah,  Saya akan membagikan puluhan Kursi Roda Adaptif yang di desaign khusus untuk Penderita Lumpuh Layu di Lombok Timur dan Lombok Tengah,"  tukas Rachmat. 


Terima Kasih Warga Gomong untuk Rachmat Hidayat



Sementara itu Kepala Lingkungan Gomong Mataram, H Zulhayadi menyampaikan terima kasih atas bantuan 9 Kursi Roda Merah oleh Anggota DPR RI , H Rachmat Hidayat. 


"Tanpa prosedur yang bertele-tele dan waktu yang singkat , 9 penderita disabilitas di lingkungan Gomong dibuat Senang dan bahagia oleh H Rachmat Hidayat," ujar H Zulhayadi. 


Kaling Gomong itu juga memuji kiprah Rachmat Hidayat yang sebelumnya membantu dengan cepat pembukaan kembali tembok 'Berlin'  Unram yang membuat warga gomong saat ini mudah mengakses Kampus Universitas Mataram. 


"Demi Allah , Warga Gomong pasti tidak akan pernah melupakan kebaikkan H Rachmat Hidayat," imbuhnya. 


Terpisah penderita disabilitas penerima bantuan kursi roda , Martijah ( 60 tahun ) , mengucapkan terima kasih bantuan Kursi Roda oleh Rachmat Hidayat. Dirinya menderita cacat kaki permanen karena terjatuh. 


"Saya bersyukur mendapat sumbangan kursi roda gratis dari Pak Haji Rachmat Hidayat. Ini yang saya idam-idamkan sejak dulu ditengah keterbatasan perekonomian saya," tutur Martijah sumringah. 


Sementara Hasnan, penderita disabilitas yang cara jalan merangkak juga menyampaikan puji syukur atas sumbangan kursi roda yang ia terima. 


"Dengan adanya kursi roda ini setidaknya saya tidak merepotkan orang lagi untuk membantu kehidupan sehari-hari. Terima Kasih Pak Haji Rachmat atas kebaikkan dan keihklasannya," Tukas Komarudin.

Pastikan Hak Penerima BLT BBM Tahap II Terpenuhi, Rachmat Hidayat Gelar Pemantauan di Kota Mataram

By On 06:29


MATARAM-Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM Tahap II sudah mulai dicairkan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedikitnya, di seluruh NTB, BLT Tahap II akan diterima 543 ribu KPM. Kali ini, pencairannya BLT Tahap II berbarengan dengan pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan juga dana Program Keluarga Harapan (PKH).


Anggota Komisi VIII DPR RI H Rachmat Hidayat memantau langsung pencairan tersebut di Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, kemarin (30/11). Politisi PDI Perjuangan tersebut menyapa dari dekat masyarakat yang menerima BLT di kantor lurah setempat yang sudah berkumpul sedari pagi. Sebagian besar adalah kaum ibu-ibu.


"Menjadi tugas konstitusional saya sebagai wakil masyarakat Pulau Lombok di DPR RI untuk hadir melakukan pengawasan penyaluran bantuan ini supaya hak-hak masyarakat terpenuhi," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.


Politisi senior yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini didampingi Koordinator Regional Jaminan Sosial di Kementerian Sosial, Mukhlis. Di Kelurahan Abian Tubuh Baru, kemarin, terdapat 659 KPM yang menerima BLT BBM Tahap II berbarengan dengan BPNT dan PKH. Total dana yang dicairkan KPM di kelurahan ini kemarin sebesar Rp 797,825 juta.


Mereka yang menerima BLT BBM datang dengan membawa surat pemberitahuan yang sudah dikirimkan Kantor Pos terlebih dahulu dan melengkapinya dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga.


Kedatangan Rachmat disambut riuh warga yang sedang mengantre proses pencairan dengan raut penuh kegembiraan. Deputi Eksekutif General Manager Kantor Pos Cabang Utama Mataram Edhi Mulyo Utomo dan Lurah Abian Tubuh Baru, Erdhi Indra Pratama juga menyongsong untuk menyambut kedatangan Rachmat dan rombongan. Selain itu tampak hadir Ketua DPC PDIP kota Mataram, Made Slamet,  Anggota DPRD kota Mataram Fraksi PDI Perjuangan dapil Sandubaya,  Wiske. 


Dalam kesempatan tersebut, di hadapan warga penerima BLT BBM, Muhklis menjelaskan, bahwa pencairan BLT BBM tahap II tersebut dilakukan berbarengan dengan pencairan BPNT dan dana PKH. Sehingga tidak semua KPM yang hadir kemarin, akan menerima jumlah uang yang sama. Sebab, ada KPM yang menerima Dana BLT sekaligus BPNT dan dana PKH. Namun, ada KPM yang hanya menerima Dana BLT dan PKH saja, atau ada juga KPM yang menerima BLT dan BPNT saja.


Masing-masing KPM telah menerima dana apa yang akan diterimanya sesuai dengan surat pemberitahuan yang mereka terima. Dalam surat pemberitahuan juga disebutkan kalau bantuan tidak ada potongan apapun. Jika ada potongan, tercantum nomor pengaduan di Kementerian Sosial yang dapat dihubungi kapan saja. Khusus untuk dana BPNT, tidak boleh digunakan untuk membeli rokok dan minuman keras.


Secara umum, untuk dana BLT BBM, setiap KPM akan menerima Rp 300 ribu yang merupakan peruntukan bulan November dan Desember tahun 2022. Rinciannya masing-masing tiap bulan Rp 150.000.


Sementara dana Bansos BPNT akan dicairkan untuk tahap bulan Oktober hingga Desember. Dengan rincian nominal Rp 200.000 tiap bulan. Sehingga total akan diterima tiap KPM sebesar Rp 600.000. Sedangkan dana Bansos PKH yang dicairkan adalah triwulan terakhir tahun ini. Dan nominalnya berbeda-beda tiap KPM, sesuai komponen yang dimiliki dalam daftar penerima manfaat tiap KPM.


Butuh waktu kurang dari lima menit bagi setiap warga untuk mencairkan dana BLT dan dana BPNT maupun dana PKH yang mereka terima. Kepada petugas dari Kantor Pos yang sudah berada di hadapan mereka, satu per satu warga dipanggil namanya. Mereka menunjukkan kelengkapan dokumen yang mereka bawa, kemudian membubuhkan cap jempol, dan setelah itu dana BLT dan BPNT dicairkan secara tunai. Warga yang sudah menerima dana tersebut kemudian difoto secara langsung oleh petugas Kantor Pos yang menyerahkan dana.


Seluruh proses pencairan tersebut dipantau secara saksama oleh Rachmat. Termasuk memastikan bahwa jumlah bantuan yang diterima oleh warga benar-benar tepat jumlah tanpa ada pemotongan. Rachmat pun secara simbolis menyempatkan menyerahkan dana tersebut kepada salah seorang penerima yang mendapatkan tiga jenis Bansos sekaligus. Totalnya Rp 1,4 juta.


Di hadapan seluruh warga yang menerima BLT, saat didaulat memberikan sambutan, Rachmat menjelaskan dirinya adalah Anggota Komisi VIII DPR RI. Disampaikan pula bahwa BLT yang diterima oleh masyarakat dari pemerintah, adalah kompensasi untuk masyarakat seiring dengan kebijakan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM beberapa bulan sebelumnya.


Dijelaskan, pencairan dana BLT dilakukan dua tahap. Masing-masing tahap, setiap warga mendapatkan Rp 300.000. Dan yang sedang berlangsung saat ini adalah pencairan tahap kedua yang berarti menjadi pencairan BLT BBM yang terakhir.


“Bantuan ini khusus untuk warga yang tidak mampu,” imbuh Rachmat.


Sementara itu, Edhi Mulyo Utomo menjelaskan, di Kota Mataram, total ada 35.263 KPM yang akan menerima dana BLT Tahap II. Untuk penyaluran ini, pihaknya menggunakan tiga teknik pembayaran. Pertama, secara komunitas seperti yang dilakukan di Kelurahan Abian Tubuh. Seluruh KPM dikumpulkan di masing-masing kelurahan. Lalu pencairan dilakukan petugas Pos di sana.


“Untuk pencairan secara komunitas ini kami jadwalkan selama 10 hari. Sehingga, pihaknya menargetkan, di Kota Mataram, paling lambat pada 3 Desember seluruh Dana BLT telah diterima oleh mereka yang berhak,” katanya.


Cara kedua, pihaknya membuka pencairan melalui loket di masing-masing kantor pos. Ini untuk mengantisipasi sekiranya ada warga yang tidak bisa hadir pada saat pencairan dilakukan secara komunitas. Sementara cara ketiga, khusus untuk KPM penerima BLT yang dalam kondisi sakit, lansia, atau merupakan penyandang  disabilitas, maka mereka akan didatangi langsung oleh petugas pos di rumahnya masing-masing.


“Apa pun model pencairannya, tidak ada pemotongan sama sekali. Seluruh dana yang menjadi hak tiap KPM akan diterima secara utuh,” tandasnya.


Pada saat yang sama, di sela penyerahan BLT BBM tersebut, Rachmat bersama Kepala Balai Paramita Kementerian Sosial juga menyerahkan bantuan kursi roda untuk penyandang disabiltias di Kota Mataram yang berasal dari Kelurahan Abian Tubuh Baru. Suka cita dan kegembiraan terpancar jelas dari mereka yang menerima bantuan tersebut.

Rieke Diah Pitaloka Sowan ke Rachmat Hidayat Sebelum Hadiri Kuliah Umum Dies Natalis FH Unram

By On 07:57


MATARAM-Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka menggelar kunjungan silaturahmi ke Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI, kemarin (29/11/2022) petang. Kunjungan tersebut dilakukan sebelum Rieke menjadi narasumber Kuliah Umum dalam rangka Dies Natalies Fakultas Hukum Universitas Mataram ke-56, hari ini.


“Ini kunjungan silaturahmi saya ke beliau. Pak Rachmat Hidayat adalah salah seorang senior yang sangat kami hormati di partai,” kata Rieke.


Rachmat menyongsong kedatangan Rieke dengan penuh suka cita di kediaman pribadinya di Jalan Panji Masyarakat. Rieke datang dengan didampingi Dekan Fakultas Hukum Unram Hirsanudin. Turut pula mendampingi Ketua Bantuan Hukum Unram Joko Jumadi, dan Ketua Metajuridika FH Unram Widodo Dwi Putro. Hadir pula Anggota DPRD Kota Mataram dari PDIP Nyayu Ernawati dan politisi muda PDIP Ahmad Amrullah.


Pertemuan silaturahmi tersebut berlangsung santai dan guyub selama lebih dari satu jam. Sesekali diselingi pula dengan gelak tawa. Sebagai sahibulbait, Rachmat terlihat sangat gembira dengan kunjungan tersebut.


“Lazimnya sebuah silaturahmi, semuanya akan mendatangkan kebaikan. Silaturahmi akan memperluas pikiran dan memperkaya sudut pandang,” imbuh tokoh kharismatik Bumi Gora ini.


Bagi Rachmat, Rieke adalah salah satu bintang di Fraksi PDI P DPR RI. Rieke acap tampil dengan sikap vokal terutama dalam menanggapi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Pada 2011, politisi perempuan asal Jawa Barat ini meraih penghargaan Young Global Leader dari World Economic Forum. Sementara setahun sebelumnya, Rieke juga dinobatkan sebagai The Most Powerfull Woman oleh Asia Globe, salah satu media terkemuka.


“Tentu menjadi kebanggaan kami, memiliki sosok seperti Mbak Rieke di partai,” imbuh Rachmat.


Tokoh yang dikenal sangat dekat dengan Ketua Umum DPP PDIP Hj Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden kelima Indonesia ini pun memberi apresiasi yang tinggi kepada Rieke, yang akan menjadi salah satu narasumber dalam Kuliah Umum dalam rangka Dies Natalis FH Unram, pagi ini.


Rieke yang merupakan Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, akan menyampaikan berbagai persoalan terkait data yang dimiliki pemerintah dalam Kuliah Umum dengan tema “Urgensi Produk Hukum untuk Melahirkan Data Negara yang Presisi” tersebut.


 “Di balik angka dalam data negara, ada nasib dan nyawa jutaan rakyat yang dipertaruhkan,” kata Rieke.


Saat merampungkan program doktoral di UI, Rieke menulis disertasi dengan judul ‘Kebijakan Rekolonialisasi: Kekerasan Simbolik Negara Melalui Pendataan Perdesaan’. Disertasi tersebut membongkar apa yang disebutnya “kekerasan negara” yang beroperasi melalui data yang tidak menginformasikan kondisi dan kebutuhan riil warga serta potensi riil perdesaan.


Praktek tersebut mengakibatkan monopoli sumber daya publik berada di tangan biroksasi atau pun korporasi. Sementara, ruang komunikasi dan partisipasi masyarakat tertutup atas nama teknokrasi yang legal.


Di sisi lain, kualitas data negara tidak memenuhi prinsip-prinsip data yang aktual, akurat dan relevan (pseudo data). Namun, data tersebut tetap dianggap data yang memiliki legalitas sebagai basis data kebijakan pembangun, karena prosesnya berpedoman pada peraturan perundang-undangan.


*Inspirasi dari Bung Karno*


Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Dekan FH Unram Hirsanudin menjelaskan, Kuliah Umum akan digelar di Gedung Doome Unram, pagi ini. Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo dijadwalkan akan membuka kuliah umum.


Terkait tema kuliah umum yang menyoroti pentingnya data yang presisi, Hirsanudin mengemukakan, betapa pembangunan saat ini dihadapkan pada urgensi yang mendesak tentang pentingnya data yang akurat. Misalnya data penduduk, data angka kemiskinan, dan data lainnya.


Hirsanuddin pun mengutip bagaimana Bung Karno pada tahun 1961 dalam bukunya "Ringkasan Pembangunan Semesta” pernah menyatakan bahwa dalam menjalankan pekerjaanya Dewan Perancang Nasional (Deparnas) sering terbentur pada angka-angka yang berlainan mengenai penduduk yang dipergunakan sebagai perhitungan oleh berbagai instansi.


Bung Karno menyebut, Deparnas tidak bisa bekerja atas angka-angka yang berlainan tersebut. Deparnas kemudian menginsafi bahwa soal penduduk adalah soal pokok dalam perencanaan.


“Karena penduduk yang menjadi soal pokok dalam perencanaan, karena penduduklah yang menjadi tujuan pokok pembangunan dan penduduklah yang menjadi pelaksana pembangunan,” kata Hirsanuddin mengutip pendapat Bung Karno tersebut.


Karena itu, sebagaimana pandangan Bung Karno, keterangan-keterangan yang tepat mengenai penduduk kata Hirsanuddin, adalah suatu keharusan dalam setiap penyusunan perencanaan dan dalam pelaksanaan dan penilaian pembangunan.


“Dari pendapat Bung Karno tersebut dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya data yang akurat khusunya data penduduk. Jika data penduduk salah maka pemerintah dalam menyusun perencanaan akan salah, dan akan berdampak pada kihidupan masyarakat,” imbuhnya.


Pendapat Bung Karno itu pula yang menjadikan Fakultas Hukum terinspirasi untuk melaksanakan kuliah umum yang digelar hari ini.

Bersuka Cita Rayakan Hari Guru Nasional, Rachmat Hidayat Memuliakan Para Guru di Bumi Gora

By On 17:34


MATARAM-Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih tiada henti untuk seluruh guru di Bumi Gora. Bagi Rachmat, Guru adalah ujung tombak pendidikan bangsa. Karena itu, guru tak akan pernah berhenti menjadi pelita untuk anak bangsa.


Bersama para guru di seluruh NTB, Rachmat ikut bersuka cita atas perayaan Hari Guru yang diperingati di seluruh Indonesia hari ini, 25 November 2022. Seluruh guru kata Rachmat, layak mendapat apresasi dari semua pihak pada hari ini.


Rachmat terlahir dari keluarga guru. Ayahandanya, Guru Ramiah, adalah tokoh dan tenaga pendidik yang memiliki nama sangat masyhur di Lombok Timur. Karena itu, Rachmat tahu persis, bagaimana mereka yang menempuh jalan hidup untuk mengajar, akan belajar dua kali lipat lebih keras daripada anak didiknya.


 “Pendidikan merupakan pintu peradaban dunia. Pintu tersebut tidak akan terbuka kecuali dengan satu kunci, yakni seorang sosok guru,” imbuh Rachmat, Jumat 25 November 2022


Bagi Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini, suka cita dan momentum perayaan Hari Guru harusnya dimaknai dalam dua sudut pandang. Bagi ibu dan bapak guru, mereka harus menyadari bahwa dirinya adalah inspirator dan teladan bagi murid dalam bersikap dan berperilaku. Sebab, guru adalah semangat bagi murid tidak saja dalam mempelajari dan menekuni ilmu, tapi juga sebagai contoh dalam berakhlak.


“Karena kedudukan yang mulia tersebut, seorang guru adalah cermin jernih tanpa noda bagi murid, bukan sebaiknya. Dengan demikian, guru harus tetap menjaga akal budinya,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI ini.


Sementara bagi murid, momentum Hari Guru ini, harus menjadikan mereka semakin memahami bahwa tanpa guru, mereka tidak akan mengerti diri dan lingkungannya. Para murid harus menyadari bahwa kehidupannya sekarang adalah hasil jerih payah dan keikhlasan guru-gurunya dalam mendidik. Keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan murid tidak bisa dipungkiri adalah berkat peran dari guru yang telah mengisi akal budinya sehingga tangguh mengadapi bahtera kehidupan.


“Karena itu, tidak pantas bagi siapa pun untuk melupakan jasa guru,” tandas tokoh kharismatik Bumi Gora ini.


Musabab itu, selayaknyalah, para guru dimuliakan. Mereka adalah sosok terhormat dan penuh dedikasi yang memberikan segala jerih payahnya bagi calon generasi bangsa. Apalagi, tak hanya sebagai pengajar, mereka juga bertindak sebagai pendidik. Di lain sisi, sosok guru juga menjadi panutan bagi setiap muridnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bernilai.


Rachmat menegaskan, guru memang adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan lantaran mereka tidak memiliki jasa. Justru sebaliknya, lantaran jasa mereka yang sangat besar dan tidak terbilang, sehingga akan menjadi teramat sulit bagi siapa pun untuk membalasnya.


*Tempat Istimewa*


Atas jasanya yang begitu besar itulah, sudah selayaknya guru mendapatkan apresiasi yang tinggi. Rachmat mencontohkan, bagaimana Bung Karno menempatkan guru sebagai figur yang sangat istimewa. Politisi senior PDI Perjuangan ini menceritakan bahwa Bung Karno memandang guru sebagai kelompok masyarakat spesial yang berperan membentuk akal dan jiwa anak-anak penerus bangsa.


Bung Karno kata Rachmat pernah menyebutkan dengan tegas, bahwa satu bangsa akan kehilangan rasa perikemanusiaan jika guru-guru di semua perguruan hanya tahu mengajar, menulis, dan menghitung saja. Namun, guru yang memiliki jiwa kebangunan akan berhasil membentuk akal dan jiwa anak-anak didik mereka.


Itu sebabnya, Bung Karno menganggap, selama guru masih ada, peradaban manusia tidak akan hancur. Sehingga posisi guru menjadi sangat penting untuk membangun peradaban manusia.


''Melihat peran para guru seperti itu, tidak berlebihan jika saya katakan para guru adalah penjaga masa depan bangsa sekaligus kompas yang mengarahkan masa depan anak-anak bangsa,'' tandas tokoh yang disebut “Datu Lombok” ini.


Di sisi lain, tanggung jawab guru juga sungguh besar. Di pundak mereka bahkan kini, keberhasilan literasi diletakkan. Baik literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan. Sebagaimana UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang memberi amanat besar kepada mereka yang didefinisikan sebagai 'guru' dan 'dosen'. Undang-undang itu menyebutkan 'guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.'


Kepada seluruh pengurus dan kader PDI Perjuangan di NTB, Rachmat pun menginstruksikan untuk mereka turut memuliakan para guru pada momentum peringatan Hari Guru ini. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, aktivitas pendidikan masih dapat terus berlangsung sepenuhnya karena adanya inovasi, kreativitas, dan dedikasi dari para guru. Dunia pendidikan melakukan penyesuaian dan para guru melakukan adaptasi.


Para guru juga terus mengambil peran vital. Mereka tak tergantikan dalam menavigasi putra-putri bangsa di tengah berbagai tantangan dunia modern dan kemajuan teknologi. Guru memegang peranan penting dalam upaya pemerintah membangun kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan Indonesia Maju.


 “Selamat Hari Guru untuk seluruh ibu dan bapak guru di NTB. Apresiasi dan terima kasih yang tinggi dari kami,” tandas Rachmat.

Polsek Rasbar Polres Bima Kota Gagalkan Jual Edar Ribuan Butir Tramadol, Emak-Emak Diamankan

By On 21:55


Kota Bima, NTB  Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang kembali terungkap di wilayah hukum Polres Bima Kota.


Informasi terbaru, Kepolisian Sektor (Polsek) Rasanae Barat Polres Bima Kota Polda NTB Jum'at kemarin, berhasil menggagalkan jual edar ribuan butir pil tramadol di Kota Bima.


Selain ribuan tramadol yang diamankan dua orang emak-emak yang diduga penjual obat keras tersebut, berhasil diamankan petugas dan langsung digiring menuju Mako Polsek Rasbar.


Begitu kabar disampaikan Kapolres Bima Kasi Humas Iptu Jufrin, pagi ini.


Operasi penggerebekan oleh Tim Opsnal yang dipimpin langsung Kapolsek Rasbar, berhasil menangkap terduga pemilik dan menyita sedikitnya 1.200 butir pil tramadol.


"Kami tangkap pada pukul 17.45 Wita di salah satu ekspedisi di Kota Bima," kata Kasi Humas Iptu Jufrin.


Dua wanita terduga pemilik ribuan butir Tramadol itu berinisial WI (32 thn), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Sarae dan IN (19 thn) asal Kota Bima. Kini, keduanya diamankan di Mapolsek Rasbar.


Kasi Humas membeberkan kronologi penangkapan tersebut. Awalnya, pada Kamis (17/11) sekitar pukul 19.00 Wita, Ia mendapat informasi ada pengiriman barang berupa 1 kardus yang berisi obat jenis tramadol. 


kasi Humas Iptu Jufrin kemudian melakukan pantauan di lokasi guna mempermudah di dalam penangkapan. Pada jum’at (18/11) pukul 17.00 Wita, Kapolsek Rasbar bersama tiga Anggota Tim Opsnal  melakukan penyanggongan terhadap dua pelaku yang saat itu sedang mengambil barang disalah satu expedisi yang ada di wilayah Kota Bima 


"Dengan penangkapan tersebut kedua pelaku langsung diamankan bersama barang bukti dan diserahkan ke penyidik Polsek Rasanae Barat dan selanjutnya untuk diserahkan kepada Satres Narkoba Polres Bima Kota Polda NTB," ungkap Jufrin.


Demikian Rilis Si Humas Polres Bima Kota Untuk Di Publikasikan Oleh Media


Kasi Humas Polres Bima Kota


                   Ttd

                   *JUFRIN*


      Inspektur Polisi Satu

Redam isu santet, Polsek Praya Timur bersama Tokoh Masyarakat lakukan mediasi

By On 21:53


LOMBOK TENGAH, - Aparat Kepolisian Resor Lombok Tengah melalui Polsek Praya Timur bersama Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat melakukan mediasi untuk meredam isu santet di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. 


"Agar tidak semakin meluas, kami bersama Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat melakukan mediasi antara pihak keluarga Inaq K, (70) dengan warga," kata Kapolres Lombok Tengah melalui Kapolsek Praya Timur IPTU Supardi, Sabtu (19/11). 


Kapolsek menjelaskan bahwa, warga Desa persiapan Jeropuri Kecamatan Praya Timur digegerkan dengan rumor adanya santet yang mengakibatkan salah satu warga setempat meninggal dunia dan berujung pengerusakan rumah Inaq K yang diduga memiliki ilmu santet, Kamis malam (17/11). 


Kapolsek Praya Timur bersama dengan Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat sudah melaksanakan himbauan kepada masyarakat serta mediasi dibalai Desa guna menyelesaikan permasalahan tersebut. 


"Alhamdulillah, kedua belah pihak sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan," tutur Kapolsek. 


Kapolsek mengatakan bahwa, sebenarnya permasalahan tersebut berawal dari empat hari yang lalu, yakni ketika salah satu warga setempat An Amaq U yang meninggal. Pihak keluarga Amaq U menduga bahwa kematiannya akibat terkena santet. 


Kapolsek mengatakan, pihaknya bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat akan terus berperan aktif untuk memberikan edukasi kepada warga agar permasalahan rumor santet tidak membesar lagi. 


"Kami bersama tiga pilar secara rutin akan memberikan himbauan dan edukasi di Desa setempat untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan itu," tutup Kapolsek.


           

Aksi Kemanusiaan Politisi Muda PDIP, Gerak Cepat Bantu Warga yang Ditimpa Kesulitan

By On 06:46


MATARAM-Gerak cepat Ahmad Amrullah yang membantu Asimah, warga Lenting Daye, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, di RSU Provinsi NTB, patut ditiru. Politisi muda PDI Perjuangan tersebut membantu meringankan biaya dan mencari jalan agar Asimah cepat mendapat kamar perawatan sehingga memungkinkan tindakan medis segera.


Asimah sudah berada di Instalasi Gawa Darurat RSUD Provinsi semenjak Rabu (16/11) sore. Namun, hingga Kamis (17/11) malam, perempuan 61 tahun tersebut tidak kunjung mendapat kamar perawatan lantaran masih penuh. Tak tahu hendak berbuat apa, keluarga Asimah yang sudah pasrah lantas menceritakan kondisi tersebut kepada Usman, yang merupakan kolega Amrullah sesama politisi. Usman adalah politisi Partai Demokrat di Lombok Timur dan sudah bersahabat lama dengan Amrullah.


Mendapat cerita tersebut, Usman lalu menghubungi Am, sapaan karib Amrullah. Am yang sedang berada di Mataram lantas menggeber kendaraannya langsung ke IGD RSUD NTB untuk mengunjungi langsung Asimah. Nur, putri keempat Asimah lantas menceritakan ibudanya yang belum mendapatkan kamar perawatan dan didiagnosis luka pada pembuluh darah. Sebelumnya, Asimah terjatuh di kamar mandi.


Mendapat cerita tersebut, Am kemudian menghubungi Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat. Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut kemudian merespons cepat masalah yang dihadapi Asimah. Jika tak ada aral melintang, kamar perawatan untuk Asimah paling lambat sudah tersedia pagi ini. Sehingga tindakan medis untuk penanganan penyakitnya bisa didapatkan segera. Secara khusus, Rachmat juga meminta putranya yang bekerja di RSUD NTB untuk memantau langsung kondisi Asimah.


Selepas satu jam membesuk Asimah, Am pun berpamitan. Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur ini kemudian meberikan bantuan tunai untuk kesembuhan Asimah. Bantuan tersebut diterima keluarga dengan penuh rasa syukur.


“Ini semata untuk kepentingan moral dan kemanusiaan. Membantu sesama itu kewajiban. Kita semua ada untuk saling berbagi beban,” kata Am saat ditanya tentang aksi sosial yang dilakukannya tersebut.


Tindakan kemanusiaan yang dilakukan Am, tentu bukan kali ini saja. Sudah puluhan kali Am melakukan hal serupa sebagai bagian dari mempererat persaudaraan antarsesama.


“Hati saya senantiasa bergetar setiap melihat ketidakbedayaan yang membutuhkan uluran tangan,” kata pengusaha muda asal Lombok Timur ini.


Dia ingin kesetiakawanan sosial hendaknya lebih digerakkan lagi, agar tidak ada lagi apatisme sosial di kalangan warga.

Rachmat Hidayat Dinobatkan Sebagai Datu Lombok

By On 16:57


LOMBOK TENGAH - Anggota DPR RI fraksi Partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat kembali menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI.


Kali ini, kegiatan sosialisasi menyasar milenial di Pondok Pesantrean Ar Rahmah Nahdatul Wathan (NW) Pringgarata Lombok Tengah pada Selasa, (15/11/2022).


Kegiatan tersebut dihadiri ratusan santri (milenial) Ponpes Arrahmah bersama dengan pengurus yayasan.


H Rachmat Hidayat menyampaikan pentingnya sosialisasi 4 pilar kebangsaan untuk kaum milenial agar kelompok yang berjumlah hampir 68.662.815 jiwa itu tidak lupa akan jati diri bangsa. Milenial, kata Rachmat perlu pemahaman yang benar tentang nilai yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan.


Tokoh kharismatik itu mendorong agar milenial terlibat aktif dalam mendistribusikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.


"Saya ingin kalangan milinel paham jati diri bangsa. Dan bisa membantu melakukan sosialisasi lewat platform media sosial pribadi masing-masing. Anak muda harus lebih kreatif, supaya 4 pilar kebangsaan ini tidak dipahami secara kaku (leterlek). Bisa membuat konten sosialisasi sekaligus edukasi melalui medsos seperti facebook, instagram, atau tiktok," jelas Rachmat.


Adapun hadir sebagai pemateri Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta Hakam Ali Niazi. Diskusi dipandu oleh M Khairil, pengajar Ponpes Ar Rahmah NW Pringgarata.


Kandidat Doktor itu menyampaikan hubungan erat antar Sang Proklamator Bung Karno dengan sejumlah tokoh islam. 


Dalam perjalanannya, Bapak Kandung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu telah menujukkan relasi mesra dan kontruktif dengan tokoh-tokoh islam di masanya. 


Sebagai contoh, pada saat Bung Karno masih berusia remaja, beliau pernah berguru ke sejumlah tokoh islam seperti Haji Umar Said (HOS) Tjokroaminoto. Bahkan, Bung Karno juga pernah menjadi santri pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.


Tak hanya itu, Bung Karno juga pernah mendapat bintang kehormatan Muhammadiyah pada 10 April 1965.


Bintang yang dibuat dari bahan emas murni itu diberikan dalam rangka menghargai jasa Bung Karno kepada Muhammadiyah.


Tak hanya dengan tokoh islam di Nusantara, Bung Karno pun menujukkan kemesraannya dengan tokoh besar islam dunia.


Akademisi Hakam Ali Niazi bercerita, nama Presiden Pertama Repubik Indonesia itu begitu sangat legendaris bagi masyarakat Uzbekistan, sebuah negara di Asia Tengah pecahan Uni Soviet yang penduduknya mayoritas beragama Islam. 


Kepopuleran nama Presiden Soekarno berkaitan dengan kisah ditemukannya makam Imam Bukhari, seorang perawi nabi yang sangat termasyur di kalangan umat Islam.


Tidak banyak yang tahu, Soekarno lah orang yang meminta pemerintah komunis Soviet agar menemukan makam tersebut. Berkat jasa Soekarno, saat ini kompleks makam Imam Bukhari yang terletak di desa Hartang, sekitar 25 kilometer dari Samarkand, telah menjadi salah satu wisata umat Islam seluruh dunia.


Kebesaran nama Soekarno tidak hanya dikenal di seluruh penjuru Indonesia, namun menggema di seluruh dunia. Dia dikenal sebagai sosok pemimpin berani, tegas, kharismatik, dan tidak mudah diatur oleh bangsa mana pun. 


Tidak hanya bagi bangsa Indonesia, kisah kepahlawanan Bung Karno juga dirasakan bagi umat Islam di dunia. Salah satunya di Uzbekistan.


Kisah tersebut bukan hanya cerita fiksi. Sejarah Soekarno dengan bangsa Uzbekistan dimulai setelah Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Pemerintah Soviet mengundang Presiden Soekarno untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow. 


Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundang Presiden Sukarno berkunjung ke negaranya. Atas undangan itu, Sukarno tak serta merta setuju. Kala itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang berebut pengaruh. Sukarno merasa perlu berhati-hati. Sebagai penganut garis politik nonblok, ia tak ingin dicap berbelok ke kiri.


Sukarno membuat strategi dengan mengajukan syarat kepada Khrushchev: ia hanya akan memenuhi undangan jika pemimpin Soviet itu bisa “menemukan” kembali makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan. Khrushchev enggan, tapi Sukarno bersikeras.


Akhirnya, lokasi makam Imam Bukhari berhasil ditemukan lagi meski dalam keadaan terlantar. Untuk menyambut dan menyenangkan hati Sukarno, makam perawi hadis terkemuka itu direnovasi. Ketika akhirnya Sukarno memenuhi undangan Khrushchev, ia menyempatkan diri berziarah ke makam tersebut.


Situasi itu yang oleh Soekarno disiasati dengan sangat cerdas dengan mengajukan syarat atas rencananya memenuhi undangan Pemerintah Soviet, dengan meminta dicarikan/ditemukan makam Imam Bukhari seorang perawi Nabi Muhammad SAW yang amat termasyhur itu. Kata Soekarno kepada Presiden Soviet, "Aku sangat ingin menziarahinya".


Menjelang kedatangan Bung Karno pada tahun 1956, Presiden Uni Soviet kala itu kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar, hingga akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut kedatangan Soekarno. 


Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukannya dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak dari pintu depan menuju makam ketika turun dari mobil yang mengantarnya.


"Itu sebagian bukti kedekatan Bung Karno dengan tokoh islam. Ini penting kita sampaikan sebab selama ini Bung Karno dicap sebagai tokoh yang dicap terlibat komunis dan jauh dengan islam. Itu semua tidak benar," paparnya yang didengar khidmat oleh ratusan peserta yang hadir. 


Anasir keterlibatan Soekarno dengan PKI dijelaskan sebagai siasat politik penggulingan kekuasaan orde lama oleh orde baru.


Milenial Diminta Tak Lupakan Sejarah dan Sebarkan Nilai Luhur Pancasila Melalui Medsos


Pemahaman komprehensif terkait 4 pilar kebangsaan memiliki urgensi tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.


Khusus bagi para santri (milenial), di tengah arus gempuran disrupsi informasi dan arus modernisasi, internasilasi pemahaman 4 pilar kebangsaan menjadi makin penting. Sebab, jika tidak secara konsisten dinarasikan, maka milenial akan menjadi eskponen yang rentan disusupi pemahaman radikalisme yang bisa merongrong disintegrasi bangsa.


Oleh karenanya, milenial diminta memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Menggunakan teknologi saat ini untuk lebih memperkuat kecintaan dan pemahaman terhadap identitas bangsa. 


"Milenial perlu terlibat aktif menyebarkan nilai-nilai luhur pancasila, tidak boleh pasif. Sosialisasi ini dilakukan sebagai ikhtiar mengokohkan pondasi tentang nilai luhur tersebut," katanya.


Dalam penyampaiannya, Hakam juga memberikan apresiasi kepada peserta yang terlibat aktif dalam diskusi panel. Ia memberikan sejumlah uang kepada peserta (baik santri maupun pengajar) yang aktif memberikan tanggapan maupun pertanyaans saat diskusi berlangsung.


Sementara itu,  turut menjadi pembicara dalam sosialisasi ini, Dr Alfisahrin, yang merupakan Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang juga Dosen Fisipol dan Ilmu Komunikasi Universitas 45 Mataram.


Dalam paparannya, Dr Alfisahrin menyampaikan sejumlah urgensi dari sosialisasi 4 pilar kebangsaan.


Saat ini masyarakat Indonesia tengah berhadapan dengan kondisi atau tantangan global. Sosialisasi empat pilar kebangsaan, merupakan perintah dari Undang Undang No.17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Setidaknya terdapat sejumlah alasan mengapa sosialisasi 4 pilar penting dilakukan.


Pertama karena masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit. 


"Seperti munculnya radikalisme yang melahirkan terorisme. Ini harus diantisipasi agar jangan sampai ada anggota masyarakat yang terpapar radikalisme dan terorisme," jelasnya.


Kedua masih adanya pengabaian terhadap kepentingan daerah dan timbulnya fanatisme kedaerahan. Masih terjadi disparitas pembangunan pusat dan daerah. 


"Ini menimbulkan fanatisme kedaerahan. Sehingga sempat muncul daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI," ujarnya.


Ketiga kurang berkembangnya penghargaan terhadap kebhinnekaan dan kemajemukan yang melahirkan politik SARA. Oleh karena itu, perlu menghindari politik SARA.


"Tetap harus waspada, mungkin saja yang melakukan hoax, fitnah, dan adu domba bukan dari calon presiden. Bisa jadi ada pihak ketiga yang mengadu domba sesama anak bangsa," jelasnya.


Alasan keempat karena kurangnya keteladanan sebagian pemimpin sebagai tokoh bangsa. Hala tersebut juga selaras dengan ancaman disitegrasi bangsa.


"Seperti pengaruh internet dan gadget. Ini bisa mempengaruhi jati diri bangsa. Dulu kita punya nilai gotong royong tapi sekarang sudah mulai individualistik," ucapnya.


Oleh karenanya, ia mengajak para santri untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila melalui perilaku-perilaku sederhana. Seperti menghindari tawuran antar pelajar, bolos sekolah, tetap menghormati dan menghargai guru dan sebagainya.


*Rachmat Dianugerahi Gelar Datu Lombok* 


Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Ponpes Ar Rahmah NW Pringgarata Lalu Minhajjurrahman dalam sambutan menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada tokoh kharismatik NTB H Rachmat Hidayat.


"Ini pertama kali ada yang melakukan sosialisai 4 pilar di tempat kami. Kegiatan ini penting dalam rangka kita menumbuhkembangkan pemahaman tentang bangsa Indonesia," katanya.


Ia juga menyampaikan takzim atas bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) yang akan disalurkan oleh H Rachmat Hidayat untuk Ponpes Arrahmah NW Pringgarata.


Ia pun menobatkan H Rachmat Hidayat sebagai Datu Lombok. Pasalnya, kiprah politisi senior PDIP itu untuk Pulau Lombok tidak dapat diragukan lagi.


"Kita doakan semoga beliau (Rachmat Hidayat) senantiasa dianugerahi kesehatan sebagai pembela aspirasi wong cilik, dan pembela aspirasi masyarakat NTB. Kami akan nobatkan sebagai Datu Lombok," katanya.


"Kami nanti harus membalas jasa beliau. Tentu kami akan membahas mekanismenya," sambungnya.


Adapun Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ponpes Arrahmah NW Pringgarata telah berdiri sejak 1963 silam. Madrasah Tsanawiah berdiri tahun 1984 dan Madrasah Aliyah (MA) berdiri tahun 1989.

Anggota DPR RI Rachmat Hidayat: Pancasila Jangan Hanya Dihafal, tetapi Juga Diimplementasikan

By On 17:47


MATARAM - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat kembali melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Lombok.


Kali ini, kegiatan yang dilakukan dalam upaya menumbuhkembangkan pemahaman perihak empat pilar berbangsa dan bernegara tersebut diadakan oleh Sekretariat MPR RI di Kantor DPD PDIP NTB pada Rabu, (9/11/2022).


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi, Sekretariat Jenderal MPR RI Endang Lestari, S.Sos. 


Hadir pula Sekretaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata, seluruh Ketua DPC PDIP se-Pulau Lombok. Di antaranya



Ketua DPC PDIP Kota Mataram Made Slamet, Ketua DPC PDIP KLU Raden Nuna Abriadi, Ketua DPC PDIP Lombok Barat H. Lalu Muhammad Ismail, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah Suhaimi, Ketua DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Sukro. 


Sosialisasi empat pilar kebangsaan memiliki urgensi tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.


Di hadapan ratusan kader DPD PDIP NTB, Haji Rachmat Hidayat menegaskan, bahwa implementasi penerapan empat pilar kebangsaan itu, akan menjadi kunci pedoman dalam membangun karakter bangsa.


Politisi kharismatik  NTB itu menegaskan agar Pancasila tidak hanya dihafal, melainkan juga diimplementasikan.


"Yang paling penting itu dilaksanakan. Tidak hanya sekadar diucapkan dan dihafal. Pancasila hanya ada di Indonesia, itu hebatnya. Jangan hanya debat-debat, tinggal laksanakan. Tolong dicamkan baik, diperhatikan baik-baik, kemudian diimplementasikan," ucapnya.



Kader-kader PDIP, harus menjadikan Pancasila sebagai bintang perjuangan dalam bertindak dan bersikap.


"Implementasi itu, menjadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Ketuhanan itu adalah segala-galanya. Disitu, Pancasila harus dipratekkan dalam kehidupan nyata dan keseharian, termasuk dengan alam semesta kita," tegas Rachmat dalam sambutannya. 


Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu, mendaku, untuk mencapai hal tersebut, sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan begitu, siapapun tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk, seperti terorisme dan radikalisme.


"Yang pasti, prinsip di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga kemanusiaan itu memanusiakan manusia. Inilah maksud persatuan itu jangan ada pecah belah. Maka, membangun karakter bangsa itu tidak ada habisnya, disitu kita penting untuk saling menghargai. Itulah makna implementasi 

pembangunan karakter akan terus berlanjut sepanjang zaman. Oleh sebab itu, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk menghadapi perubahan," jelas Rachmat. 


Dalam sosialisasi yang dihadiri pengurus dan ratusan kade4 PDI Perjuangan NTB itu, menghadirkan narasumber yakni, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), 

Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo dan dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Hakam Ali Niazi.


Dalam pemaparannya  Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo menyampaikan pentingnya "Internaliasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari".


Kaprodi S3 Fakultas Hukum Unram itu melihat ada hubungan yang tidak terpisahkan antara Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. 


Pancasila adalah landasan ideologi bangsa, alat pemersatu bangsa, sekaligus sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia.



"Menjaga dan merawat Pancasila itu, bukan hanya dengan dihafalkan tapi harus di ejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini karena Pancasila sesuai kata bung Karno diambil dari jiwa bangsa," tegas dia. 


Prof Gatot mendaku, kristalisasi Pancasila dan UUD 1954 itu, tercermin dalam pluralisme warganya. Kata dia, dalam ajaran agama Islam, terkandung makna bahwa keberagaman itu adalah sebuah rahmat. 


Untuk itu, sebagai sebuah entitas bangsa plural, tentunya  jika ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagai isu komoditas politik. Tentunya, kader PDI Perjuangan diharapkan tidak kepancing pada hal itu. 


"Kita ini bukan negara agama, pendekatan kita sudah jelas adalah Pancasila. Maka, keberagaman sebagai sebuah fakta historis harus kita dudukan pada porsinya. Yakni, agama itu, adalah spirit. Jadi siapapun enggak boleh lagi melakukan praktik mengkonfrontasi, antara agama dan Pancasila," ujar dia. 


Ia mengajak kader PDI Perjuangan serta warga NTB, agar tidak lagi mau terpengaruh pada sifat-sifat yang mengkonfrontasi antara agama dan Pancasila. 


Sebab, NKRI adalah tempat warga berhimpun untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.


Karena itu, pilihan idiologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, sudah sangat komplit dan sangat brilian dalam mengatur berbagai sendiri kehidupan warganya. 


Salah satunya, pada rumusan Sila Pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu artinya, bangsa Indonesia, sudah sangat yakin pada Tuhan. 


"Semua agama di negara Indonesia tak hanya Islam, menyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah, kalau saya ibaratkan itu, NKRI itu, adalah sebuah kapal besar.  Maka, jangan sampai  ada yang berani coba-coba melobanginya. Sebab, jika sampai ada yang melobangi, tentu kapal besar itu akan bocor dan oleng," papar Prof Gatot.


Ia berharap para kader PDIP NTB di bawah komando H. Rachmat Hidayat, agar tak henti terus merawat dan menjaga keutuhan NKRI dari jeratan para pihak yang ingin melunturkan rasa nasionalisme warga Indonesia. 


"Tantangan kita semua, termasuk kader PDI Perjuangan adalah melawan para pihak yang ingin terus melunturkan asa nasionalisme. Yang pasti, kegiatan kayak sekarang ini adalah upaya kita untuk terus memberikan pemahaman bahwa idiologi Pancasila, harus terus digelorakan karena Pancasila merupakan cara pandang bangsa yang sudah utuh dengan spirit terkandung didalamnya, adalah mengatur segala lini kehidupan warganya," jelas Prof Gatot. 


Terakhir, ia memuji kiprah Anggota DPR RI H. Rachmat dan partainya yang dianggap konsisten dalam menjaga pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika selama ini.

Lombok FC Memang Top! Beri Beasiswa Pendidikan S-1 untuk Empat Pemain di Undikma

By On 17:59


MATARAM-Lombok Football Club (Lombok FC), klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) benar-benar luar biasa. Paling baru, Lombok FC memberikan beasiswa S-1 untuk empat skuadnya di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma). Seluruh biaya kuliah empat pemain tersebut ditanggung manajemen Lombok FC hingga mereka lulus menjadi sarjana.


“Manajemen Lombok FC ingin agar para pemain Lombok FC, kelak selain memiliki skil sebagai pemain bola, juga memiliki kemampuan akademik yang baik guna menujang kariernya di masa depan,” kata Chief Executive Officer Lombok FC Rannya Agustyra Kristiono, melalui sambungan telphone dari London, UK, Selasa (08/11/2022).


Empat pemain Lombok FC yang mendapat beasiswa tersebut adalah Muhammad Ali, Ahmad Dani, Haris Wenno, dan Syeich Omar Albaar. Ali adalah pemain Lombok FC yang berasal dari Lombok Timur.


Sementara Dani, merupakan talenta Lombok FC dari Bima. Sedangkan Hais berasal dari Ambon, Maluku, dan Omar berasal dari Ternate, Maluku Utara.


Keempatnya saat ini sudah memulai perkuliahan di Undikma. Mereka mengambil Program Studi S-1 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan pada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat.


Rannya menegaskan, manajemen Lombok FC akan menanggung seluruh biaya pendidikan untuk empat pemain tersebut selama mereka menempuh perkuliahan di Undikma. Selain itu, manajemen Lombok FC juga siap memberikan dispensasi manakala pada saat yang sama ada jadwal perkuliahan yang berbaterngan dengan jadwal latihan.


“Kami ingin empat talenta terbaik kami memiliki prestasi gemilang di lapangan dan juga prestasi terbaik dalam bidang akademik,” ucap Rannya.


Dara yang kini tengah merampungkan pendidikannya di Brunell University London, UK, ini menegaskan, manajemen Lombok FC menyadari sepenuhnya bahwa usia emas atlet sepakbola, sebagaimana atlet di cabang olahraga lainnya, tidaklah panjang. Karena itu, dengan memberikan beasiswa untuk menempuh kuliah di perguruan tinggi, karier para pemain Lombok FC diharapkan tetap gemilang manakala mereka kelak sudah gantung sepatu.


“Menjadi komitmen kami di manajemen Lombok FC untuk menyelaraskan pendidikan akademik dengan prestasi pemain di industri sepakbola,” imbuh Rannya.


Sementara itu, Chairman Lombok FC yang juga pendiri klub, H. Bambang Kristiono, SE (HBK), menegaskan, dirinya ingin para pemain Lombok FC memiliki pandangan bahwa pendidikan formal sama pentingnya dengan prestasi di lapangan. Karena itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini tak ingin ada pemain Lombok FC mengenyampingkan pendidikan di perguruan tinggi setelah menamatkan pendidikan menengah mereka.


“Pendidikan formal itu sangat penting dimiliki setiap orang dalam kehidupannya. Termasuk para pemain Lombok FC,” imbuh HBK.


Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, pendidikan formal merupakan tempat untuk mempersiapkan seseorang agar siap terjun dalam masyarakat. Pendidikan formal pula yang akan memberi kesempatan untuk memperoleh suatu pekerjaan yang layak.


“Menamatkan sekolah di perguruan tinggi, dan meraih gelar sarjana akan menjadikan para pemain Lombok FC memiliki nilai tambah yang besar dalan perjalanan karir mereka,” kata HBK.


Tokoh kharismatik Bumi Gora ini ingin para pemin Lombok FC, bisa sukses layaknya nama-nama besar dalam industri sepakbola nasional bahkan dunia. Seperti goal getter Barcelona FC, Robert Lewandowski yang merampungkan gelar sarjana di Universitas Polandia. Atau Juan Mata, legenda Manchester United dan Timnas Spanyol yang mempunyai dua gelar sarjana yakni Ilmu Olahraga dan Keuangan. Dan bila perlu seperti Giorgio Chiellini, pemain Timnas Italia dan Juventus yang belum lama menyelesaikan jenjang pendidikan Masternya di tengah-tengah prestasi gemilangnya bersama klub Juventus dan Timnas Italia.



*Disambut Sujud Syukur*


Para pemain Lombok FC yang mendapat beasiswa tak bisa menyembunyikan rasa syukur mereka atas perhatian besar yang diberikan oleh pendiri dan manajemen klub.


“Kami benar-benar seperti mendapat durian runtuh. Ini benar-benar di luar ekspektasi kami. Terima kasih kami yang tinggi untuk Pak HBK dan manajemen Lombok FC untuk seluruh perhatian yang diberikan kepada kami para pemain,” kata Muhammad Ali.


Penjaga gawang Lombok FC ini berasal dari Kembang Kerang, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur. Ali yang matang ditempa di Liga Antar Kampung (Tarkam) sebelum bergabung dengan Lombok FC, menamatkan pendidikan sekolah menengahnya di SMA 1 Aikmel pada tahun 2020. Selepas itu, Ali sempat melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. Namun, dirinya memilih cuti setelah memasuki semester tiga.


Ali memang bukan berasal dari keluarga berlebih. Dirinya sudah ditinggal sang ayah saat usianya masih tiga bulan. Sementara sang ibu, sudah tiga tahun ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi.


Karena itu, manakala mendapatkan beasiswa dari manajemen Lombok FC untuk melanjutkan pendidikannya di Undikma, Ali langsung sujud syukur. Dengan girang, kabar itu disampaikan Ali pada sang Ibunda di negeri rantau dan disambut penuh haru.


Pemuda 21 tahun ini pun berjanji akan menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan prestasi di akademik selama menempuh pendidikan. Apalagi kata Ali, para pemain telah mendapat dispensasi dari manajemen klub jika harus kuliah di pagi hari saat ada jadwal latihan. Sementara di sisi lain, tak ada yang harus dirinya khawatirkan terkait seluruh biaya kuliah, mengingat sepenuhnya ditanggung oleh manajemen Lombok FC.


Sementara itu, kegembiraan yang sama juga disampaikan Syeich Omar Albaar. Seperti Ali, pemain sayap kiri Lombok FC ini menamatkan pendidikan menengahnya tahun 2020. Namun, saat itu, Omar tidak melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi.


Di daerah asalnya, Ternate, Provinsi Maluku Utara, Omar fokus memberi waktu penuh untuk karier sepakbolanya. Terlebih pada saat itu, Omar sudah dikontrak oleh Persiter, salah satu klub yang berlaga di Liga III Maluku Utara.


Namun begitu, sembari menempa karier, Omar tak pernah mengubur mimpinya untuk bisa melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Karena itu, pemain yang baru lima bulan memperkuat Lombok FC ini girang bukan main, manakala manajemen Lombok FC memberitahukan bahwa dirinya akan menjadi salah satu dari empat pemain yang mendapat beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan di Undikma.


“Orang tua di Ternate juga sangat senang. Hati kami benar-benar membuncah,” kata putra kedua dari lima bersaudara ini.


Di keluarganya, Omar adalah satu-satunya yang menempuh karier sebagai atlet. Kedua orang tuanya bekerja sebagai PNS di Pemprov Maluku Utara dan sehari-hari berdinas di Sofifi, ibu kota Prov. Maluku Utara. Sementara sang kakak saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu lembaga pendidikan berbasis Islam di Sumatera Barat. Sedangkan adik-adiknya masih kecil.


“Menjadi pemain Lombok FC benar-benar menjadi berkah bagi saya dan keluarga. Saat ini giliran kami memberikan prestasi terbaik di lapangan dan prestasi di bangku pendidikan,” ujar pemain yang sudah membukukan dua gol untuk Lombok FC ini.


Saat ini, manakala banyak klub menghentikan kegiatannya dengan memulangkan banyak pemainnya karena belum  jelasnya jadwal bergulirnya Liga akibat tragedi Kanjuruhan, Lombok FC tetap beraktifitas dengan menjalankan latihan-latihan maupun pertandingan-pertabdingan persahabatan sambil terus memperbaiki kekurangan-kekurangan.


"Ini adalah tekad, realita, dan komitmen kami dalam mendorong kebangkitan sepakbola NTB. Menyelesaikan gelaran Liga 3 NTB dengan sungguh-sungguh, sekaligus bersiap diri dalam menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.

Lombok FC juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemprov NTB, yang dalam hal ini, Bapak Gubernur NTB, yang telah memberikan dukungannya, dengan diizinkannya Lombok FC berlatih dan bertanding di GOR TURIDE, Mataram", tutup HBK penuh optimisme.

Mi6 : Keberadaan Lembaga Survei sebatas entertain politik semata untuk menyemarakkan Kontestasi Pesta Demokrasi

By On 19:32


Mataram - Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 menilai keberadaan berbagai Lembaga Survey sebatas entertain politik semata guna menyemarakkan  konstestasi pesta demokrasi,  khususnya menjelang gelaran Pilpres maupun Pilkada serentak 2024. 


Publik diharapkan tidak  mudah hanyut oleh pesona beragam publikasi media yang dilakukan  lembaga survei terhadap paslon/kandidat atas hasil pengambilan random sampling sebab ia bukan  mencerminkan perolehan suara di TPS. 


Sebagai Tools atau alat untuk melihat agregasi tingkat elektabilitas, keberterimaan  ataupun Popularitas, hasil kajian dan analisis lembaga survei bisa dijadikan pegangan maupun second opini dlm menilai peta kekuatan politik maupun kecendrungan persepsi publik.


"Hasil kajian lembaga survei tidak boleh dianggap kepastian kemenangan," kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH.


Selanjutnya lelaki yang akrab disapa didu menambahkan,  mengapa kemudian dalam pengambilan sample responden  setiap lembaga survei selalu menyebutkan durasi waktu, metodologi  maupun jumlah responden karena hal tersebut menyangkut persepsi responden pada saat dilakukan survei. 


"Mangkanya kenapa lembaga survei harus melakukan survei berkali-kali dalam rentang waktu tertentu , hal ini untuk mengukur cerminan, misalnya pergeseran/ migrasi dukungan persepsi terhadap paslon tertentu pada waktu dilakukan survei tersebut," lanjut didu. 


Lebih lanjut didu mengatakan keberadaan lembaga survei dalam kontestasi politik hal yang lumrah,  tidak perlu diperdebatkan, apalagi menyangkutkan hasil analisis maupun hipotesa karena itu kajiannya empirik akademik yang bisa dipertanggungjawaban secara metodologi. 


"Sekarang tergantung publik  menyikapi beragam hasil survei, misalnya soal pilpres, mana figur yang bisa dipercaya atau sekedar pencitraan semata," tandas didu



*Polling sebagai Anti-Tesa Survei Politik* 




Sementara itu untuk mengetahui kecendrungan persepsi publik secara merata tapi dengan metodologi pengambilan sample yang tidak rumit, Mi6 menilai  Polling bisa dijadikan alternatif  krn lebih praktis , efisien dan lebih legitimate tergantung jumlah responden dan tingkat sebarannya. 


"Polling  bisa jadi menjadi Antitesa dari Survei Politik karena prosedurnya  tidak rumit. Makin banyak responden yang terlibat, makin kuat legitimasinya ," tukas didu. 



Didu mengulas meskipun Polling secara metodologi terlihat sederhana tapi hasilnya  dapat dijadikan panduan utk mengetahui mapping peta dukungan publik. Hal ini tentu tergantung dari materi lembar pertanyaan yg diajukan kepada responden dengan kalimat langsung. 


"Dari perspektif legitimasi,  Polling lebih kuat jika jumlah responden berkali-kali lipat dengan tingkat sebaran yang merata disemua strata sosial, " tukas lelaki yang pernah menjadi direktur eksekutif Walhi NTB.

Rogoh Kantong Pribadi, Rachmat Bantu Ponpes di Lotim Rp 300 Juta untuk Pengadaan Tanah Pesantren

By On 19:25


LOMBOK TIMUR-Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat terus memberi perhatian besar untuk sektor pendidikan di Pulau Lombok. Kali ini, tokoh khraismatik Bumi Gora tersebut menyerahkan bangunan ruang kelas baru yang dibangun untuk fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Darul Hikam Al Rumbuky, di Desa Rumbuk, Lombok Timur.


Dua ruang kelas baru yang menelan anggaran sebesar Rp 300 juta tersebut merupakan program yang diperjuangkan Rachmat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra kerja dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).


Serah terima ruang kelas baru untuk fasilitas belajar mengajar para santri ini dilakukan Kamis (3/11/2022). Rachmat hadir langsung untuk menyerahkan kepada pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikam Al Rumbuky, KH M Khairi. Turut mendampingi dalam penyerahan adalah Deputi Sekretariat Badan dan Kemaslahatan BPKH Emir Rio Khrisna, Deputi Audit Internal BPKH Hadiyati Munawaroh, dan sejumlah utusan dari NU Care-Lazisnu. Sementara dari PDI Perjuangan, hadir Wakil Ketua II DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Amrullah. Penyerahan ditandai dengan pemotongan pita oleh Deputi Audit Internal BPKH Hadiyati Munawaroh.


“Semoga ruang kelas baru ini menjadi penyemangat bagi anak-anak kami para santri yang menempuh pendidikan di Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky. Menjadi penyemangat untuk berprestasi dan mengejar cita-cita yang diimbangi pendidikan agama yang kuat,” kata Rachmat.


Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini menekankan, dirinya akan konsisten berjuang untuk memastikan fasilitas dan infrastruktur lembaga pendidikan berbasis Islam di Pulau Lombok bisa semakin berkualitas. Rachmat menekankan, Lembaga pendidikan berbasis Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga moral bangsa di tengah era globalisasi saat ini.


Bantuan ruang kelas baru di Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky ini sendiri melengkapi bantuan serupa yang juga sudah disalurkan Rachmat di sejumlah Pondok Pesantren di Lombok Barat, Lombok Utara, dan juga di Lombok Tengah.


Khusus untuk Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky, Rachmat juga menyiapkan bantuan tambahan senilai Rp 300 juta yang berasal dari kantong pribadinya. Bantuan tersebut disiapkan untuk pengadaan lahan sehingga area Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky semakin representatif menopang proses pembelajaran para santri.


“Tahun depan juga, terkait program pembangunan ruang kelas baru, Insya Allah Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky akan kembali bisa mendapatkan bantuan,” imbuh Rachmat yang disambut pimpinan Ponpes dengan penuh rasa syukur. Termasuk dari para jamaah dan santri yang hadir menyaksikan penyerahan.


Dalam kesempatan tersebut, tak lupa pula Rachmat menyampaikan penjelasan kepada seluruh hadirin yang hadir tentang BPKH. Disampaikan bahwa BPKH adalah lembaga pemerintah yang memiliki tugas mengelola keuangan haji dan memastikan pengelolaan keuangan tersebut benar-benar untuk kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi para calon Tamu Allah. Selain mengelola dana haji, BPKH juga mengelola Dana Abadi Umat, yang juga kemanfaatannya untuk membantu masyarakat.


Di Pulau Lombok, bersama BPKH, Rachmat mengungkapkan, dirinya tidak hanya membantu pembangunan ruang kelas baru untuk pondok pesantren. Tapi juga menyiapkan bantuan untuk pembangunan masjid dan musala. Juga bantuan kendaraan ambulans untuk melayani masyarakat yang membutuhkan. Kendaraan ambulans tersebut tersebar di kabupaten/kota di Pulau Lombok dan siap melayani umat sepenuhnya selama 24 jam.


Kepada para jamaah yang hadir, Rachmat juga mengingatkan agar tidak termakan berita-berita bohong dan informasi yang tidak bertanggung jawab. Sebab, BPKH acap difitnah dalam hal pengelolaan dana haji. Antara lain disebut BPKH menggunakan dana haji untuk membiayai pembangunan jalan tol.


“Ndak tepancing isik raos dengan. (Jangan terpancing omongan orang). Itu informasi hoax. Informasi yang menyesatkan. Yang sebenarnya adalah, BPKH sangat amanah dalam mengelola dana haji. Sepenuhnya memberi kemanfaatan untuk jamaah,” kata politisi senior NTB ini.


*Penuh Kesyukuran*


Pimpinan Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky KH M Khairi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan ucapan terima kasih kepada Rachmat yang telah membantu pembangunan dua ruang kelas baru di Ponpes yang dipimpinnya.


"Baru kali ini Ponpes Darul Hikam mendapat bantuan untuk pembangunan gedung kelas. Selama ini, kami lebih banyak berswadaya dalam mengelola Ponpes ini," ucap KH Khairi.


Disampaikan pula, selama proses pembangunan dua unit ruang kelas baru tersebut, pihak Ponpes sangat dimudahkan. Tidak perlu pusing memikirkan material bangunan. Tidak memikirkan tukang dan ongkosnya. Ponpes hanya tinggal menerima dan memanfaatkan ruang kelas baru yang sudah terbangun megah untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.


“Kami benar-benar terima beres. Tinggal duduk saja. Tinggal pakai. Alhamdulillah. Terima kasih yang tak terhingga untuk ayahanda Mamiq Haji Rachmat Hidayat, BPKH, dan Lazisnu,” kata KH Khairi.


Dia memastikan, ruang kelas baru tersebut akan dijaga dan dimanfaatkan maksimal untuk kegiatan belajar mengajar para santri.


Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Deputi Sekretariat Badan dan Kemaslahatan BPKH RI Emir Rio Khrisna menyampaikan bahwa BPKH saat ini mengelola dana haji yang berasal dari calon jamaah haji seluruh Indonesia sebesar Rp 160 triliun.


“Ini dana yang sangat banyak sekali,” kata Emir.


Dia menjelaskan, dana tersebut kemudian dikembangkan dan dikelola oleh BPKH. Seluruh nilai manfaat dari hasil pengembangan dan pengelolaan tersebut digunakan dalam dua hal. Yang pertama untuk jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci. Dia memberi contoh. Pada musim haji tahun 2022, seluruh jamaah haji hanya membayar ongkos haji rata-rata Rp 35 juta. Padahal, pada tahun ini, biaya riilnya satu orang jamaah haji sebesar Rp 98 juta. Sehingga selisih sebesar Rp 63 juta untuk setiap jamaah berasal dari BPKH.


Untuk pemanfaatan kedua, bagi jamaah yang belum berangkat. Semenjak tahun 2018, setiap jamaah haji yang sudah mendapatkan nomor porsi dan belum berangkat, juga mendapatkan nilai manfaat dari dana awal haji yang telah disetor. Jamaah pun dapat mengecek langsung nilai manfaat yang diperolehnya tersebut melalui aplikasi di telepon genggam pintar.


Selain mengelola dana haji, BPKH juga kata Emir ditunjuk pemerintah untuk mengelola Dana Abadi Umat. Saat ini, Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH sebesar Rp 3,7 triliun. Dana ini berasal dari efesiensi penyelenggaraan ibadah haji dari tahun sebelumnya. Nilai manfaat dari Dana Abadi Umat inilah yang kemudian diarahkan BPKH untuk membantu masyarakat. Seperti halnya pembangunan ruang kelas baru untuk pondok pesantren. Bantuan ambulas untuk melayani umat. Juga bantuan untuk masjid dan musala.


“Tahun ini, nilai manfaat pengelolaan Dana Abadi Umat yang disalurkan BPKH sebesar Rp 230 miliar. Alhamdulillah, ada pemerataan untuk kemaslahatan umat dari Sabang sampai Merauke,” kata Emir.


Ditegaskan pula olehnya, bahwa informasi-informasi tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan oleh BPKH masih terus terjadi. Seperti dana haji dipakai untuk infrastruktur atau BPKH ngutang dan belum bayar biaya haji tahun sebelumnya. Itu semua kata Emir tidak benar.


BPKH bahkan sudah empat tahun berturut-turut, memperoleh nilai audit tertinggi terhadap pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan. “BPKH empat tahun beruntun mendapat audit keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK,” imbuhnya.


Di sisi lain, Kepala Desa Rumbuk Suhirman memberikan ucapan terima kasih mewakili warga desa Rumbuk kepada Rachmat Hidayat yang bermitra BPKH dan telah menyelesaikan pembangunan dua ruang kelas baru di Ponpes Darul Hikam. 


"Kami bersyukur memiliki anggota DPR RI dapil Lombok H Rachmat Hidayat yang peka terhadap aspirasi masyarakat," ujar Suhirman.

Respon Cepat Instruksi Kapolri, Dirlantas Polda NTB Tarik Surat Tilang dan Maksimalkan ETLE

By On 16:14


MATARAM - Respon cepat dilakukan oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTB Kombes Pol Djoni Widodo terhadap instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait peniadaan tilang manual terhadap pelanggar lalu lintas.


Sejak Kapolri menyampaiakan instruksinya, Kombes Djoni langsung melakukan koordinasi kepada seluruh Kasat Lantas yang ada di Polres Jajaran Polda NTB untuk menarik surat tilang yang masih dipegangnya.


"Dengan arahan Pak Kapolri penilangan tidak boleh manual. Kami secara keseluruhan di Nusa Tenggara Barat surat tilang sudah kami tarik dari seluruh anggota mulai Senin (24/10/2022) kemarin, baru kita smpaikan  ke rekan rekan media setelah release Manajemen Rekayasa Lalu lintas persiapan WSBK," kata Djoni, Rabu (26/10/2022).


Selanjutnya, Kombes Polda Djoni akan memaksimalkan penggunaan ETLE untuk menindak pelanggar aturan lalu lintas di jalan raya.


Tercatat, saat ini kamera  ETLE di Nusa Tenggara Barat telah terpasang di 5 titik ruas jalan di Kota Mataram, yakni di Simpang Empat BI, Simpang Empat Golkar, Simpang Empat Hotel Aston, Simpang Empat Seruni 1 dan Seruni 2.


"saat ini Kamera ETLE di Nusa Tenggara Barat terdapat di 5 titik, itu kita akan maksimalkan penggunaannya," ujar Djoni.


Djoni akan kebut penggandaan ETLE mobile di Nusa Tenggara Barat. Targetnya tahun depan semua kabupaten di NTB sudah terpasang.


Di sisi lain, Kombes Pol Djoni terus memaksimalkan penggelaran personel di lapangan untuk memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.


Selain itu, Kombe Pol Djoni juga telah membuat schedule sosialiasi ke Sekolah-Sekolah dan yang lainnya, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mentaati aturan berlalu lintas.


Disamping itu, edukasi akan dilakukan di jalan raya, saat memberikan teguran kepada pelanggan secara humanis dan simpatik.


"kami sudah memberikan himbauan kepada anggota Polisi Lalu Lintas seluruh jajaran, agar apa bila menemukan pelanggararan di jalan, untuk memberikan teguran secara humanis simpatik kepada si pelanggar," jelasnya.


Ditegaskan, merespon instruksi Kapolri, ia sudah memberikan himbauan kepada jajarannya untuk tidak melakukan penilangan secara manual di lapangan.


Ia akan memaksimalkan penindakan menggunakan ETLE, agar petugas tidak langsung bersentuhan dengan si pelanggar.


"begitu ada perintah dari bapak Kapolri, saya sudah sampaikan kepada para kasat lantas, dan telah membuatkan jukrah dan arahan, untuk dilaksanakan dan tindak lanjutnya adalah, seluruh blangko tilang yang dipegang oleh personel kita tarik," pungkasnya.




Polda NTB Ungkap 6 Kasus Narkoba dan Sita 66 Gram Lebih Sabu Periode Oktober

By On 16:10


Mataram - Polda NTB membuktikan keseriusannya dalam memberantas narkoba. Tiga  orang perempuan terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian karena diduga menguasai dan memiliki narkotika jenis sabu.


Ketiga perempuan tersebut merupakan bagian dari 13 orang yang berhasil diringkus oleh Direktorat Resnarkoba  Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto mengatakan dari jumlah kasus tersebut dan barang bukti yang disita, pihaknya berhasil mengamankan 13 terduga. 3 diantaranya perempuan dan 10 laki-laki.

"Semua terduga merupakan warga NTB, ada yang berasal dari pulau Sumbawa, ada juga yang berasal dari pulau Lombok," ungkap Artanto dalam keterangannya rabu (26/10/2022)

Sementara itu Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Deddy Supriadi mengatakan  ke 13 orang yang telah ditetapkan statusnya sebagai  tersangka tersebut merupakan hasil pengungkapan selama bulan Oktober 2022.

"Dari enam kasus dengan 13 tersangka  selama bulan Oktober ini, " ungkapnya, Rabu (26/10/2022)

Menurutnya  dari enam kasus tersebut sebanyak lima TKP di Kota Mataram dan satu TKP di Bima Kota.

Disebutkannya bahwa dua orang tersangka berinisial  AB dan MBY  merupakan residivis dalam kasus narkotika yang telah menjalani proses hukum pada tahun 2019.

Sedangkan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari enam kasus tersebut sebanyak  66.05 gram sabu dan uang tunai Rp 21 juta lebih, serta Hp dan timbangan.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 112 (2) , pasal114 (2) dan pasal  132 (1) Undang Undang  nomor  35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Rachmat Hidayat: Empat Pilar Kebangsaan, Modal Kita Hidup, Berbangsa, dan Bernegara

By On 09:38


LOMBOK TIMUR-Angggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat kembali menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan. Senin (24/10), sosialisasi dilakukan di Lombok Timur. Sosialiasi tersebut bagian dari upaya nyata untuk terus memberi pemahaman kepada publik tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.


“Empat pilar ini sangat penting. Karena ini modal kita hidup, berbangsa, dan bernegara,” tandas Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut, mengawali penyampaiannya dalam sosialisasi.


Selain dihadiri para Pengurus Cabang dan Anak Cabang PDI Perjuangan Lombok Timur, hadir pula dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini perwakilan masyarakat dan kelompok masyarakat. Selain Rachmat, turut menjadi pembicara dalam sosialisasi ini, Dr Alfisahrin, yang merupakan Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang juga Dosen Fisipol dan Ilmu Komunikasi Universitas 45 Mataram.


Rachmat menegaskan, Pancasila adalah ideologi dan dasar negara. UUD 1945 adalah konstitusi negara. NKRI sebagai bentuk negara. Dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara.


Tokoh kharismatik Bumi Gora ini menekankan, Pancasila merupakan suatu ajaran yang sangat lengkap. Di dalamnya terkandung falsafah bagaimana masyarakat Indonesia beragama, berbangsa, dan bernegara.


“Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, hubungan kita dengan alam semesta, dan hubungan kita dengan sesama manusia. Sudah sangat lengkap. Ini api pergerakan jiwa kita sebagai manusia. Semua sudah teratur dan tertata dalam Pancasila,” imbuh politisi senior kelahiran Lombok Timur ini.


Rachmat juga menyampaikan, dalam posisinya sebagai Anggota DPR RI yang sekaligus Anggota MPR RI, dirinya mengambil inisiatif untuk terus menggencarkan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di Pulau Lombok. Rachmat menuturkan, tak ada negara lain di muka bumi yang memiliki dasar negara layaknya Pancasila seperti yang dimiliki Indonesia. Itu sebabnya, banyak negara kini melirik dan belajar tentang pentingnya fasafah negara ke Indonesia.


“Karena itu, Empat Pilar Kebangsaan perlu terus kita sosialisasikan. Apalagi, bangsa ini akan terus melahirkan generasi muda, yang kepada mereka perlu terus ditanamkan konsep berbangsa dan bernegara,” tandas Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini.


Empat Pilar Kebangsaan menjadi panutan bagaimana berbangsa yang penuh toleransi, menghargai perbedaan, welas asih, gotong royong, dan masyarakatnya selalu patuh pada hukum.


Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Ahmad Sukro dalam sambutan pengantarnya di awal sosialisasi menekankan tentang pentingnya Empat Pilar Kebangsaan tetap dipertahankan karena merupakan fondasi kebangsaan.


“Pancasila perlu kita bumikan. Dan sangat penting bagi kita memahami bagaimana cara kita membumikan Pancasila. Terutama di NTB,” kata Sukro.


Dia menyampaikan, sebagai Anggota DPR RI, Rachmat Hidayat diberikan mandate untuk terus menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat. Karena itu, kepada seluruh hadirin yang hadir, Sukro mengajak mereka untuk menghayati dan memahami sepenuhnya apa yang disampaikan narasumber dalam sosialisasi tersebut untuk kemudian disampaikan kepada seluruh masyarakat sesuai ladang pengabdian masing-masing.


*Tantangan Faktual Kebangsaan*


Sementara itu, Alfisahrin mengawali penyampaiannya dengan menjelaskan bagaimana kompleksitas dan tantangan faktual kebangsaan saat ini. Di mana, terdapat realitas objektif di tengah masyarakat tentang masih lemahnya penghayatan, kesadaran, dan pengamalan nilai-nilai agama yang moderat (inklusif) dan relevan dengan situasi historis, sosial dan kultural bangsa Indonesia.


Selain itu, pemahaman keagamaan yang radikal dan keliru juga meluas, sehingga mengancam solidaritas kebangsaan, toleransi antar umat beragama dan keutuhan nasional. Termasuk menguatnya politik identitas, seperti timbulnya fanantisme kedaerahan yang primordial yang lebih kuat dan kesenjangan sosial ekonomi yang semakin tajam antara pusat dan daerah.


“Kita juga masih menemukan kurang berkembangnya pemahaman, kesadaran, dan penghargaan atas nilai-nilai kebhinekaan dan kemajemukan sebagai simbol entitas negara,” katanya.


Menurut Alfisahrin, minimnya role model dan keteladanan dalam sikap, perilaku, dan tindakan yang terpuji dari sebagian elite sebagai pemimpin dan tokoh bangsa, juga adalah tantangan factual saat ini. Begitu juga dengan belum efektif dan tidak berjalannya proses low enforcement yang optimal dalam memberikan rasa adil, kemanfaatan, dan kepastian hukum di tengah masyarakat.


Di sisi lain, pengaruh globalisasi yang luas menyebabkan relasi antar bangsa berlangsung dalam persaingan yang ketat dan tajam. Derasnya arus infiltrasi budaya dan paham-paham global seperti liberalisme, sekularisme, dan ateisme melalui aneka platform teknologi, kata Alfisahrin, akan menjadi anacaman serius.


Dari berbagai tantangan tersebut, Alfisahrin menegaskan, Empat Pilar Kebangsaan hadir sebagai moral force. Dalam hal ini, Pancasila hadir sebagai filosofi yang menjadi basis fundamental. Sebab, Pancasila bersumber dari pemikiran yang mendalam dan kontemplatif dari para pendiri bangsa yang disesuaikan dengan jati diri, kearifan dan konteks sosio-historis bangsa Indonesia.


“Pancasila sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Unity of force. Pandangan hidup. Way of life, dan pedoman kehidupan berbangsa,” tandasnya.


Selain itu, Pancasila sebagai ideologi negara dapat dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika, moral, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.


“Semuanya dalam rangka pencapaian cita cita dan tujuan bangsa,” imbuhnya.


Setelah sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Lombok Timur, rencananya, hari ini, Selasa, 25 Oktober 2022,  Rachmat Hidayat akan melanjutkan sosialisasi di Lombok Barat. Sosialisasi  akan digelar di Aula Desa Kumbung, Kecamatan Lingsar. Sosialisasi dijadwalkan dihadiri 200 warga.

Contact Form

Name

Email *

Message *