Popular Posts

HEADLINE NEWS

Kecelakaan Tunggal di Pusuk, Korban Seruduk Dagangan warga di Pinggir Jalan

By On 20:23


Pemuda  yang bernama Ahmad Tahirudin (18) asal Dusun Nyaget   Desa Jenggala Kecamatan Tanjung  tersungkur di bawah dagangan milik warga Dusun Pusuk Lestari Desa Pusuk Lestari Kabupaten Lombok Barat, sepeda motor bernomor polisi DR 5133 HL  yang dikendarai korban  menabrak dagangan milik warga pusuk Lestari yang bernama Hajah Fatimah (70)


Kecelakaan tunggal tersebut terjadi di saat korban datang dari arah Kecamatan Pemenang  menuju Mataram setibanya di Pusuk Pas, yang berdekatan dengan pedagang tiba-tiba

pengendara Honda Beat warna merah DR 5133 HL yang di kendarai korban langsung menabrak gerobak  dagangan milik warga, sehingga gerobak tersebut terbalik dan dagangan milik warga terbalik  sehingga isi dagangan tersebut berantakan bersamaan dengan  korban tersugkur di bawah  bersamaan dengan gerobak milik H. Fatimah.


Kasubsi Humas Polres Lombok Utara Ipda Made Wiryawan sekaligus Padal penyekatan di Pusuk pas menerangkan, saat di lokasi “adapun upaya Polri  yang telah di lakukan atas kejadian tersebut , Petugas Polres Lombok Utara yang  sedang melaksanakan tugas  pengamanan di Pusuk Pas, sehubungan dengan  

penyekatan antisipasi PMK ,  mendengar kejadian tersebut yang berjarak kurang lebih 20 m dari TKP (tempat kejadian perkara) langsung mendatangi lokasi kejadian dan melihat  korban  sedang tersungkur di bawah dan tidak sadarkan diri kemudian korban di evakuasi ke Puskesmas Pemenang guna mendapat pertolongan pertama.


 Kasus kecelakaan tersebut di limpahan  penangannya  ke  Sat Lantas Polres Lombok Barat mengingat batas Wilayah kejadian berada di Wilayah Kabupaten Lombok Barat.


Dapat di jelaskan atas kejadian laka lantas tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan telinga sebelah kanan mengeluarkan darah serta tangan korban mengalami luka lecet. terangnya

 

Dan adapun penyebab dari  laka lantas tersebut di karenakan kelalaian pengendara di saat mengendarai sepeda motornya 


Dan di himbau kepada pengendara baik  R4 maupun R2 di harapkan , kendaraan yang di kemudian harus di cek terlebih dahulu, menyiapkan kelengkapan  kendaraan  di samping itu juga pengendara harus dalam keadaan fit dan jika ngantuk di sarankan  untuk istirahat sejenak, guna pemulihan tenaga dan di samping itu juga jika mengendarai mobil maupun sepeda motor di harapkan jangan sambil menggunakan handphone mengingat keselamatan diri dan orang lain lebih penting ucap Kasubsi humas.

Aksi balap liar di Taliwang Sumbawa Barat di Gagalkan, 23 sepeda motor diamankan Polisi

By On 20:19


Sumbawa Barat, NTB - Kepolisian Resort Sumbawa Barat berhasil mengamankan 23 Kendaraan roda dua di taliwang  kabupaten Sumbawa Barat  yang melakukan aksi balap liar semalam (7/8/22). Kendaraan diamankan petugas gabungan di sejumlah titik rawan balapan liar. Seperti di  komplek perkantoran KTC.


Kapolres Sumbawa Barat AKBP Heru Muslimin,SIK,MIP menegaskan pihaknya sengaja melakukan operasi gabungan. Itu setelah banyaknya laporan dan keluhan dari warga sekitar lokasi.


"Puluhan motor ini banyak diamankan di sekitar pemukiman warga. Sebab, saat operasi mereka masuk ke sejumlah perumahan warga. Sebanyak Dua puluh Tiga motor berhasil kami amankan, " Kata Heru saat dikonfirmasi, Senin ( 8/8/2022)


Pemilik motor kebanyakan pelajar masih di bawah umur. Sehingga, sepeda motor diamankan dan pemilik kendaraan dilepas. Kendaraan yang surat-suratnya lengkap akan dikembalikan. Sementara yang kosongan tanpa dilengkapi surat resmi, akan ditindaklanjuti kepolisian.

"Yang surat suratnya lengkap akan disidangkan  dan akan dikembalikan setelah sidang ke pada pemiliknya , yang motornya bodong akan di proses oleh Satreskrim Polres Sumbawa Barat," jelasnya.


Kasat lantas Polres Sumbawa Barat , AKP Made Sugiarta,SH mengatakan untuk mengambil sepeda motor harus dilakukan oleh orang tua. Sehingga dilakukan pengawasan yang lebih kepada anak-anak yang rata-rata di bawah umur.

"Orang tua pemilik motor akan kita hadirkan. Sehingga kami bisa berkomunikasi agar orang tua bisa memperketat pengawasan terhadap anaknya sehingga tidak lagi melakukan balap motor liar di jalanan," katanya.


Polisi sudah berkoordinasi dengan Dishub Sumbawa Barat, agar bisa dibangun marka kejut di lokasi rawan balap liar. Sehingga tidak ada lagi suara bising akibat aksi balap liar yang mengganggu warga sekitar.


Sementara Subandi (52) warga menala KTC  mengaku resah dengan aksi balap liar. Dia mengakui, suara bising sering mengganggu istirahat warga sekitar. Bahkan ada sejumlah anak muda yang lari ke rumahnya saat ada operasi yang dilakukan polisi.


"Suara bising sangat mengganggu sekali. Pernah ada beberapa anak yang sempat saya tegur karena tiba tiba nyelonong masuk ke rumah, tanpa ijin numpang parkir, " ungkapnya

Tim Puma 2 Sita Sepeda Motor Bodong, Pengangkutan Trans Nasional

By On 20:16


Kota Bima, NTB – Truk pengangkutan Tran Nasional yang memuat sejumlah sepeda motor, dihentikan Tim Puma 2 Sat Reskrim Polres Bima Kota Polda NTB.


Penyetopan truk trans nasional yang melintas di wilayah Kota Bima oleh Tim Puma 2 dibawah pimpinan Katim Aiptu Hero Suharjo pada Minggu (7/8) sore kemarin itu, atas informasi masyarakat adanya pengangkutan sejumlah motor bodong alias motor tanpa surat kendaraan.


Benar adanya, kata Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kasi Humas Iptu Jufrin, saat digeledah, didapati sejumlah sepeda motor, dua diantaranya tidak memiliki surat kendaraan yang resmi.


“Dari 9 sepeda motor yang dimuat, dua diantaranya bodong,”jelas Jufrin, Senin (8/8) pagi ini.


Tim Puma 2 selain mengamankan dua sepeda motor bodong, sambungnya, juga mengamankan J (42) sopir truk berikut truk pengangkut sepeda motor bodong dimaksud.


“Sopir dan barang bukti telah diamankan di Mako Polres Bima Kota untuk ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku,”tutupnya.


Asik Pesta Narkoba, Residivis Narkoba A Alias Anggun Di Ciduk

By On 20:13


Berantas peredaran Narkoba di Kabupaten Dompu terus dilakukan Tiem Beavo Tambora Sat Resnarkoba Polres Dompu guna menjaga generasi-genari bangsa di Kabupaten Dompu.


seperti halnya tadi siang pukul 13.00 wita Tirm Bravo Tambora Sat Resnarkoba Polres Dompu kembali berhasil menangkap seseorang terduga  memiliki, menyimpan, menguasai dan menjual Narkotika Golongan I Bukan Tanaman 

Jenis SHABU. 


Kasat Resnarkoba Polres Dompu Iptu Abdul Malik, SH melalui Kasi Humas Polres Dompu saat di konfirmasi mengatakan benar pihaknya telah melakukan upaya penangkapan dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial A Alias Anggun di kamar kos-kosan yang beralamat di ling. Simpasai kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.


"A Alias Anggun berhasil kami amankan terkait laporan Masyarakat bahwa di salah satu kamar kos-kosan di Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja sering terjadi aksi Pesta Narkoba", ujar Kasat Iptu Abdul Malik, Sah melalui Kasi Humas.


Kronologis kejadian berawal laporan masyarakat ada salah satu kamar kos-kosan  yg beralamat di lingkungan Simpasai, Kelurahan Simpasai, Kecanatan Woja, Kabupaten Dompu tempat terjadinya pesta narkotika jenis sabu, membawa atau menguasai narkotika yang di duga jenis sabu-sabu, Kasat narkoba polres Dompu IPTU ABDUL MALIK, S.H Memerintahkan anggota Opsnal untuk melakukan penyelidikan terhadap seseorang yang berada dalam kamar kos-kosan tersebut  yang sebelumnya sudah di kantongi ciri cirinya saudara Aals ANGGUN yang merupakan seorang RESIDIVIS dengan kasus yang sama . 


Setelah mendapatkan informasi A1 kemudian kasat Narkoba IPTU ABDUL MALIK, S.H mengumpulkan anggota dan bergegas menuju kamar kos-kosan  tersebut yg beralamat di  lingkungan Simpasai untuk melakukan pemantauan dan penangkapan terhadap seorang yang ada di dalam kamar tersebut Kemudian team memanggil saksi masyarakat untuk menyaksikan jalanya penggeledahan.


"setelah di lakukan penggeledahan team berhasil menemukan barang bukti berupa 

- 6(enam) gulung plastik klip transparan yang di dalamnya berisikan kristal bening yg di duga narkotika jenis sabu.

-2(dua) plastik klip transparan yang di dalamnya berisikan kristal bening yang di duga narkotika jenis sabu.

-satu buah gunting warna hitam

-satu buah korek api gas wrna hitam

-satu buah sekop yang sudah di modif dari sebuah sedotan

-satu bundel plastik klip transparan

- satu unit hp android warna hitam SHABU-SHABU :       

Berat  Bruto : 

 3.37    Gram", terangnya


 Selanjutnya anggota tim BRAVO TAMBORA membawa Terduga dan barang bukti di mako polres dompu Guna Proses Penyidikan Lebih Lanjut.

Kritik Pemberlakuan Tiket Masuk Liga 3, LFC Bakal Sumbangkan Rp 20 Juta Dana Pembinaan untuk Pembelian Tiket Suporter

By On 06:55


MATARAM-Gelaran Liga 3 NTB yang dimulai pada hari Sabtu, 6 Agustus 2022, dengan kick off yang dilakukan di GOR 17 Desember, Kota Mataram, sudah mulai bergulir.

Langkah Asprov PSSI NTB yang memberlakukan tiket masuk bagi penonton, menuai kritik keras berbagai pihak. Komersialisasi Liga 3 NTB oleh Asprov PSSI NTB 

dinilai belum saatnya, dan dianggap kurang sensitif dalam memahami kondisi kehidupan masyarakat, terlebih masih dalam suasana Covid19, dimana ekonomi masyarakat masih terpuruk dan belum benar-benar pulih.


Salah satu kritik datang dari Chairman Lombok Football Club (Lombok FC), H. Bambang Kristiono, SE (HBK). Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok ini menilai, belum saatnya Liga 3 NTB diberlakukan pembelian karcis, mengingat Liga 3 sifatnya juga yang masih amatir.


“Saya berpendapat bahwa karcis buat penonton baru boleh diberlakukan apabila sepakbola NTB sudah berada di level profesional atau Liga 2,” kata HBK, Sabtu, 6 Agustus 2022.


Asprov PSSI NTB sendiri telah mengumumkan menjual dua kategori tiket selama penyelenggaraan Liga 3 yang diikuti 26 klub yang terbagi dalam empat group masing-masing dua group di P. Lombok dan dua group di P. Sumbawa. Tiket VIP dijual dengan harga Rp 500.000,- dan tiket untuk kelas biasa dijual dengan harga Rp 15.000,- untuk setiap pertandingan.


HBK menegaskan, Asprov PSSI NTB seharusnya lebih kreatif dalam mencari pendanaan. Salah satunya adalah dengan lebih banyak menarik sponsor untuk turut membantu menopang pembiayaan kompetisi.


“Intinya, gelaran Liga 3 yang masih amatir ini jangan dululah dikomersialisasikan. Prioritas para petinggi Asprov PSSI NTB saat ini mestinya adalah, mendorong agar GOR terisi penuh penonton. Mulai membangun antusiasme, fanatisme, dan militansi para supporter terhadap klub kebanggaannya masing-masing", tandas Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.


Alih-alih menjual tiket pertandingan, seharusnya Asprov PSSI NTB memberikan dulu insentif kepada masyarakat pecinta sepakbola NTB untuk masuk stadion secara gratis. 


Karena itu, HBK ingin agar momentum kembali bergulirnya Liga 3 NTB tahun ini, bukan menjadi momentum komersialisasi kompetisi. Tetapi, momentum untuk memupuk dan membina loyalitas fans klub peserta Liga 3.


“Berikan kesempatan kepada para pecinta sepakbola NTB untuk bisa menikmati gelaran sepakbola klub-klub kecintaannya, karena sepakbola tanpa suporter itu seperti sayur tanpa garam, anyep dan nggak ada menarik-menariknya,” tandas HBK.


*Sumbangkan Rp 20 Juta Dana Pembinaan Buat Supporter Klub*


Sebagai wujud keberpihakannya kepada para suporter, manajemen Lombok FC sendiri sudah mengambil keputusan untuk menyumbangkan seluruh dana pembibaan yang akan diberikan Asprov PSSI NTB bagi setiap klub peserta Liga 3, yang nilainya Rp 20 juta kepada manajemen Babalo, group supporter Lombok FC.


Dana sebesar Rp 20 juta tersebut, akan digunakan para Babalo, sebutan untuk para suporter Lombok FC di seluruh NTB, untuk membeli tiket menonton setiap pertandingan yang akan dijalani Lombok FC.


Rencananya, penyerahan dana kepada group suporter Babalo tersebut akan dilakukan langsung oleh Presiden/CEO Lombok FC Rannya Agustyra Kristiono di ruang pertemuan Mess Lombok FC sebelum Lombok FC bertanding menjalani laga perdananya.


“Kami memahami sepenuhnya, bahwa para suporter merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap moment pertandingan. Akan terasa hampa sebuah pertandingan sepakbola tanpa kehadiran suporter,” kata Rannya terkait langkah pihaknya yang menyumbangkan dana pembinaan untuk pembelian tiket bagi Babalo, group suporter Lombok FC.


Dara yang banyak menginspirasi para millenial di NTB ini menegaskan, para suporter tak ubahnya pemain kedua belas dalam sebuah klub sepak bola.

Dan bagi Lombok FC, Babalo merupakan sumber semangat, sumber energi, dan sumber kekuatan bagi seluruh pemain Lombok FC yang sedang bertanding di lapangan. Kehadiran Babalo dalam setiap pertandingan juga dapat memberikan semangat, kekuatan, dan motivasi bagi para pemain, tim pelatih, maupun official klub.


“Lebih dari pada itu, suporter adalah penopang dan prasyarat utama jika sebuah klub ingin menjadi klub sepakbola profesional.” imbuh Rannya.

Geregetan, Kapolda NTB Pukul Kepala Babin Viral Sambil Terbahak-bahak

By On 20:01


MATARAM - Ngobrol seputar program untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI), Kamis (4/8/2022), Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto geregetan.


Sambil tertawa terbahak-bahak, Kapolda NTB tepuk kepala Babin Viral yang sedang mengenakan helem sebagai ciri khasnya.


Isi percakapan yang membuat Kapolda NTB geregetan, ketika Babin Viral mengatakan hal yang sama dengannya.


Kapolda NTB ingin merubah Lomba gebug bantal menjadi lomba gebug pelaku tindak pidana dalam acara 17 Agustus , sedangkan Babin Viral ingin merubah Lomba panjat Pinang menjadi pinang dulu baru di panjat.


Pendapat Babin Viral itu membuat Jenderal bintang dua yang terkenal Cool itu sontak memukul kepala Babin Viral sambil tertawa terbahak-bahak.


"tadi itu spontan, saya baru kali ini tertawa terbahak-bahk ketemu si Babin Viral ini," kata Djoko.


Babin Viral ini bernama Herman, salah satu anggota polisi berpangkat Aipda, yang sering tampil dengan aksi lucunya di media sosial.


Dia bertemu Kapolda NTB selepas menyampaikan materi pada acara Rakernis Bidhumas Polda NTB, di Ball Room Hotel Aston IN Mataram.


Peristiwa ngakaknya Kapolda NTB itu diabadikan dalam sebuah video berdurasi 51 detik.


Rencananya video tersebut akan diunggah pada akun media sosial Polda NTB, baik di Instagram, Tiktok, Facebook atau yang lainnya.


Kapolda berharap, Herman terus membuat konten postif, yang bermanfaat bagi masyarakat.


Dia juga menilai bahwa video yang diunggah Herman ini cukup mengedukasi, dan mempuanyai pesan yang positif.


"pesan saya teruslah berkarya, berikan edukasi kepada masyarakat, bahwa polisi selalu hadir ditengah mereka, dalam kondisi apapun," pungkasnya.

Pedagang Sayur Asal Sandubaya Malah Kedapatan Jual Narkoba di Labuapi

By On 19:59


Lombok Barat, NTB - Lantaran kedapatan membawa narkoba di Labuapi, Tim gabungan Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lombok Barat menangkap seorang pedagang sayur asal sandubaya. Dalam penangkapan ini polisi juga berhasil mengamankan diduga narkotika jenis sabu dengan berat 5.64 gram, Kamis (4/8/2022). 


Kasat Res narkoba Polres Lombok Barat AKP Faisal Afrihadi. SH, mengkonfirmasi telah mengamankan seorang terduga pelaku inisial AH, laki-laki (29). Asal Lingkungan Gerung Butun Barat Kelurahan Mandalaika, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.


“Penangkapan terhadap AH, yang kesehariannya sebagai pedangang sayur ini, dengan dugaan sebagai Penjual dan pengedar narkotika jenis sabu. Dengan ditemukannya barang bukti jenis sabu dengan berat 5.64 gram, yang makin memperkuat dugaan ini,” ungkapnya, Juamt (5/8/2022).


Tim gabungan Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lombok Barat menagkap AH di Jalan Raya Bengkel, Dusun Bengkel Timur Mekar, Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.


“jadi, penangkapan ini berdasarkan informasi dari Masyarakat yang kami terima sekitar pukul 15.00 wita. Yang menginformasikan bahwa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sering terjadi atau dijadikan tempat teransaksi narkotika jenis sabu,” ungkapnya.


Berdasarkan informasi tersebut, Tim opsnal sat Narkoba polres Lobar yang di pimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Lombok Barat melakukan penangkapan.


“Melakukan penangkapan dan mengamankan satu orang terduga, yang menggunakan sepeda motor inisial AH dan mengamankan satu  bungkus rokok surya 12. Setelah memeriksanya ternyata berisi satu klip plastik transparan yang diduga narkotika jenis sabu seberat 5.64 gram,” jelasnya.


Saat penangkapan, Kasat Resnarkoba Polres Lombok Barat memastikan bahwa sebelum proses penggeledahan, telah menghadirkan saksi dari masyarakat umum. Di antaranya, saksi dari aparatur desa, dan seorang warga setempat.


“Dalam penangkapan ini, berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk barang bukti diduga narkotika jenis sabu dengan berat 5.64 gram beserta barang bukti lainnya,” imbuhnya.


Barang Bukti secara keseluruhan antara lain, sebungkus rokok surya 12 yang di dalamnya berisi satu plastic bening yang diduga narkotika jenis sabu seberat 5.64 gram. Kemudian uang tunai Rp. 445 ribu, satu unit sepeda motor mio warna hitam, sebuah Hp, sebuah korek api dan sebuah dompet.


“Saat ini terduga pelaku dan barang bukti dibawa ke Kantor Sat Narkoba Polres lombok barat guna pemeriksaan lebih lanjut. Untuk proses selanjutnya akan melakukan uji urine terhadap terduga, meminta keterangan terduga, dan mempersiapkan Barang bukti yang diduga sabu untuk uji Lab. BPOM,” tandasnya.

Zero PMK di Lombok Barat, Satgas Ops Aman Nusa II Kini Fokus Genjot Vaksin PMK

By On 19:58


Lombok Barat, NTB - Sisa hewan ternak sakit yang terkonfirmasi PMK di Lombok Barat secara keseluruhan telah dinyatakan sembuh, sehingga menjadikan zero PMK di Lombok Barat.


Capaian ini berdasarkan dari evaluasi Posko Ops Aman Nusa II Lombok Barat, yang mengkonfirmasi bahwa, selain tidak ada lagi hewan ternak yang sakit, tidak ada penambahan hewan ternak yang terjangkit, Kamis (4/8/2022).


Kapolres Lombok Barat, AKBP Wirtasto Adi Nugroho, SIK melalui Kabag Ops Kabag Ops Kompol Dhafid Shiddiq, SH., SIK., MM menjelaskan, kini pihaknya lebih memfokuskan kepada vaksinasi PMK.


“Dengan situasi sekarang ini, tidak berhenti begitu saja, tentunya tetap melakukan upaya-upaya penanganan, walaupun sudah tidak ada lagi hewan ternak yang sakit terkait PMK,” ungkapnya, Jumat (5/8/2022).


Bahkan pihaknya akan lebih meningkatkan langkah pencegahan, untuk menjaga agar tidak ada lagi hewan ternak yang terjangkit.


“Salah satunya, dengan meningkatkan kegiatan vaksinasi, serta upaya pencegahan penyebaran PMK seperti yang telah kita lakukan, yaitu penyekatan terhadap hewan ternak,” pungkasnya.


Menurutnya, Keberhasilan ini merupakan upaya kerja keras Satgas Aman Nusa II dan instansi terkait, seperti TNI, dinas pertanian dan peternakan kab lobar. Termasuk juga Keswan, serta balai karantina wilker lembar serta tidak terlepas dari dukungan Masyarakat itu sendiri. 


Khususnya Masyarakat peternak, yang mulai menyadari bahwa vaksinasi itu penting, dalam pencegahan PMK ini.


“Untuk Vaksinisasi total target 12.202 dalam wilayah Lombok Barat dan data manual ternak yang sudah tervaksinasi sampai saat ini sebesar 8.075 ekor,” katanya.


Dengan perkembangan Zero PMK di Lombok Barat saat ini, berdampak kepada tujuh Kecamatan yang saat ini masuk zona hijau (0 kasus).  Yakni Kecamatan Gerung, Labuapi, Kuripan, Kediri, Lingsar, Gunungsari dan Batulayar. Hal ini menunjukan bahwa wabah ini jika menanganinya dengan cepat dan tepat makan perkembanganya akan dapat segera diatasi.


Kabag Ops menjelasakan secara rinci bahwa pada hari sebelumnya terdapat 57 ekor hewan ternak yang sakit, namun kini sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan untuk kasus baru, hewan ternak yang mati, maupun potong paksa, tidak ada penambahan.


“Sehingga kita fokuskan kepada vaksinasi kepada hewan yang sehat dan penyemprotan desinfektan pada kandang-kandang kumpul milik warga secara menyeluruh. Untuk menghambat penyebaran virus,” pungkasnya.


Demikian juga dalam mencegah penyebaran virus, dengan tetap memperketat penyekatan hewan ternak di pelabuhan Lembar dan Gilimas.


Tidak ada peningkatan kasus hewan ternak yang terjangkit wabah sebanyak 0 ekor (0%) dari hari sebelumnya, dimana tidak ada Kecamatan yang mengalami peningkatan.

Dua Bungkus Besar Narkoba Berhasil Diamankan Tim Ditresnarkoba Polda NTB

By On 19:56


MATARAM - Polda NTB menggelar acara Konferensi Pers Pengungkapan dua bungkus besar Narkoba jenis Ganja di Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB, Jumat (5/8/2022).


Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung Kabidhumas Polda NTB Kombes Pol Artanto didampingi Wadirnarkoba Polda NTB Akbp Erwin Adriansyah dan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB Kompol Harianto Saksono.


Kabidhumas mejelaskan pengungkapan dua bungkus besar Narkoba jenis Ganja tersebut berdasarkan laporan warga.


"pengungkapan ini berdasarkan laporan dari warga, sehingga tim Ditresnarkoba Polda NTB melakukan penyelidikan, hasilnya dua bungkus besar Narkoba jenis Ganja berhasil diamankan," Jelas Artanto.


TKP penangkapan, jalan Montong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Inisial pelaku IR alias Don, ia ditangkap oleh tim Ditresnarkoba Polda NTB pada Senin (1/8/2022).


Modus yang dipakai pelaku menyelundupkan barang ke NTB, menggunakan Kardus diikat erat menggunakan lakban.


Meski begitu, Polisi khususnya tim Ditresnarkoba Polda NTB tidak terkecoh, dan barang tersebut berhasil diamankan.


Barang bukti yang diamankan berupa dua bungkus besar Narkoba jenis Ganja seberat 1,7 Kg, dua unit HP dan satu buah timbangan.


Pelaku terancam dijerat dengan pasal Pasal 111 ayat (2) UU RI NO 35 Thun 2009 dan Pasal 114 ayat (2) UU RI NO 35 tahun 2009, dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun.


Selebihnya Artanto berharap, warga ikut memberantas peredaran narkoba di NTB, jika ada yang mengetahui keberadaannya langsung lapor ke Polisi.


"kami berharap, warga ikut terlibat memberantas Narkoba di NTB, laporkan kepada kami sekecil apapun tentang peredaran Narkoba ini, untuk kita Basmi sama-sama," pungkasnya.

Mayat Pria Yang Dievakuasi Polres Bima Inisialnya AF

By On 19:54


MATARAM - Personil Kepolisian Sektor Belo Polres Bima Polda NTB mengevakuasi Mayat seorang Pria di pinggir jalan tepatnya Depan TPU Desa Roka Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima Jum,at 05/08/22 Sekira Pukul 01.30.Wita


Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko SIK, melalui, kasi humas Iptu Adib Widayaka membenarkan bahwa telah dievakuasi mayat seorang pria  yang berinisial  AF (L/25) warga Desa Nata di Depan TPU Desa Roka Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima Dini hari tadi.


"ya Benar telah kami evakuasi Mayat tersebut, berawal informasi dari Sekdes Desa Roka Supriadin SH," jelas Adib.


Anggota piket Polsek Belo yang mendapat informasi tersebut langsung bergerak menuju TKP.Tutur Adib.


Sesampainya di TKP tepatnya di Depan tempat pemakaman umum Desa Roka polisi menemukan  Sosok mayat yang di ketahui berinisial AF (L/25) warga Desa Nata yang tergeletak di pinggir jalan beserta  seekor kambing dan Satu unit Sepeda Motor Terangnya.


Setelah itu, anggota piket polsek Belo dipimpin langsung oleh Kapolsek Belo Iptu Ilham melakukan evakuasi Mayat tersebut ke Puskesmas Belo untuk dilakukan tindakan medis, kemudian pukul 02.00 wita dirujuk ke RSUD Bima untuk dilakukan tindakan medis lanjutan, dan pada pukul 03.15 wita. Pihak RSUD Bima menyatakan bahwa korban Telah meninggal Dunia.


 Sementara itu Kasat reskrim Polres Bima AKP Masdidin SH, mengatakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengetahui penyebab Almarhum meninggal Dunia.


"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sebab-musabab Almarhum meninggal Dunia." pungkasnya.

Curi Laptop Mahasiswi, Dua Pria ini Dibekuk Tim Puma 2 Polres Bima Kota

By On 19:34


Kota Bima , NTB  - Dua pria asal Kota dan Kabupaten Bima ini, kompak mencuri lap top milik seorang mahasiswi.


Akibatnya, dua pria ini dibekuk Tim Puma 2 Sat Reskrim Polres Bima Kota dibawah pimpinan Katim Aiptu Hero Suharjo.


Begitu kabar disampaikan Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kasi Humas Iptu Jufrin, Selasa (2/8) malam ini.


Dua pria yang menggondol lap top milik mahasiswi, yakni EJ alias E (40) warga Kabupaten Bima dan AS (44) warga Kota Bima.


Keduanya jelas Iptu Rayendra, ditangkap Tim Puma 2, Selasa sore tadi di sekitar PKM Ranggo Kota Bima.


Awal ditangkapnya dua pria ini, selain berdasar laporan Sinta seorang mahasiswi salah satu kampus di Kota Bima, pun berdasar petunjuk yang diperoleh dari rekaman CCTV di Kos tempat tinggal korban.


Saat ditangkap keduanya tidak berkutik dan mengakui perbuatannya mencuri lap top milik korban.


"Kini dua terduga pelaku berikut barang bukti, telah diamankan di Mako Polres Bima Kota untuk ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku," pungkasnya.

Miris! Rawat Aset Milik Pemda Lotim, Pria Ini Malah Di Tuduh Merusak Fasilitas Milik Pemda

By On 22:05


Selong - Berbagai tuduhan terus di arahkan kepada seorang pria yang juga sebagai owner Kedai Mogen yang membuka usaha di Pertokoan PTC Milik Pemda Lombok Timur. Dari tuduhan merusak dan merubah fisik pertokoan milik Pemda, miras,  tunggakan hingga hewan peliharaan. 


Padahal dialah salah satu yang memiliki komitmen menghidupkan dan merawat aset pemerintah daerah Lombok Timur yang dari awal di buka sampai sekarang selalu luput dari perhatian pemerintah setempat. 


Saat di konfirmasi, Owner Kedai Mogen, Amrin, menjelaskan kepada awak media bahwa dirinya tidak pernah merusak aset apalagi fasilitas milik Pemda setempat. 


"Dari awal kami masuk ke pertokoan ini, kondisinya sangat memprihatinkan, tembok pembatas antar toko dalam kondisi sudah di rusak sama penyewa sebelumnya. Begitu juga dengan kamar mandi sudah di ratakan. Saya dengan uang pribadi membuat pembatas sendiri dari triplek, dan membuat kamar mandi sendiri serta membuka tangga yang di tutup oleh penyewa sebelumnya. Kemudian untuk dag balkon memang kami membuat akses ke atas dan itu di buat bukan untuk kepentingan pribadi kami semata tapi kepentingan pengguna yang lain", ucapnya. 


Ia pun menambahkan, setiap musim penghujan datang sebagain besar toko di PTC mengalami kebocoran. Hal itulah yang mendorong owner Kedai Mogen untuk membuka akses ke dag balkon untuk melakukan perbaikan. 


"Setiap musim penghujan datang, sebagian besar pertokoan ini mengalami kebocoran. Itu sebabnya kita bikin akses ke atas. Dan yang saya perbaiki bukan hanya dag balkon  milik kami, tapi satu blok pertokoan itu kami perbaiki dengan biaya sendiri. Bahkan sampai tamanpun kami buat sendiri. Kami minta di Bapenda katanya tidak ada anggaran untuk pemeliharaan PTC Pancor. Tapi sangat di sayangkan, malah kami di tuduh merusak dan merubah bentuk fisik pertokoan", jelasnya. 


Petinggi dua organisasi SPRI dan Organisasi Sosial RSI ini kembali mengklarifikasi soal tuduhan melihara anjing di dag balkon. 


"Kemudian yang selanjutnya soal tuduhan memelihara anjing di dag balkon, memang benar ada 3 anak anjing kami taruh, kami tidak memelihara tapi hanya menyelamatkannya dari pembantaian senjumlah orang, kasian dia masih bayi, masa iya di lempari pakai batu hingga mati. Makanya yang hidup saya selamatkan sampai mereka bisa mencari makan  sendiri. Dan kemarin kita coba turunkan, tapi baru semalam anak anjing itu kembali di buru, yang satu di bunuh sementara yang dua nya di patahin kaki kakinya. Mereka juga punya hak yang sama seperti manusia untuk hidup", pungkasnya. 


Namun jerih payahnya bukannya di apresiasi oleh OPD yang di tunjuk mengelola PTC, malah sebaliknya menudingnya merusak fasilitas milik Pemda dan bahkan mengancamnya untuk menutup usahanya yang baru satu bulan merubah konsep usahanya menjadi Restauran dan Karaoke Keluarga. Padahal Kedai Mogen ini sudah mengantongi Perijinan Berusaha Berbasis Resiko (Kalisifikasi Resiko Menengah Rendah) dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 1706220021918 untuk ijin Karaoke dan Perijinan Berusaha Berbasis Resiko (Klasifikasi Resiko Rendah) dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 1706220003986 untuk ijin Rumah Minum/Cafe


Perlu di ketahui, sejumlah toko di PTC Pancor di rusak atau bentuk fisiknya di ubah oleh penyewa sebelumnya, seperti toko toko yang di tempati Kedai Mogen, Pawon Kirana, Perpu, Mak-Po, Qween, namun oleh OPD yang mengelola tidak ada sanksi atau tindakan terhadap mereka, malah mengkambing hitamkan para penyewa selanjutnya. 


"Kami (red. Kedai Mogen, Pawon Kirana, Perpu, Mak-Po, Qween, PJTKI Pamor Sapta Dharma) saat di awal sudah mendapatkan kondisi toko rusak, ada yang tembok pembatas nya di rusak/di ratain, kamar mandi tidak ada, dan bahkan ada juga toko yang tanpa tangga. Dan yang paling parah toko yang di tempati oleh Kedai Mogen, tanpa pembatas tembok samping dan tembok belakang, begitu juga di lantai 2 tembok samping dan belakang sudah tidak ada, begitu juga kamar mandi. Jadi itu kita bikin ulang dengan biaya sendiri", tegasnya. 


Di tempat terpisaha, Eko rahady. SH selaku Tim advokat SBMI Lombok Timur mengecam keras tindakan Bapenda Lombok Timur bersama puluhan anggota Sat Pol PP yang menggeruduk masuk, padahal di dalamnya ada 3 anak kecil. Kedatangan puluhan Sat Pol PP ini sontak membuat ketiga anak kecil ini ketakutan dan tidak mau makan hingga malam hari. 


"Kalau yang di masalahkan adalah tunggakan, semua kita tau bahwa di PTC ini banyak yang nunggak. Tapi kenapa hanya Saudara Amri yang di paksa keluar dan di usir, kenapa yang lain tidak di keluarkan. Ngusir bukan solusi, sebaiknya cari jalan tengah, berikan para usaha menengah untuk hidup, dengar kreatif cara usaha, tinggal diawasi, dan kalau melangar berikan SP 1 sampai SP 3. Bahkan di PTC ada PJTKI yang menipu warga lombok timur hingga 3,38M yang mencari nafkah ke luar negeri dan itu korbannya ratusan orang warga Lombok Timur tapi tidak ada tindakan dari Bapenda, malah yang menutup PJTKI itu adalah kami. Dan kalau masalah usaha karaoke, kan yang membuka karaoke bukan saudara amri saja, bahkan ada cafe yang terang terangan jual miras tanpa ijin dan menyediakan PSK, bukan PS lagi tapi kenapa di biarkan.  Jangan diskriminasi donk! ", tegasnya. 


Ia pun menyinggung ketidak tegasan Bapenda Lombok Timur yang terkesan pilih kasih terhadap penyewa PTC Pancor, pasalnya ada sejumlah usaha yang menggunakan lahan parkiran sebagai tempat usaha dan bahkan menjadikannya bangunan semi permanen. 


"Jangan pilih kasihlah, coba lihat ada beberapa usaha malah menggunakan lahan parkir sebagai tempat usaha dan bahkan membuat bangunan semi permanen. Kalau memang yang menunggak harus keluar, iya keluarkan semua yang nunggak, begitu juga kalau usaha karaoke tidak di perbolehkan, maka tutup semua karaoke di PTC. Bila perlu jangan jadikan PTC sebagai tempat usaha, jadikan sarang walet aja biar tambah sepi", tutupnya. 


Sementara Kabid Retribusi Jayadi yang di konfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp menjawab singkat bahwa tidak ada diskriminasi. 


"Maaf ton. Tdk ada diskriminasi. Ini masalah ketertiban, keamanan dan tunggakan sewa yg blm dilunasi", jawabnya singkat.

Wujud Bhakti di Hari Jadi Polwan, Polwan Polres Bima Kota Berbagi pada Pemecah Batu dan Buruh Pelabuhan

By On 20:17


Kota Bima, NTB  - Sebagai wujud bhakti di hari jadi ke-74 Polisi Wanita (Polwan), Polwan Polres Bima Kota giat bhakti sosial (Baksos).


Baksos dan anjang sana di hari jadinya itu, para personil Polwan Polres Bima Kota, memilih mendatangi para pemecah batu di bantaran pegunungan Sambinae dan menyambangi para buruh Pelabuhan di Pelabuhan Bima.


Begitu kabar disampaikan Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kasi Humas Iptu Jufri, Selasa (2/8) siang ini.


Anjang sana berbagi pada mereka yang berjuang mengais rupiah dengan menonjolkan kemampuan fisik itu, kata Kasi Humas, sengaja menjadi pilihan personil Polwan Polres Bima Kota, untuk berbagi dan merasakan beratnya pekerjaan yang mereka pikul.


Adapun paket bantuan yang dibagikan Polwan, sebut Iptu Jufri, Beras, Teh, Gula, minyak goreng dan mie instan dan lainnya.


Para personil Polwan Polres Bima Kota sambung Kasi Humas, berharap apa adanya yang mereka bagikan, dapat bermanfaat bagi warga yang menerimanya.


Kapolda NTB, Pimpin Upacara Tradisi Penyambutan Pejuang Tangguh Perwira Akpol dan Bintara

By On 20:16


Mataram, NTB -  Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto memimpim Upacara Tradisi Penyambutan Pejuang Tangguh Perwira Akpol dan Bintara Tahun 2022 di Polda NTB, sebanyak 6 Perwira Remaja Akpol dan 243 Bintara Remaja mengikuti Upacara Tradisi penyambutan tersebut, di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Selasa (02/8/2022). 


Dalam sambutannya, Kapolda NTB mengatakan, bahwa pelaksanaan Upacara ini disatukan antara Perwira dan Bintara tersebut karena para seluruh pejuang tangguh Polda NTB mendapatkan pemahaman yang utuh terhadap pekerjaan tugas Kepolisian. 


Kedepan tanpa merasa lebih hebat dari satu sama lain, karena prinsip kerjasama merupakan salah satu kunci utama dalam keberhasilan dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. 


Kapolda NTB juga mengatakan, bahwa seluruh personel Polri khususnya Polda NTB semua merupakan insan Rastrasewakottama yang menjadi simbol dalam pengabdian utama daripada nusa dan bangsa yang mengemban tugas memelihara keamanan di wilayah NKRI. 


"Tunjukkan rasa bangga ini dengan tetap menjaga kehormatan dan harga diri institusi Polri sebagai insan Rastra Sewakottama yang berada di Polda NTB." ucapnya. 


Usai upacara, Kapolda NTB menggelar sarapan bersama Perwira dan Bintara Remaja Baru, yang mencerminkan kerjasama antara personel Kepolisian.


Pemain Lombok FC Diingatkan Belajar dari Asnawi Mangkualam, Kedisiplinan Kunci Utama Jadi Pemain Profesional

By On 09:01


MATARAM-President/CEO Lombok Football Club (Lombok FC), Rannya Agustyra Kristiono, turut mendampingi kunjungan kerja reses Wakil Ketua Komisi I DPR RI H. Bambang Kristiono, SE (HBK) ke Seoul, Korea Selatan, Jumat (29/07/2022). Kesempatan tersebut dimanfaatkan Rannya untuk bertemu dan berdiskusi secara mendalam dengan Asnawi Mangkualam, salah satu pemain Timnas Indonesia yang kini merumput di Ansan Greeners FC, Kota Ansan, Korsel.


"Saya sengaja menyempatkan waktu dan meminta bantuan staf KBRI Seoul untuk bertemu Asnawi, untuk belajar dan berdiskusi banyak perihal kehidupan Asnawi sebagai pemain sepakbola profesional di Negeri Ginseng,” kata Rannya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/07/2022).


Bek kiri Asnawi Mangkualam adalah salah satu pemain muda Indonesia yang sukses berkarier di kompetisi luar negeri. Bermain untuk Ansan Greeners semenjak Januari 2021, Asnawi tampil sangat impresif. Awal tahun ini, kontraknya pun terus diperpanjang manajemen klub yang berkarkas di Kota Ansan, Provinsi Gyeonggi, Korsel tersebut.


Rannya mengatakan, dari diskusi dengan Asnawi, dirinya banyak mendapat pengetahuan bagaimana seorang pesepakbola profesional menempa diri, mulai dari kehidupan sehari-harinya di tempat tinggal (Apartemen), sampai dengan kegiatan latihan di lapangan. Terlebih khusus masalah kedisiplinan.


“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa  kedisiplinan adalah salah satu faktor pembeda, antara klub amatir dengan klub profesional,” imbuh Rannya.


Butuh satu jam berkendaraan darat dari Seoul, ibu kota Korsel, ke kota Ansan. Bagi masyarakat Indonesia di Korsel, kata Rannya, Kota Ansan dikenal sebagai miniaturnya Indonesia di Korsel, mengingat banyaknya orang Indonesia yang berasal dari berbagai daerah tinggal di Kota ini. Diperkirakan, jumlah masyarakat Indonesia di Kota Ansan lebih dari tujuh ribu orang.


Sebagai figur yang saat ini sedang membangun klub sepakbola profesional di NTB, Lombok FC, Rannya banyak mendengar dari Asnawi, bagaimana dirinya yang sebelumnya juga adalah seorang pemain amatir, kemudian menjelma menjadi seorang pemain profesional yang telah membanggakan bukan hanya dirinya sendiri, tapi juga keluarga, bahkan Negara.


Kepada Rannya, Asnawi menuturkan bahwa dirinya memilih bermain di luar negeri dan keluar dari zona nyaman sebagai pemain Timnas di Indonesia, karena Ia ingin mengembangkan dirinya sebagai pemain yang berkarakter.


“Para pemain yang dipilih para pelatih adalah mereka-mereka yang memiliki karakter kuat. Dan saya merasa, di Korea inilah tempat yang tepat untuk saya menempa diri dan belajar banyak untuk menjadi pemain yang berkarakter," kata Asnawi dalam pertemuan tersebut.


Rannya pun sangat yakin, dengan bekal pengetahuan dan pengalaman dari Asnawi, dirinya bisa mendorong pemain-pemain muda Lombok FC untuk bisa mengembangkan potensi dirinya hingga bisa seperti sosok Asnawi.


"Kalau kita mendengarkan pengalaman Asnawi yang telah mampu mengembangkan dirinya menjadi seorang pemain profesional, memang tidak mudah ya, diperlukan semangat, kerja keras, dan disiplin yang tinggi untuk mencapainyaIni yang harus dimiliki oleh talenta-talenta sepakbola kita di NTB, terutama dalam mengasah kedisiplinan agar para pemain bisa menjadi lebih kuat," katanya.


Dara yang kini sedang merampungkan pendidikan di Brunell University, London, Inggris ini menjelaskan, akan selalu ada tantangan yang harus dihadapi dan diatasi oleh setiap pesepakbola profesional. Seperti halnya Asnawi yang juga memiliki tantangan besar untuk menembus skuad utama di klub sepakbola Ansan Greeners FC, mengingat para pelatih Korsel masih kurang percaya dengan kwalitas kemampuan para pemain yang berasal dari Asia Tenggara. Terlebih lagi diawal-awal kompetisi, dimana dibutuhkan adaptasi yang cepat dan latihan yang ekstra keras supaya dilirik dan dipercaya pelatih.


Kemauan besar yang disertai dengan effort atau usaha yang besar, terbukti telah menjadikan Asnawi yang berlatar-belakang kehidupan keluarga pesepakbola, dimana ayahnya adalah pemain dan sekaligus pelatih di PSM Makassar, bisa mewujudkan dirinya menjadi pesepakbola profesional dengan penghasilan atau gaji yang cukup besar.


Dengan penghasilan sebagai pesepakbola profesional, Asnawi pun menuturkan kepada Rannya, bahwa dirinya bisa membahagiakan diri sendiri, orang tua, maupun adiknya.

Paling tidak, pada kesempatan bertemu dengan Rannya tersebut, Aswani mengatakan, dirinya dapat memberikan gambaran, berbagi pengalaman, dan meyakinkan talenta-talenta muda yang dimiliki Lombok FC saat ini, bahwa meniti karier sebagai pesepakbola juga bisa menghasilkan pendapatan yang tidak kalah besarnya dengan profesi-profesi lain, asalkan sungguh-sungguh dalam menjalaninya.


“Harus tahan banting, dan melewati berbagai kesulitan di dalam latihan maupun pertandingan dengan penuh semangat dan kegembiraan. Artinya enjoy sajalah, nikmati, dan jangan pernah mengeluh karena banyaknya tantangan dan kesulitan," kata Asnawi menitipkan pesan untuk para pemain Lombok FC.


Sementara itu, Chairman Lombok FC H. Bambang Kristiono, SE (HBK), yang juga menyempatkan diri hadir bersama Rannya bertemu Asnawi di sela waktu memimpin kunjungan kerja reses Komisi I DPR RI di KBRI Seoul, Korsel menuturkan, Asnawi adalah prototipe, inspirasi, dan tauladan bagi anak-anak muda Indonesia. Asnawi telah membuktikan, bahwa meniti karier sebagai pesepakbola profesional juga sangat menjanjikan. Dan sejauh para pemain mampu bersungguh-sungguh dalam menempa dirinya, maka kesuksesan akan datang dengan sendirinya.


“Bagi Asnawi, kesuksesan, kegagalan, dan keberhasilan, adalah sebuah proses yang akan berjalan secara beriringan. Jika hasilnya gagal, bisa jadi refleksi buat ke depannya. Dan, andai kata berhasil, maka itu bisa jadi standar baru buat masa depan,” tandas HBK.


Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok ini ingin agar talenta-talenta muda Lombok FC, yang juga memiliki skil bermain sepakbola yang sangat baik, bisa menjadikan Asnawi sebagai sosok dan figur penyemangat untuk memberikan penampilan terbaik dalam setiap laga yang akan dijalani Lombok FC di Liga 3 NTB yang akan bergulir sebentar lagi.

Contact Form

Name

Email *

Message *