Breaking News

Ketua Himpaudi Lotim, Minta Pemda Perhatian Kepada Guru PAUD

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di dalamnya ada Taman Kanak Kanak (TK), Raudatul Atfal (RA)  Kelompok Bermain (KB), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) itu bukan pendidikan wajib. Dan masih dianggap sebelah mata. Padahal tugasnya adalah gerbang utama mendidik penerus bangsa, yang sangat berat dan tak mudah, hingga sekarang  masih sering disepelekan dan dianggap bukan sebagai bagian dari fase pendidikan anak oleh banyak masyarakat.

Usman, S.Pd Ketua HIMPAUDI Kabupaten Lombok Timur mengatakan bahwa akar masalah karut marutnya ekosistem PAUD, terlebih yang terletak di daerah-daerah pelosok adalah karena eksistensinya tidak diakui secara gamblang dalam UU Tentang Guru dan Dosen. Ini membuat status Guru PAUD ibarat mentimun bungkuk yang kehadirannya tidak diakui dan tidak diberikan perhatian secara lebih rinci. Guru PAUD (yang bukan PNS) hanya dianggap sebagai tutor atau relawan dengan beban kerja yang cukup berat.

Profesi Guru PAUD akhirnya dipandang sebelah mata. Banyak yang hanya menjadikan profesi guru PAUD sebagai batu loncatan karena tidak menawarkan golongan atau jenjang karier yang jelas ketika sudah berkecimpung.

Usman yang juga selaku Sekretaris Himpaudi NTB dan Ketua SBMI NTB, mengatakan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang di dalamnya memuat secara khusus tentang Guru PAUD agar menjadi prioritas yang harus segera disahkan. Agar pendidikan mulai dari guru PAUD dapat perhatian yang sama,

RUU Sisdiknas memberi pengakuan kepada lembaga PAUD, pendidik, dan satuan pendidikan nonformal yang melayani pendidikan kesetaraan. Melalui RUU ini, satuan PAUD yang menyelenggarakan layanan untuk anak usia 3-5 tahun dapat diakui sebagai satuan pendidikan formal dan pendidiknya dapat diakui sebagai guru sehingga bisa mendapatkan peningkatan penghasilan dan kesejahteraan sama dengan guru, pendidik di atasnya.”tegas Usman

Kesejahteraan ini salah satunya ditandai dengan memberikan kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh fasilitas sertifikasi dan pelatihan peningkatan kapasitas SDM dari lembaga-lembaga kompetensi terkait di dalam negeri.

“Insentif jadi isu yang paling krusial dalam dunia PAUD beda dengan jenjang pendidikan lainnya yang apabila statusnya negeri akan sedikit berkurang beban operasional dan insentif gurunya, tapi bagi PAUD atau TK Negeri, justru sebaliknya. Apabila PAUD Swasta bisa mengandalkan Yayasan untuk menambah kesejahteraan para guru-gurunya jika ada iyuran orangtua/wali, PAUD Negeri sendiri harus berpeluh keringat menyusun strategi agar insentif untuk para guru honorer memperoleh nominal yang layak itupun kalau ada yang di angkat menjadi guru honorer.

Sejak lahirnya himpaudi sudah 18 tahun sebagai organisasi profesi dalam memperjuangkan nasib Guru dan satuan PAUD sampai sekarang, karena peran guru PAUD itu sangat penting, mereka jadi pihak pertama yang mengenalkan dunia pendidikan  secara langsung ke anak-anak. Mereka harus mengajarkan hal-hal dasar seperti aspek kognitif, nilai agama dan moral, fisik motorik kasar dan halus, sosial emosional, seni dan dan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa. Dengan tanggung jawab begitu berat namun perhatian pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak ada.

Generasi Emas adalah generasi masa depan sebagai sumber daya manusia (SDM) yang perlu mendapat perhatian serius dalam era globalisasi saat ini karena generasi emas mempunyai peran yang sangat strategis dalam mensukseskan pembangunan nasional. Mutu generasi emas akan menjadi modal dasar bagi daya saing bangsa terutama di era masyarakat berpengetahuan. Peningkatan mutu generasi emas hanya dapat dilakukan melalui pendidikan yang bermutu.”katanya,

Untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia emas pada tahun 2045, pemerintah telah melakukan berbagai cara. Salah satunya dengàn cara membentuk insan manusia unggul sejak anak usia dini. Untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas dan dapat memimpin negara di era tersebut, pemerintah saat ini fokus pada generasi anak-anak usia dini. Harus pemerintah memperhatikan tenaga pendidik/guru PAUD agar cita-cita menjadi Indonesia Emas terwujud, “tutup Usman Ketua Himpaudi Lotim.  




0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia