Breaking News

Tindak lanjut pengamanan TSS Selat Lombok



Sejarah baru bagi Indonesia di dunia  maritim, sebagai negara kepulauan pertama yang memiliki Traffic Separation Scheme (TSS) atau bagan pemisah alur laut yaitu di Selat Sunda dan Selat Lombok. Senin (13/7).

Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., menyampaikan Traffic Separation Scheme (TSS) adalah bagan pemisah alur laut yang mengatur alur pelayaran.

Selain dari hal penegakan hukum, Ditjen Perhubungan Laut juga melakukan persiapan dari aspek kenavigasian, seperti kesiapan Sarana dan Prasarana Vessel Traffic Service (VTS), Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) VTS serta penyiapan Navigation Guideline.

Danlanal sangat mendukung pelaksanaanTSS di Selat Lombok karena tujuan TSS dibuat untuk mengatur keamanan keselamatan dan keamanan kapal.

 "Lanal Mataram akan mengawal terus pelaksanaannya karena tujuan TSS dibuat untuk mengatur keamanan, keselamatan kapal-kapal yang melintas selat Lombok dalam bernavigasi" Ungkap Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., dalam kesempatan berbeda.

"Dengan menghadirkan ketiga unsur patroli yang Lanal Mataram miliki, yaitu KAL.Ampenan II-7-05, KAL. Lembar II-7-17, KAL. Belongas II-7-18, secara berkelanjutan dan terus menerus untuk dapat hadir dilaut terutama dalam pengawasan pelaksanaan TSS Selat Lombok". Kata Danlanal Mataram

PgS. Pasops Lanal Mataram Kapten Laut (P) Nugraha Tri Buana P, S.S.T.Han., sekaligus Komandan Kal. Belongas yang medapat mandat dari Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., untuk memantau langsung pengawasan TSS yang berada di ruang pengendali VTS Lembar yang didampingi bapak Lalu Gunawan sebagai pimpinan pangawas VTS

0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia