Breaking News

Sempat Terdampar di Batam, Istri Dirawat dan Anak 3 Tahun Ikut Menderita, Keluarga PMI Asal NTB Akhirnya Senin Depan Akan Dipulangkan, Ini Kata Usman SBMI NTB


BATAM/LOMBOK TIMUR. 3 September 2026— Setelah beberapa waktu terdampar di Batam dan menghadapi kondisi sulit, keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Timur akhirnya mendapatkan kabar baik. Sang istri yang sebelumnya mengalami sakit parah dan harus menjalani perawatan di rumah sakit kini dikabarkan telah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Berdasarkan informasi yang diterima, keluarga PMI tersebut direncanakan akan dipulangkan ke Lombok pada Senin, 7 September 2026, setelah pihak rumah sakit menyatakan kondisi sang istri telah membaik dan memungkinkan untuk melakukan perjalanan.

Sebelumnya, keluarga tersebut mengalami situasi yang cukup berat. Mereka telah beberapa waktu berada di Batam, sementara sang istri harus menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya. Bahkan, sebelumnya keluarga tersebut sempat membeli tiket perjalanan untuk kembali ke Lombok, namun perjalanan terpaksa batal karena kondisi kesehatan sang istri saat itu belum memungkinkan untuk melakukan penerbangan.

Situasi tersebut membuat biaya yang dimiliki keluarga semakin menipis untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Batam.

Kini, setelah menjalani perawatan dan mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit bahwa kondisi sang istri telah membaik, proses pemulangan mulai dipersiapkan melalui koordinasi berbagai pihak, termasuk BP3MI Kepulauan Riau, BP3MI, Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB, Disnaker Kabupaten Lombok Timur, Dinas Sosial Lombok Timur, SBMI Batam, dan SBMI Lombok Timur serta SBMI NTB.

Usman: Ini Hasil Kerja Sama dan Koordinasi Bersama

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nusa Tenggara Barat, Usman, S.Pd, menyampaikan bahwa rencana pemulangan tersebut merupakan hasil dari kerja sama dan koordinasi berbagai instansi serta organisasi yang bersama-sama memberikan perhatian terhadap persoalan keluarga PMI tersebut.

“Alhamdulillah, setelah melalui beberapa waktu yang cukup sulit di Batam dan sang istri menjalani perawatan di rumah sakit, sekarang sudah ada kabar baik. Pihak rumah sakit telah menyampaikan bahwa kondisi istrinya telah membaik dan dapat dipulangkan ke Lombok,” kata Usman.

Menurutnya, penanganan kasus tersebut merupakan hasil koordinasi antara SBMI Batam, SBMI Lombok Timur, SBMI NTB, BP3MI Kepulauan Riau, Disnaker Provinsi NTB, Disnaker Kabupaten Lombok Timur, serta Dinas Sosial Lombok Timur dan pihak-pihak terkait lainnya.

Usman berharap proses pemulangan dapat berjalan dengan baik dan keluarga tersebut mendapatkan pendampingan hingga tiba kembali di daerah asal.

“Harapannya BP3MI bersama Disnaker, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dapat terus memfasilitasi proses kepulangan mereka sampai benar-benar tiba di rumah,” ujarnya.

Berasal dari Sikur dan Keruak

Keluarga PMI tersebut diketahui memiliki asal dari dua wilayah di Kabupaten Lombok Timur. Sang istri berasal dari wilayah Sikur, Kabupaten Lombok Timur, sementara suaminya berasal dari Dusun Tundak, Desa Batu Putih, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

Setelah keluarga tersebut tiba di Lombok, koordinasi dan pendampingan diharapkan tetap dilakukan agar mereka benar-benar dapat kembali ke rumah dengan aman.

Perhatian Khusus untuk Anak Usia Tiga Tahun

Usman juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi anak pasangan tersebut yang masih berusia sekitar tiga tahun dan ikut merasakan kesulitan bersama kedua orang tuanya selama berada di Batam.

Menurutnya, anak seusia tersebut seharusnya berada dalam lingkungan yang aman, bahagia dan penuh kasih sayang. Masa kanak-kanak seharusnya menjadi waktu untuk bermain, belajar, tertawa dan menikmati proses tumbuh kembang secara wajar.

“Anak ini masih berusia tiga tahun. Seharusnya pada usia seperti itu ia merasakan kebahagiaan, bermain dan mendapatkan perhatian yang baik. Namun karena keadaan yang dialami kedua orang tuanya, anak tersebut juga ikut merasakan penderitaan,” kata Usman.

Karena itu, SBMI NTB berharap Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur dapat memberikan perhatian dan melakukan penanganan terhadap kebutuhan anak tersebut setelah keluarga tiba di Lombok.

Menurut Usman, persoalan keluarga PMI ini bukan hanya berkaitan dengan pemulangan, tetapi juga menyangkut kondisi sosial dan masa depan anak yang ikut terdampak oleh persoalan yang dialami orang tuanya.

“Setelah mereka pulang, kami berharap ada perhatian khusus, terutama kepada anak yang masih kecil ini. Jangan sampai pengalaman sulit yang dialaminya bersama kedua orang tuanya terus memberikan dampak terhadap kehidupan dan tumbuh kembangnya,” tegasnya.

Bukti Pentingnya Kolaborasi

Rencana pemulangan keluarga PMI tersebut menjadi salah satu contoh pentingnya kerja sama dan koordinasi antara pemerintah, instansi perlindungan pekerja migran, dinas terkait dan organisasi masyarakat.

SBMI berharap koordinasi yang telah terbangun dapat terus dilakukan hingga proses pemulangan keluarga tersebut benar-benar selesai dan mereka tiba dengan selamat di rumah masing-masing.

“Ini adalah kerja bersama. Ketika ada PMI dan keluarganya menghadapi persoalan, semua pihak harus bergerak sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Yang terpenting adalah keselamatan, kesehatan dan masa depan keluarga tersebut, terutama anak yang ikut menjadi korban dari keadaan,” pungkas Usman, S.Pd.

Rencana pemulangan pada Senin, 7 September 2026 diharapkan menjadi akhir dari masa sulit yang dialami keluarga PMI tersebut selama beberapa waktu berada di Batam dan menjadi awal bagi mereka untuk kembali membangun kehidupan bersama keluarga di Lombok Timur.

0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia