Breaking News

Berjuang untuk Pulang, Kini Pulang untuk Selamanya: PMI Asal Sikur Fitria Istri Sahirin, Akan Dimakamkan di Kampung Halaman, Argan 3 Tahun Kini Harus Kehilangan Ibunya

BATAM/LOMBOK TIMUR — Kabar duka menyelimuti keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Timur. Fitria Susanti, istri dari Sahirin, yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah Batam, kini telah meninggal dunia.

Sebelum meninggal dunia, Fitria Susanti sempat menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatannya yang memburuk. Dalam masa sulit tersebut, putranya yang masih berusia tiga tahun, Argan, ikut merasakan pahitnya keadaan yang dialami kedua orang tuanya.

Argan yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak dengan bermain, belajar, dan tumbuh dalam suasana bahagia, justru harus ikut merasakan penderitaan keluarganya selama berada di Batam. Kini, di usia yang masih sangat kecil, Argan harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sosok ibunya.

Sebelumnya, Argan menyaksikan sang ibu terbaring dan menjalani perawatan di rumah sakit. Sang ayah, Sahirin, harus menghadapi situasi yang sangat berat, mendampingi istrinya yang sakit sekaligus menjaga dan merawat Argan di tengah keterbatasan yang mereka alami.

Namun perjuangan panjang tersebut akhirnya berujung duka. Fitria Susanti meninggal dunia dan meninggalkan suami serta putranya yang masih berusia tiga tahun.

Jenazah Akan Dipulangkan ke Lombok Timur

Jenazah almarhumah Fitria Susanti direncanakan akan dipulangkan dari Batam pada Senin, 8 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, dengan perjalanan transit melalui Yogyakarta.

Jenazah diperkirakan tiba di Lombok sekitar pukul 20.00 WITA.

Sesuai dengan amanat yang pernah disampaikan almarhumah, jenazah akan dibawa ke Sikur, Kabupaten Lombok Timur, sebagai tempat tujuan terakhirnya.

Dari perjuangan untuk pulang bersama keluarga, kini Sahirin dan putranya Argan harus menghadapi kenyataan bahwa sang istri dan ibu tercinta pulang ke Lombok dalam keadaan telah meninggal dunia.

Muhammad Nasir Bersama Sejumlah Pihak Menjenguk Keluarga

Ketua SBMI Batam, Muhammad Nasir, bersama sejumlah pihak telah menjenguk dan memberikan dukungan kepada Sahirin serta keluarganya.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir:

  1. Dhani, dari BP3MI Kepulauan Riau;
  2. Sahirin, suami almarhumah;
  3. Hadi Nasrulloh, Sekretaris DPC SBMI Batam;
  4. Muhammad Saleh, Pengurus Keluarga Besar Lombok di Batam.

Muhammad Nasir terus melakukan koordinasi terkait kondisi keluarga dan proses pemulangan jenazah. Ia juga telah menghubungi Moh. Khairil Akbar, Ketua SBMI Lombok Timur, untuk menyampaikan kabar duka serta perkembangan rencana kepulangan jenazah ke Lombok Timur.

Informasi tersebut juga telah diteruskan kepada Usman, S.Pd, Ketua SBMI NTB, agar koordinasi dan perhatian terhadap keluarga yang ditinggalkan dapat terus dilakukan.

Usman SBMI NTB: Jadilah PMI Secara Prosedural

Ketua SBMI NTB, Usman, S.Pd, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Fitria Susanti.

Usman juga mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar daerah maupun ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia agar menempuh prosedur resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, pengalaman pahit yang dialami Sahirin bersama istri dan anaknya harus menjadi perhatian dan pelajaran penting bagi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan prosedur dalam proses bekerja sebagai PMI.

“Kami mengimbau masyarakat agar menjadi PMI secara prosedural. Jangan sampai ketika menghadapi persoalan di tempat lain, keluarga mengalami kesulitan dalam mendapatkan perlindungan dan pendampingan,” ujar Usman.

Ia menambahkan bahwa kasus yang dialami keluarga Sahirin menjadi sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat menyedihkan. Keluarga tersebut sempat mengalami masa sulit di Batam, kemudian Fitria Susanti menjalani perawatan akibat sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

“Yang paling menyedihkan adalah anak mereka, Argan, yang baru berusia tiga tahun. Sejak kecil ia sudah ikut merasakan sulitnya keadaan yang dialami kedua orang tuanya, menyaksikan ibunya sakit, dan kini harus menerima kenyataan bahwa ibunya telah meninggal dunia,” ungkap Usman.

Usman berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait tetap memberikan perhatian kepada Sahirin dan terutama kepada Argan setelah mereka tiba di Lombok Timur.

Dinas Sosial Diharapkan Memberikan Pendampingan

SBMI NTB berharap Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Argan yang masih sangat kecil dan baru saja kehilangan ibunya.

Menurut Usman, pendampingan sosial dan perhatian terhadap kebutuhan anak sangat penting agar Argan tetap mendapatkan lingkungan yang baik untuk tumbuh dan berkembang setelah mengalami peristiwa berat bersama keluarganya.

Penanganan keluarga ini sebelumnya melibatkan koordinasi berbagai pihak, antara lain SBMI Batam, SBMI Lombok Timur, SBMI NTB, BP3MI Kepulauan Riau, Disnaker, BP3MI, serta instansi terkait lainnya.

Kerja sama dan koordinasi tersebut diharapkan tetap berlanjut hingga proses pemulangan jenazah selesai dan keluarga yang ditinggalkan dapat memperoleh pendampingan yang dibutuhkan.

“Semoga almarhumah Fitria Susanti mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga Sahirin dan terutama Argan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan yang sangat berat ini,” pungkas Usman, S.Pd, Ketua SBMI NTB.

Dari perjuangan untuk pulang bersama keluarga, kini Argan yang baru berusia tiga tahun harus mengantar ibunya pulang untuk terakhir kalinya.

0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia