Breaking News

Argan, Bocah 3 Tahun yang Ikut Merasakan Pahitnya Perjuangan PMI Terdampar di Batam, Asal Sikur Lombok Timur

BATAM, 22 Agustus 2026 — Usianya baru menginjak 3 tahun. Seharusnya Argan Pratama bermain, tertawa, belajar dan tumbuh dalam suasana penuh kebahagiaan. Namun, anak kecil ini justru harus ikut merasakan pahitnya perjalanan kedua orang tuanya sebagai PMI hingga akhirnya mereka tertahan di Batam.

Kini Argan harus menyaksikan ibunya, Fitria Susanti, terbaring dan masih menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah Batam. Kondisi sang ibu masih membutuhkan penanganan medis dan saat ini membutuhkan darah.

Sang ayah, Sahirin, tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. Di tengah keterbatasan sebagai PMI yang sedang berjuang memulangkan keluarganya ke Lombok Timur, ia harus mendampingi istri yang sakit parah sekaligus menjaga Argan yang masih sangat kecil.

«“Anak seusia Argan seharusnya bermain, belajar di PAUD, bergembira dan menikmati masa kecilnya. Tetapi sekarang dia harus ikut merasakan keadaan yang sangat berat bersama kedua orang tuanya,” ujar Muhammad Nasir, Ketua SBMI Batam.»

SBMI Ajak Masyarakat Bantu Donor Darah

Muhammad Nasir mengajak masyarakat dan semua pihak yang memiliki kesempatan untuk memberikan bantuan, khususnya donor darah, karena Fitria Susanti saat ini membutuhkan darah selama menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah.

«“Kami mengajak siapa saja yang bisa membantu untuk mendonorkan darah. Saat ini ibu Argan sedang kekurangan darah dan masih dirawat di rumah sakit. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi keluarga ini,” kata Muhammad Nasir.»

Selain kebutuhan darah, keluarga juga membutuhkan dukungan untuk biaya selama menjalani perawatan serta kebutuhan hidup selama berada di Batam hingga proses pemulangan ke Lombok Timur dapat dilakukan.

SBMI Lombok Timur Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Ketua SBMI Lombok Timur, Moh. Khairil Akbar, meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya terhadap kondisi keluarga Sahirin yang saat ini berada dalam situasi sulit bersama anaknya yang baru berusia tiga tahun.

«“Kami meminta Pemerintah Provinsi NTB dan Bupati Lombok Timur segera memberikan perhatian kepada warganya yang saat ini sedang menghadapi kondisi sulit di Batam. Ada seorang ibu yang sedang sakit dan dirawat, sementara anaknya baru berusia tiga tahun. Mereka membutuhkan bantuan dan kepastian agar bisa segera kembali ke Lombok Timur,” ujar Khairil Akbar.»

SBMI Batam dan SBMI Lombok Timur terus melakukan koordinasi dengan Disnakertrans Provinsi NTB, Dinas Sosial Lombok Timur, BP3MI Kepulauan Riau, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan medis, kebutuhan keluarga dan proses pemulangan dapat berjalan.

Argan mungkin belum memahami apa itu perjuangan sebagai PMI. Namun di usianya yang baru tiga tahun, ia sudah merasakan bagaimana sulitnya berada jauh dari kampung halaman, melihat ibunya sakit dan ayahnya berjuang seorang diri.

Kini, keluarga kecil ini membutuhkan kepedulian bersama: darah untuk ibunya, dukungan untuk bertahan selama di rumah sakit, dan perhatian pemerintah agar mereka dapat segera pulang ke Lombok Timur.

0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia