Lombok Timur – Pengacara HIMPAUDI NTB, Yustia Mukmin, SH (Yuza), Sulhan, SH, Eko Rahadi, SH, dan Haeruman Sahroni, S.HI., MH, mendesak Bupati Lombok Timur serta seluruh Bupati dan Walikota se-Nusa Tenggara Barat agar memberikan perhatian serius kepada guru PAUD.
Mereka menegaskan bahwa perjuangan kesejahteraan guru PAUD tidak boleh hanya terfokus pada nasib tenaga paruh waktu. Guru PAUD yang sudah mengabdi puluhan tahun dengan tugas berat setiap hari justru tidak boleh ditinggalkan.
Berikut pernyataan masing-masing pengacara:
Yustia Mukmin, SH (Yuza):
“Guru PAUD sudah mengabdi puluhan tahun. Setiap hari mereka mengasuh, merawat, membimbing, mengajar, dan mendidik anak-anak. Jangan hanya fokus memperjuangkan nasib tenaga paruh waktu, sementara guru PAUD ditinggalkan. Bupati Lombok Timur dan seluruh kepala daerah se-NTB harus memberikan perhatian yang nyata.”
Sulhan, SH:
“Tugas guru PAUD jauh lebih berat dibanding yang dibayangkan. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mengasuh dan merawat anak usia dini setiap hari. Pemerintah Daerah tidak boleh hanya sibuk dengan isu tenaga paruh waktu saja. Guru PAUD yang sudah lama mengabdi juga berhak mendapat perhatian yang sama.”
Eko Rahadi, SH:
“Kami melihat banyak guru PAUD yang sudah puluhan tahun mengabdi dengan penuh dedikasi. Sayangnya, perhatian seringkali hanya tertuju pada status paruh waktu. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana Pemerintah Daerah menghargai dan mendukung seluruh guru PAUD agar mereka tidak merasa ditinggalkan.”
Haeruman Sahroni, S.HI., MH:
“Perjuangan kesejahteraan guru PAUD harus lebih luas. Jangan sampai hanya berfokus pada tenaga paruh waktu, sementara guru PAUD yang sudah lama mengabdi dengan tugas mengasuh, merawat, membimbing, dan mendidik anak setiap hari justru terabaikan. Kami berharap Bupati Lombok Timur dan seluruh Bupati serta Walikota se-NTB memberikan perhatian yang adil dan berkelanjutan.”
Para pengacara HIMPAUDI NTB berharap Bupati Lombok Timur dapat menjadi contoh dalam memberikan perhatian konkret kepada guru PAUD di wilayahnya. Harapan yang sama juga disampaikan kepada seluruh kepala daerah se-NTB agar menempatkan kesejahteraan guru PAUD sebagai prioritas, bukan hanya terbatas pada isu tenaga paruh waktu.
0 Comments