MATARAM, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari
Buruh Internasional (May Day 2026) dimanfaatkan secara keras oleh DPW
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) NTB untuk “menggugat” negara.
Ketua SBMI NTB, Usman, menilai pemerintah selama ini masih melakukan
pembiaran terhadap lemahnya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dalam
pernyataannya, Usman mendesak pemerintah pusat untuk segera mengesahkan
revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI,
sebagai langkah konkret memperkuat sistem perlindungan buruh migran.
“Kalau revisi ini terus ditunda, maka negara sedang membiarkan PMI berjuang sendiri tanpa perlindungan maksimal,” tegasnya.
Ia
juga menyoroti pentingnya penguatan peran Kementerian Perlindungan
Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) agar tidak hanya menjadi simbol,
tetapi benar-benar fokus dan berpihak kepada pekerja migran.
Tak
hanya itu, SBMI NTB secara tegas meminta pemerintah menghentikan
ketergantungan pada pihak swasta dalam proses medical check-up calon
PMI.
“Negara
tidak boleh kalah dari swasta. Klinik PMI harus dibangun oleh
pemerintah sendiri! Selain menjamin transparansi, ini juga bisa menjadi
sumber pendapatan daerah dari pajak. Kalau dibiarkan ke swasta tanpa
kontrol, ini bisa jadi kebocoran negara,” kritik Usman dengan nada
keras.
SBMI
NTB juga mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk segera merevisi
Peraturan Gubernur terkait izin cabang P3MI, yang dinilai masih lemah
dalam pengawasan.
Menurutnya,
perlu ada penguatan regulasi yang memberikan kewenangan jelas kepada
pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota untuk bertindak tegas.
“Kalau
P3MI melanggar di daerah, jangan hanya ditegur. Harus ada sanksi nyata:
denda hingga pencabutan izin cabang. Negara tidak boleh tunduk pada
pelaku usaha yang melanggar aturan,” ujarnya.
Usman
menegaskan, momentum May Day bukan sekadar seremoni, melainkan
peringatan keras bagi pemerintah agar berhenti setengah hati dalam
melindungi buruh migran.
“Ini
bukan lagi soal wacana. Ini soal keberanian negara melindungi
rakyatnya. Kalau tidak, maka negara benar-benar abai,” tutupnya.

0 Comments