Breaking News

Usman, Ketua SBMI, Sek, HIMPAUDI NTB, Minta Sekda NTB dan Kepala Dinas yang Baru Dilantik Jalankan Tugas dengan Amanah dan Profesional NTB Mendunia.

  
Mataram, 10 April 2026 — Usman, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyampaikan harapan agar Sekretaris Daerah (Sekda) NTB yang baru beserta seluruh kepala dinas/Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh amanah dan profesionalisme.

Pernyataan tersebut disampaikan Usman menyusul pelantikan Abul Chair, Ak., sebagai Sekda NTB definitif beserta puluhan pejabat eselon II, III, dan IV lainnya oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal pada Kamis (9/4/2026) di Pendopo Gubernur NTB.

“Kami berharap Sekda yang baru dan semua kepala dinas yang dilantik pada Kamis kemarin bisa menjalankan tugas dengan amanah dan profesional. Ini penting untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan berpihak kepada masyarakat, termasuk para buruh migran asal NTB,” ujar Usman.

Menurut Usman, amanah berarti menjaga integritas, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta bertanggung jawab penuh terhadap setiap kebijakan yang diambil. Sementara profesionalisme mencakup kompetensi, efisiensi pelayanan publik, serta kemampuan merespons berbagai permasalahan masyarakat dengan cepat dan tepat.

SBMI NTB yang selama ini aktif memperjuangkan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berharap pemerintahan daerah yang baru dapat lebih responsif terhadap isu-isu ketenagakerjaan, khususnya penempatan, perlindungan PMI, dan penanganan kasus-kasus yang melibatkan calon pekerja migran.

“Buruh migran dan keluarganya adalah bagian penting dari masyarakat NTB. Kami berharap pejabat baru ini dapat mendukung program-program yang memperkuat perlindungan dan pemberdayaan PMI, serta membangun tata kelola yang lebih baik di bidang ketenagakerjaan,” tambahnya.

Selain aktif sebagai Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) NTB, Usman, S.Pd. juga menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) HIMPAUDI NTB sekaligus Ketua HIMPAUDI Lombok Timur.

Sejak tahun 2009 hingga saat ini (2026), lebih 15 tahun Usman telah secara konsisten dan tanpa lelah memperjuangkan nasib guru PAUD di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dedikasinya mencakup advokasi peningkatan kesejahteraan, pengakuan status, serta peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) baik formal maupun non-formal.

Melalui peran ganda di SBMI NTB dan HIMPAUDI, Usman terus mendampingi ribuan guru PAUD dalam berbagai aksi, musyawarah, pelatihan, diklat, seminar, dan dialog dengan pemerintah daerah. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal dalam memperjuangkan kesetaraan hak guru PAUD, termasuk upaya mendorong kebijakan yang lebih adil serta penghargaan yang layak bagi para pendidik yang sering disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”.

“Perjuangan ini bukan hanya tugas organisasi, tetapi panggilan hati untuk masa depan generasi emas NTB. Guru PAUD adalah fondasi pertama pendidikan anak bangsa, dan mereka harus mendapatkan perhatian serta kesejahteraan yang setara,” ujar Usman,

Dengan latar belakang pernah menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiga kali di negara Malaysia dan sebagai pendidik dan pelatih guru PAUD dan pengalaman panjang di lapangan, Usman Sakti terus berkomitmen mendampingi guru-guru PAUD di NTB, baik melalui advokasi hukum, peningkatan kapasitas, maupun penguatan organisasi HIMPAUDI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Pelantikan yang digelar kemarin itu juga menjadi momentum bagi Gubernur Iqbal untuk menekankan pentingnya integritas dan profesionalitas aparatur sipil negara dalam membangun NTB secara bersama-sama.

Usman menegaskan bahwa pernyataan ini merupakan bentuk pengawasan sekaligus dukungan dari masyarakat sipil agar roda pemerintahan Provinsi NTB dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

SBMI dan HIMPAUDI NTB  siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya melindungi hak-hak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Menuju NTB Mendunia,

0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia