Mataram, NTB, Rabu, 15 April 2026 – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar aksi di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi NTB dalam waktu dekat. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tekanan kepada Pemerintah daerah agar segera memperkuat upaya pencegahan dan sosialisasi perlindungan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Ketua SBMI NTB, Usman, menilai bahwa pendekatan perlindungan PMI selama ini masih cenderung reaktif dan belum menyentuh aspek pencegahan secara maksimal.
“Kami melihat masih ada pola yang sama, yaitu bergerak setelah muncul korban. Ini tidak bisa terus dibiarkan. Negara harus hadir sebelum masyarakat terjerat masalah,” tegas Usman.
Menurutnya, lemahnya sosialisasi di tingkat akar rumput menyebabkan banyak calon PMI tidak memahami prosedur resmi, sehingga rentan menjadi korban penempatan ilegal, penipuan, hingga perdagangan orang.
“Banyak masyarakat di desa belum mendapatkan informasi utuh. Ini celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Sosialisasi harus aktif, bukan menunggu,” lanjutnya.
SBMI NTB menegaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam perlindungan PMI di daerah, sehingga diperlukan langkah konkret dan terukur.
Tuntutan SBMI NTB:
- Sosialisasi masif dan berkelanjutan hingga ke desa-desa kantong PMI
- Penguatan pengawasan terhadap penempatan PMI non-prosedural
- Optimalisasi peran pemerintah daerah dan desa dalam perlindungan PMI
- Pelibatan organisasi masyarakat sipil dalam upaya pencegahan
- Pola perlindungan PMI yang masih reaktif
- Minimnya sosialisasi di daerah kantong PMI
- Potensi maraknya penempatan ilegal akibat lemahnya pencegahan
- Desakan kolaborasi pemerintah dan organisasi sipil
- Aksi sosial sebagai bentuk kontrol publik terhadap pemerintah daerah
SBMI NTB menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan negara hadir lebih awal dalam melindungi warganya.
“Perlindungan PMI tidak boleh dimulai dari krisis. Harus dimulai dari pencegahan. Kalau ini tidak dibenahi, korban akan terus berulang,” tutup Usman.

0 Comments