Pembangunan manusia yang berkualitas selalu dimulai dari hal paling dasar: kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat. Banyak penelitian menegaskan bahwa ketika pemerintah daerah memprioritaskan anggaran kesehatan dan mengeksekusinya secara efisien, dampaknya akan terasa langsung pada kualitas hidup penduduk. Sebaliknya, ketika fasilitas kesehatan hanya berdiri sebagai bangunan fisik tanpa segera dioperasikan, manfaatnya tidak pernah benar-benar sampai ke masyarakat.
Pelajaran ini penting bagi Sakra Timur, Lombok Timur sebuah kecamatan yang di tahun 2024 memiliki jumlah Penduduk 57.469 Jiwa. Dengan populasi yang terus bertambah, mobilitas sosial yang tinggi, dan kebutuhan layanan kesehatan yang makin kompleks, keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sakra Timur bukan lagi sekadar kebutuhan administratif, tetapi kebutuhan mendesak bagi keberlanjutan hidup masyarakatnya dan kualitas hidup. Model fiskal hanya mampu menjelaskan sebagian kecil dari faktor yang memengaruhi kualitas pembangunan manusia di daerah. Ini memberi pesan yang sangat jelas: masih ada faktor besar di luar anggaran yang menentukan mutu hidup masyarakat dan faktor itu salah satunya adalah keberadaan layanan kesehatan primer yang benar-benar beroperasi, dekat, dan mudah dijangkau oleh penduduk. Tanpa itu, sebesar apa pun anggaran yang disiapkan, hasilnya tidak akan optimal.
Di Penghujung tahun 2025 bangunan PKM Sakra Timur sudah berdiri gagah dan megah. Infrastruktur fisiknya bukan lagi persoalan, yang menjadi tantangan justru ada pada aspek operasional: kesiapan layanan, tenaga kesehatan, dan keberanian kebijakan untuk mengaktifkannya tepat waktu. Karena itu, mengoperasionalkan PKM Sakra Timur di awal tahun 2025 bukan lagi opsi, namun keharusan moral dan keharusan kebijakan dari Bupati Lombok Timur atau pemerintahan SMART. Jumlah penduduk yang sangat besar berdasarkan data BPS tahun 2024 jumlah Penduduk kecamatan Sakra Timur 57.469 jiwa membutuhkan pusat layanan kesehatan yang mampu menangani kebutuhan primer mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas rujukan. Ketika masyarakat kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar, mereka cenderung menunda pemeriksaan, mengabaikan pencegahan penyakit, dan akhirnya datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah parah. Akibatnya bukan hanya membebani keluarga, tetapi juga membebani anggaran daerah karena biaya rujukan jauh lebih besar dibandingkan layanan pencegahan dan pengobatan di tingkat PKM.
Studi nasional menunjukkan bahwa belanja kesehatan yang efektif selalu memberi dampak signifikan ketika menyentuh layanan primer. Layanan primer itu adalah PKM, klinik komunitas Dimana tempat masyarakat pertama kali mendapatkan pertolongan kesehatan. Ketika daerah ingin memperbaiki kualitas manusia, yang harus diprioritaskan bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi mengoperasikan fasilitas layanan kesehatan secara cepat dan tepat sasaran. Terdapat indikasi adanya ketimpangan implementasi layanan antar-periode ketika kebijakan fiskal tidak segera dikonversi menjadi layanan publik yang nyata. Ini sering terjadi ketika bangunan sudah selesai, tetapi operasionalnya tertunda. Padahal, bangunan PKM yang sudah berdiri adalah modal besar yang sudah dikeluarkan daerah. Jika dibiarkan tanpa layanan di awal 2026, maka yang terjadi adalah kerugian besar: kerugian kesempatan untuk melayani warga, kerugian fiskal akibat keterlambatan manfaat lansung kepada masyarakat.
Keberadaan lokasi PKM Sakra Timur yang strategis berada di Desa Gelanggang memiliki akses ke desa Menceh, Desa Surabaya, Desa Surabaya Utara, Desa Lepak dan Desa Lepak Timur merupakan keunggulan yang harus segera dimanfaatkan. Fasilitas kesehatan yang berada di titik strategis memiliki potensi besar untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat penanganan penyakit, menekan angka kematian yang bisa dicegah, dan meningkatkan produktivitas penduduk. Semua ini adalah komponen yang secara langsung menentukan kualitas pembangunan manusia atau IPM di Kecamatan Sakra Timur. Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebagai dana yang memiliki peruntukan khusus (terutama kesehatan dan kesejahteraan masyarakat) juga memberikan pembelajaran bahwa perencanaan anggaran tidak boleh berhenti pada kertas alokasi, tetapi harus sampai pada hasil layanan yang benar-benar diterima oleh masyarakat. Maka, jika Kecamatan Sakra Timur memiliki sumber pendanaan yang bisa diarahkan untuk kesehatan, maka prioritas paling logis dan paling berdampak adalah memastikan PKM Sakra Timur hidup, beroperasi, dan melayani masyarakat diawal tahun 2026.
Di penghujung 2025, masyarakat Sakra Timur telah menunjukkan harapan besar kepada pemerintahan SMART. Dan kini, harapan itu disampaikan bukan sebagai tuntutan, tetapi sebagai suara warga yang ingin dilindungi, suara keluarga petani yang ingin sehat, suara ibu dan anak yang ingin selamat, dan suara generasi muda yang ingin tumbuh kuat.
“Kami, masyarakat Sakra Timur, berharap kepada Bupati H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati Mohammad Edwin Hadiwijaya agar PKM Sakra Timur segera dioperasionalkan pada awal 2026. Ini bukan tentang penundaan proyek, ini tentang percepatan pelayanan. Ini bukan tentang gedung, ini tentang manusia. Dan ini bukan sekadar kebijakan, ini tentang nyawa dan masa depan.”
Sudah saatnya 57.469 jiwa penduduk Sakra Timur mendapatkan kepastian layanan kesehatan yang dekat, responsif, dan berkualitas di awal tahun 2026. Karena ketika layanan kesehatan primer hadir, pembangunan manusia juga hadir. Ketika PKM hidup, kecamatan juga hidup. Dan ketika kesehatan keluarga terjaga, masa depan Lombok Timur menjadi lebih kuat, lebih produktif, dan lebih bermartabat.
Ditulis oleh
Dr. Suparlan, SE., M.Sc.
( Pemuda Sakra Timur; 29/12/2025
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram)
Email: suparlan23@staff.unram.ac.id

0 Comments