Lombok Timur,-Dalam momentum 80 tahun Indonesia merdeka, Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lombok Timur menyelenggarakan dialog publik dengan tema 80 Tahun Indonesia Merdeka: Anak Muda dan Tantangan Menghadapi Krisis Biaya Hidup menyoroti semakin beratnya tantangan anak muda, khususnya terkait krisis biaya hidup dan tingginya biaya pendidikan di daerah, berlangsung di Cafee Stverlight Lombok Timur pada,"Selasa, 26 Agustus 2025
Ketua LMND Lombok Timur, Muhammad Hamzani, menegaskan bahwa pendidikan sebagai hak dasar rakyat sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945, UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memberi kewenangan daerah untuk menyelenggarakan urusan pendidikan, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga mengamanatkan daerah ikut menjamin akses pendidikan. seharusnya dijamin negara, termasuk oleh pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur."katanya
"Namun faktanya kata dia, hingga hari ini belum ada skema beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang diperuntukkan bagi mahasiswa S1, padahal beasiswa tersebut sangat dibutuhkan untuk meringankan beban anak muda yang tengah menempuh pendidikan tinggi.
“Pendidikan tinggi adalah kunci untuk mencetak generasi bangsa yang berdaya saing. Akan tetapi, biaya kuliah yang terus meningkat, ditambah dengan tidak adanya kebijakan afirmatif berupa beasiswa daerah, membuat banyak anak muda Lombok Timur kesulitan melanjutkan pendidikan mereka dan putus di tengah jalan. Kami menuntut agar Pemda Lombok Timur segera mengalokasikan anggaran khusus untuk beasiswa S1, sebagaimana amanat konstitusi dan juga dukungan transfer dana dari pusat, DBHCHT, dan lainnya” tegas Hamzani.
Di tempat yang sama, "Usman Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia Nusa Tenggara Barat (SBMI NTB) peserta Dialog Publik juga desak Pemda untuk membentuk SDM melalui Disnakertrans Lombok Timur yang memiliki Loka Latihan Kerja (LLK) dan membuka ruang tempat pelatihan peningkatan pendidikan dan keterampilan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing menuju SMART.
"Pemda kan banyak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maka yang perlu di lakukan oleh pemerintah daerah adalah membuka tempat magang Seluas-luasnya supaya bagi mahasiswa atau pemuda bisa magang di tempat tersebut dan tentunya pemerintah harus menyiapkan anggaran di Instansi terkait yaitu Disnaker. Loka Latihan Kerja (LLK) tempat untuk membentuk soff-skil Sumber Daya Manusia (SDM).
"Para Mahasiswa dan Pemuda automatis selesai kuliyah mereka tidak kebingungan dengan masalah lapangan pekerjaan bahkan sebaliknya bisa membuka usaha sendiri atau melihat lowongan pekerjaan di daerah sendiri atau ingin ke luar negeri menjadi pekerja migran akan mendapatkan gaji/upah yang tinggi dan dapat mengurangi pengangguran di karenakan mereka bisa melihat peluang yang ada dengan keahlian yang sudah di perolehnya"Tutupnya.
LMND Lombok Timur juga menekankan bahwa krisis biaya hidup yang dihadapi anak muda bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari, melainkan juga soal akses pendidikan yang semakin menjauh dari jangkauan rakyat kecil. Tanpa adanya langkah nyata dari pemerintah daerah, cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa akan sulit terwujud.
Melalui momentum 80 tahun kemerdekaan Indonesia, Eksekutif Kabupaten LMND Lombok Timur menyerukan agar Pemda tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga fokus pada investasi sumber daya manusia dengan menjamin pendidikan yang terjangkau dan berkualitas.

0 Comments