Breaking News

Dinas ESDM NTB Salurkan Bantuan Beras Untuk Kendalikan Inflasi


Lombok Utara - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB dalam kegiatan Jumat Salam mendapat lokasi di Kantor Desa Sokong Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Jumat, (8/12).  

Dalam kunjugan kali ini, tidak ada yang berbeda dengan kunjungan sebelumnya, yaitu untuk mengatasi kenaikan inflasi beras, Dinas ESDM beserta jajaran memberi bantuan kepada warga yang kurang mampu dengan membagikan paket beras (5kg/KK) atau sebanyak 50 Paket Beras (250kg). 

Kepala Desa Sokong Sutiadi melalui Sekertaris Desa Sokong Murjati dalam laporannya menyampaikan Desa sokong memiliki banyak potensi yang bisa dikelola masyarakat sekitar, salah satunya dengan luas sekitar 1.704,2 meter.

Dengan jumlah jiwa 11.340 berdasarkan data dari BPS wilayahnya terdiri dari pertanian, perkebunan, masing-masing memiliki lahan produktif, dan beberapa kendala.

Kepala Dinas ESDM NTB H. Sahdan, ST,.MT dalam sambutannya menyampaikan hal hal yang menjadi tugas pokok dari Dinas ESDM, diantaranya Galian Tanah dan Gas, Tambang, Energi dan Permasalan Listrik.

Di Desa Sokong masih terdapat 300 aliran listrik yang masih menyambung. Dinas ESDM bisa membantu untuk memberikan banguan listrik, namun kepada warga yang kurang mampu, ujar H. Sahdan.

H. Sahdan menjelaskan akan terus membantu warga yang kurang mampu untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting, serta membantu pendidikan untuk tetap baik agar tidak terjadi pernikahan di usia dini.

H. Sahdan juga mengingatkan agar perangkat Desa membuat masterplan Desa sehingga arah pembangunan Desa menjadi jelas dalam perencanaan anggaran, dari persiapan sampai dengan penyelesaian.

Melalui diskusi dengan warga masyarakat, Dinas ESDM menghasilkan beberapa kendala yang di hadapi warga di sekitar Desa Sokong.

Adapun beberapa kendala yang dihadapi antara lain ;

  1. Upaya Pemprov Pembangunan Kondisi Kantor Desa Sokong, serta infrastruktur 
  2. 21 Posyandu hanya tinggal 2 Posyandu yang tersisa karena Gempa (mushalla, sekolah)
  3. Wilayah Pesisir Pantai, dari Arah kantor Desa terdapat salah satu Destinasi Wisata yang tidak terurus (pemilik lahan belum memberikan izin) setelah mendapat izin pemilik, namun terkendala anggaran
  4. Ada 6 TK, dan PAUD tidak ada Posyandu
  5. Untuk mempercepat pelayanan ke masyarakat dengan melakukan pemekaran Desa
  6. Terjadi kekeringan, saat hujan terjadi kebanjiran, (untuk kekeringan sudah membuat jalur pengeboran diatas 100m)
  7. Kondisi Perangkat Desa dan Lembaga Desa BPD yang belum teratur, ;
  • Kreativitas Desa Sokong dari UMKM terkait permasalahannya yaitu proses pemasaran melalui media sosial
  • Kemudian dari label makanannya masih kesulitan dikoordinasikan dengan Balai Kemasan
  • Perlunya pelatihan untuk meningkatkan kemampuan menjual, dikoordikasikan dengan Dinas PerindustrianPerlunya tambahan modal dalam penjualan, dikoordinasikan dengan Dinas Koperindag
  • Pembibitan Coklat untuk pertumbuhan maksimal (bibit SE), dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan
  • Terkait Kondisi Jalan Nasional belum dikelola masyarakat, dikoordinasikan dengan Dinas PU (APBN)
  • Terkait Posyandu, dikoordinasikan  dengan Dinas Kesehatan
  • Adanya bantuan atau tidak saat gempa, dikoordinasikan dengan BPBD NTB
  • Terkait Tiang Listrik yang tidak ditanggapi oleh PLN untuk perbaikan kabel, dikoordinasikan dengan PLN UIW NTB


Dalam menjawab persoalan tersebut Kepala Dinas ESDM H. Sahsan dengan Lugas dan penuh pengertian menyampaikan bahwa segala kendala yang ada di desa sokong akan menjadi catatan penting dalam pelaksanaan anggaran di pemerintah Provinsi NTB disamping terus berkoordinasi dengan masif dan terorganisir dengan stake horder lain baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat Nasional.

Untuk diketahui tujuan utama dari kunjungan Jumat Salam ini adalah untuk menyeleseikan aneka masalah yang ada di masyarakat.

Hadir dalam diskusi Jumat Salam ini diantaranya Kepala Bidang GAT Dinas ESDM NTB Ardhan Ryswari, Sekretaris Desa, Babinkabtibnas, Ketua BPD, dan warga masyarakat sekitar.  

0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia