Breaking News

SMAN 1 Sikur Raih Dua Medali Emas di Ajang Kompetisi Tingkat Nasional

Kepala SMAN 1 Sikur H. Khairul Anwar

Lombok Timur - Satu lagi Prestasi diukir siswa SMAN 1 Sikur, Lombok Timur. Tidak hanya di tingkat provinsi, kini SMAN 1 Sikur meraih medali emas pada Kompetisi Tingkat Nasional bertajuk NOSec (National Outstanding Student e-Competition) tahun 2023 yang dilaksanakan tanggal 27 Agustus di Jawa Tengah dengan predikat A plus. Senin, (16/10). 


Kompetisi ini juga merupakan bagian penting dalam pemerataan prestasi dan memaksimalkan potensi peserta didik bertalenta dan berkarakter. 


Adapun siswa peraih medali emas itu yakni Amalia Alfatika berhasil meraih medali emas dalam bidang studi Bahasa Inggris serta Intan Makna Putri meraih medali emas bidang studi biologi. 


Selain itu, SMAN 1 Sikur juga berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perunggu yaitu pada bidang studi Biologi atas nama Aditya Adriansyah Oktawijaya, satu pada bidang studi Bahasa Indonesia atas nama, Fauzan Hari Ramdani, dan satu medali perunggu pada bidang studi Bahasa Inggris atas nama Fatimah Zahrah. 


Tidak hanya prestasi bidang akademik yang di terima sekolah ini, prestasi bidang non akademik juga pernah diraih SMAN 1 Sikur, diantaranya ; raih medali perunggu tingkat nasional kategori olimpiade sains dan statiska nasional pada tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Yapresindo. 


Kemudian juara dua kategori paduan suara Indonesia Raya Tiga Stanza diselenggarakan oleh MGMP tingkat Kabupaten / Kota, dan tahun 2023 berhasil meraih juara satu kategori gerak jalan sehat yang diselenggarakan oleh Dinas Dikbud NTB.



Kepala SMAN 1 Sikur : animo masyarakat masih senang anaknya masuk SMAN 1 Sikur.



Kepala SMAN 1 Sikur H. Khairul Anwar saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa ada dua siswa yang berhasil mendapatkan medali emas bahasa inggris dan biologi. 


"SMAN 1 Sikur sudah menjadi sekolah penggerak pada angakatan pertama, sehingga pada tahun 2021 sekolah juga sudah menggunakan kurikulum merdeka," kata Khairul. 


Kelebihan dari kurikulum merdeka ini, sekolah, guru, dan peserta didik diberi keluasan dan mengatur pembelajarannya, sehingga di kurikulum merdeka itu tidak ada lagi penjurusan. 


Dijelaskan Khairul, yang menjadi minat atau animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya karena sekolah tidak lagi menggunakan jurusan seperti sekolah lainnya, tetapi menggunakan bakat atau minat siswa sesuai dengan keinginan dan cita-citanya. 


"SMAN 1 Sikur berbeda dengan sekolah lain, disini sekolah menggunakan kelas pembelajaran sesuai dengan minat siswa itu sendiri, ada empat program studi yaitu program kesehatan (untuk yang ingin menjadi dokter atau perawat, sainstek (sains dan tekhnologi bagi yang ingin menjadi arisitek atau tekhnik sipil), smup (sains, militer dan urusan publik bagi siswa yang ingin menjadi polisi, jaksa, hakim, dan tentara), kemudian yang terakhis bisnis ( diperuntukkan bagi siswa yang ingin menjadi erterprenur atau bekerja sebagai akuntan bahkan pebisnis)," paparnya. 


Hal inilah yang menjadi animo masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anaknya di SMAN 1 Sikur. Selain itu, sekolah juga terus menerapkan program Dikbud NTB terkait The Power of 5P ( penguatan dalam profil, penampilan, pelayanan, peran serta dan prestasi dari sekolah ). 


Terkait prestasi peraih medali emas oleh kedua siswanya, Khairul menuturkan, rasa bangga atas prestasi yang ditoreh oleh siswanya tersebut, "Selamat kepada Amala Alfatika dan Intan Makna Putri atas prestasi yang diraihnya pada ajang Kompetisi Tingkat Nasional NOSec," ucapnya. 


Ditambahkannya, prestasi mereka ini tentunya akan menjadi inspirasi bagi teman-teman dan adik-adik kelasnya untuk mengejar impian dengan tekad dan semangat kerja keras, tandasnya.

0 Comments

© Copyright 2023 - Suara Konsumen Indonesia