Popular Posts

HEADLINE NEWS

Momen Debat Tim Paslon, Kapolres Loteng Ajak untuk Tetap Jaga Persaudaraan


PRAYA—Pesta demokerasi di Lombok Tengah (Loteng) semakin seru, karena selama ini jika di daerah lain yang menjadi peserta debat adalah para Pasangan Calon (Paslon). Tapi di Pilkada Lombok Tengah yang melakukan debat adalah masing- masing tim pemenangan calon bupati dan calon wakil bupati.


Dimana, debat yang diinisiasi oleh lembaga Lombok Tengah Ikhtiar (LTI) ini untuk membedah visi- misi masing- masing Paslon dan meyakinkan pemilih untuk kedepan jika Paslon yang mereka usung ini diberikan amanah dalam memimpin maka akan mengerjakan berbagai program untuk kemajuan daerah.


Hanya saja, berbagai program yang disampaikan oleh masing- masing tim ini tidak jarang menjadi bulian. Salah satunya program yang disampaikan oleh tim paslon nomor urut satu yakni dengan menaruh satu dokter satu desa, yang banyak mendapatka sorotan dengan melihat kemampuan daerah saat ini.


Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho menegaskan, kedepan dengan adanya kegiatan ini bisa semakin mempereat tali persaudaraan dan tidak terpecah karena berbeda pilihan. Pihaknya menceritakan selama bertuugas di kepolisian berbagai komplik baik di Ambon, Jakarta Kalimantan dan komplik antar suku pernah dirasakan.


“Sehingga pesan yang ingin saya sampaikan bahwa pandangan politik boleh berbeda tapi mari kita samakan visi misi membangun Loteng. Kebersamaan harus kita bangun karena semua kita bersaudara. Sekitar 19 tahun saya dibrimob merasakan bagaimana peliknya konflik yang terjadi baik antar suku dan Pilkada yang endingnya adalah kehancuran,”terangnya.



Tim Paslon nomor urut dua Ahmad Ziadi- Lalu Aswatara yakni Abdurrohman menegaskan, bahwa pihaknya akan membangun Lombok Tengah dengan Wayent Wah berjamaah. Dimana, kedepan masing- masing Desa akan ditaruhkan satu dokter untuk mengakses kesehatan oleh masyarakat. “Wayent wah berjamaah dan akan kami lakukan satu desa satu dokter termasuk pemberian insentif untuk rumah ibadah dan guru ngaji,” ungkap Abdurrohman.


Apa yang disampaikan oleh Abdurrohman ini mendapat keritikan pedas dari tim paslon nomor urut lima Saswadi-Dahrum yakni Muhammad Zaini. Pihaknya menegaskan bahwa untuk visi- misi sebenarnya harus sesuai dengan kondisi daerah saat ini. Dimana saat ini dengan adanya Covid-19 maka oleh Pemda juga membutuhkan banyak dana.


“Ini dari 139 desa harus ada satu dokter dan kalau digaji satu juta saja sebulan maka sudah banyak anggaran yang harus digelontorkan. Lalu bagaimana bisa memenuhi itu, sementara sekarang saja kita lihat masih banyak rumah dinas dokter yang kosong dan masih banyak tenaga medis yang butuh perhatian, terus tunjangan untuk guru ngaji saja sementara bagaimana dengan kaum minoritas,”terangnya.


Apa yang disampaikan oleh Muhammad Zaini ditanggapi langsung oleh Abdurrohman, pihaknya menegaskan bahwa apa yang direncanakan ini akan bisa tercapai jika sudah berusaha dan dilakukan secara berjamaah. “Makanya wayent wah kita berjamaah dan sudah dijelaskan siapa yang bersungguh- sungguh,”terangnya.


Sementara itu, Direktur Lombok Tengah Ikhtiar Dian Sandi Utama menegaskan, bahwa debat yang dilakukan sesama tim ini, agar kedepan masyarakat bisa memetik berbagai pemaparan terkait akan mereka ngapaen para Paslon ini ketika terpilih nantinya. Karena lewat berbagai gagasan ini juga akan diketahui bagaimana arah Lombok Tengah kedepan.


“Dengan pemaparan visi misi oleh para tim ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat untuk bisa melihat seperti apa visi misi para paslon ini. Sehingga, jelas apa yang mereka pilih ini tidak salah kedepannya,” terangnya.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact form

Name

Email *

Message *