Popular Posts

HEADLINE NEWS

Ini Pesan Terahir Bocah Yang Hilang Terbawa Arus Sungai Jangkok. Pesannya Bikin Netizen Menangis!

Korban Hanyut Hasan Wirayuda Saat Ini Masih Dalam Pencarian Oleh Tim Sar

Mataram - Hasan Wirayuda (6) terseret arus sungai Jangkok Cakra kota Mataram, Senin (6/1).

Hari naas itu terjadi ketika Asan Wira Yuda bersama teman sebayanya sebanyak 5 (lima) orang  atas nama  Njam, Ali, Junanda, Dani, dan Apan pergi bermain ke sungai. Sampai di lokasi tanpa basa basi menurut keterangan dari Apan dan Dani bahwa Asan Wira Yuda mendahului mandi dari rekannya langsung melepas pakaianya dan terjun ke sungai untuk mandi sebanyak 3 (tiga) kali naik turun ke kali tersebut.

Saat mau melompat ke dua kalinya, Yuda, panggilan Asan Wira Yuda sempat berpesan kepada rekan - rekan bermainnya untuk menolongnya jika dia tidak bisa naik dari kali.

"Kalau saya tidak bisa naik tolong bantu saya ya?", Ucapnya sebelum terjun ke kali.

Namun terjunnya yang ketiga kalinya, Yuda,  terbawa arus serta mengangkat kedua tanganya di dalam air sambil terseret arus dan sempat meminta tolong dan pegangan pada batu di tengah sungai, karena tidak kuat tanganya berpegangan dibatu tersebut akhirnya ia hilang dan terbawa arus sungai yang saat itu mengakir deras.

Melihat rekannya terbawa arus saudara Apan dan Juanda lari membawa baju celana  korban dan minta tolong kepada warga sekitar serta memberitahukan orang tuanya bahwa anaknya telah terbawa arus sungai. 

Sementara ketiga rekanya menunggu di lokasi sambil menunggu warga datang.

Orang tua korba, Hasanudin alias Bogel yang baru pulang berobat dari Rumah Sakit langsung berlari ke arah jembatan dan terjun ke sungai untuk mencari sang anak.

Kondisinya Bogel yang masih lemah karena sakit membuatnya tidak berdaya mencari Yuda di tengah derasnya air sungai. Iapun terkapar ta berdaya dan di larikan ke rumah sakit.

Hingga hari kedua, tim SAR gabungan belum membuahkan hasil. Namun mereka tarus melakukan penyusuran sepanjang sungai jangkuk untuk mencari korban.

Ibu korban, Dana Mardiana Sari (37) yang di hubungi awak media tampak pasrah di rumah kos-kosan yang ia tinggali bersama suami dan ketiga anaknya.

Dengan mata sembab, ia pun menceritakan bagaiman sang anak keduanya (red.Yuda) berpamitan untuk bermain bersama rekan - rekannya.

"Dia keluar sekitar jam 14.00 wita bersama teman - temannya, tapi dia tidak pernah bilang mau bermain ke sungai. Kalau saya tau dia akan pergi bermain ke sungai pasti aku larang. Setelah jam 15.00 wita baru ada satu orang warga ngasi tau kalau anak saya hanyut di sungai, bapaknyabyang masih terkulai sakit kangsung berlari ke sungai untuk mencarinya tapi tidak ketemu", ucapnya.

Malam sebelum kejadian, Sari, panggilan akrab Dana Mardiana Sari, ia menerima firasat buruk akan menimpa keluarganya.

"Saat malam si Yuda tiba - tiba ngomong ke kami 'Bapak dan Ibu jangan kelahi lagi ya? Kalau kelahi lagi Yuda akan pergi selamanya'. Dan setelah kami mau tidur, tiba - tiba banyak kucing yang datang dan berkumpul di depan pintu. Karena bikin ribut, ahirnya kucing itu kami usir pergi", pungkasnya.

Sari pun berharap anaknya segera di temukan oleh petugas dalam kondisi apapun.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya yang terjun langsung ke lokasi untuk memantau proses pencarian korban menggerakkan potensi SAR untuk mencari korban,(7/1).

Iapun menegaskan akan terus mencari korban hingga 7 (tujuh) hari setelah kejadian.

"Karena air deras, kemungkinan jasad korban sudah bergeser dari lokasi kejadian. Sehingga hari ini kami memperluas area pencarian hingga 1 kilometer dari lokasi. Tim SAR akan mencari korban hingga 7 hari setelah kejadian", tehasnya.


(LNG01/LNG04)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *